
Bola.net - Juventus menghadapi malam krusial di Liga Champions saat menjamu Galatasaray pada leg kedua babak play-off fase gugur. Kekalahan telak di Turki pekan lalu membuat situasi menjadi sangat menantang bagi Bianconeri.
Tekanan semakin besar karena performa tim yang menurun dalam beberapa pekan terakhir. Hasil buruk di berbagai ajang membuat laga ini bukan sekadar soal lolos atau tersingkir, tetapi juga tentang karakter tim.
Di tengah kondisi tersebut, mantan gelandang Juventus, Claudio Marchisio, menyoroti satu nama yang menurutnya bisa mengubah arah pertandingan, sekaligus mengkritik persoalan mental yang kini membelit klub.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Yildiz Jadi Harapan di Tengah Situasi Sulit

Juventus menjamu Galatasaray setelah kalah 5-2 pada leg pertama di Istanbul. Untuk memaksa laga berlanjut ke perpanjangan waktu, Juventus harus menang dengan selisih tiga gol tanpa kebobolan.
Marchisio menilai laga seperti ini membutuhkan figur ikonik di lapangan. Ia menyebut sosok yang ideal untuk malam besar tersebut.
“Untuk malam seperti ini, sosok idealnya adalah Tevez. Spalletti membutuhkan guncangannya,” ujar Marchisio kepada Gazzetta.
Ia mengakui tugas Juventus sangat berat, apalagi melihat kondisi tim saat ini. Meski begitu, keyakinan tetap harus dijaga karena konteks kompetisi Eropa.
“Akan sulit mengejar defisit tiga gol tanpa kebobolan, terutama melihat momen yang sedang dilalui tim Spalletti. Namun Juventus harus percaya. Ini Liga Champions.”
Masalah Mentalitas dan Ketergantungan pada Yildiz

Juventus datang ke laga ini dengan catatan empat kekalahan dari lima pertandingan terakhir di semua kompetisi. Pada akhir pekan lalu, mereka juga menelan kekalahan kandang 2-0 dari Como, yang menjadi kekalahan kandang pertama sejak Maret 2025.
Marchisio menilai persoalan utama Juventus bukan sekadar taktik, melainkan sikap dan kepribadian di lapangan.
“Pada malam Liga Champions ini, yang paling penting adalah menunjukkan jiwa dan kepribadian Juventus,” katanya.
Yildiz Harapan Lawan Galatasaray
Dalam konteks laga melawan Galatasaray, Marchisio menyebut satu pemain yang benar-benar bisa menjadi pembeda.
“Yildiz adalah satu-satunya yang bisa membalikkan keadaan melawan Galatasaray,” lanjutnya.
Ia bahkan menekankan betapa besarnya pengaruh Kenan Yildiz bagi tim.
“Kenan bernilai 50 persen dari Juventus, dan sayangnya lawan juga sudah memahami hal itu. Pergerakan menusuk terlambat dari McKennie juga akan sangat penting.”
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Napoli dan Inter Sudah, Juventus dan Atalanta Menyusul Out dari Liga Champions?
Liga Champions 25 Februari 2026, 21:50
-
Juventus vs Galatasaray: Hanya Kenan Yildiz yang Bisa Diandalkan
Liga Champions 25 Februari 2026, 20:15
-
Live Streaming Juventus vs Galatasaray - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 25 Februari 2026, 20:00
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di MOJI, 25-26 Februari 2026
Liga Champions 25 Februari 2026, 17:17
LATEST UPDATE
-
Prediksi Atletico Madrid vs Barcelona 15 April 2026
Liga Champions 13 April 2026, 11:15
-
Jadwal Lengkap Balapan WorldSBK 2026
Otomotif 13 April 2026, 10:55
-
Jadwal Live Streaming WorldSBK Belanda 2026 di Vidio, 17-19 April 2026
Otomotif 13 April 2026, 10:52
-
Optimisme Real Madrid: Pede Balikkan Keadaan dan Menang di Munich!
Liga Champions 13 April 2026, 10:45
-
Dumfries Jelaskan Rahasia Inter Milan Tetap Ganas di Markas Como
Liga Italia 13 April 2026, 10:35
-
Inter Menang Dramatis 4-3, Marcus Thuram Ungkap Rahasia Ketajamannya
Liga Italia 13 April 2026, 10:06
-
Man City vs Arsenal Pekan Depan: Penentuan Juara Liga Inggris
Liga Inggris 13 April 2026, 09:47
-
Real Madrid Murka! Insiden Berdarah Mbappe Picu Tuntutan Transparansi VAR
Liga Spanyol 13 April 2026, 09:47
LATEST EDITORIAL
-
5 Pelatih Sepak Bola Terkaya 2026, Pep Guardiola Hanya Posisi Ketiga
Editorial 10 April 2026, 17:51
-
Bangun Era Baru, 5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Masa Depan Liverpool
Editorial 10 April 2026, 17:32
-
5 Kandidat Pelatih Baru Real Madrid Jika Alvaro Arbeloa Pergi
Editorial 9 April 2026, 17:45

























KOMENTAR