
Bola.net - Juventus sedang mengalami masa terkelam dalam satu setengah dekade terakhir. Catatan 46 poin setelah 26 pekan Serie A menjadi yang terburuk sejak musim 2010-11.
Yang menarik, Thiago Motta justru punya rapor lebih cemerlang ketimbang dua penggantinya. Pelatih asal Italia itu mengoleksi 49 poin di periode yang sama musim lalu sebelum akhirnya dipecat.
Igor Tudor dan Luciano Spalletti sebagai penerus Motta tak mampu memperbaiki kinerja Si Nyonya Tua. Statistik membuktikan bahwa pemecatan Motta mungkin merupakan keputusan yang terlalu terburu-buru.
Juventus kini tertahan di peringkat kelima dengan selisih empat poin dari zona Liga Champions. Kekalahan 0-2 dari Como akhir pekan lalu semakin mempertegas krisis yang melanda tim.
Rekor Buruk yang Mengubur Kenangan Manis

La Gazzetta dello Sport melaporkan bahwa ini adalah start terburuk Juventus dalam 15 tahun. Terakhir kali mereka lebih buruk dari ini adalah pada musim 2010-11 dengan hanya 41 poin di tangan.
Padahal di musim lalu dengan Thiago Motta, Juventus masih tampil cukup solid. Mereka mencetak 43 gol dan hanya kebobolan 21—lebih baik dibanding musim ini yang sudah kemasukan 25 gol.
Perbedaan paling mencolok terletak pada kekalahan yang dialami. Di tangan Motta, Juventus hanya kalah sekali dari 26 laga perdana meski meraih 13 hasil imbang.
Musim ini, Si Nyonya Hitam sudah menelan enam kekalahan di Serie A. Ini menunjukkan bahwa masalah Juventus bukan sekadar soal hasil akhir, tapi juga konsistensi performa.
Thiago Motta Lebih Baik dari Tudor dan Spalletti

Motta dipecat setelah 29 pertandingan pada Maret tahun lalu saat Juventus terpuruk. Kala itu mereka dihantam kekalahan telak dari Atalanta dan Fiorentina plus tersingkir dari Liga Champions.
Namun angka berbicara lain jika melihat kontribusi Motta secara keseluruhan. Penggantinya, Igor Tudor, hanya mampu meraih rata-rata 1,50 poin per laga di awal musim ini.
Luciano Spalletti yang kini menukangi Juventus mencatat rata-rata 1,82 poin per pertandingan. Catatan ini sebenarnya lebih baik dari Tudor, tapi tetap tak bisa mengangkat tim ke papan atas.
Rentetan Hasil Buruk di Semua Kompetisi
Juventus kini telah kalah dalam empat dari lima laga terakhir di semua ajang. Di Serie A saja, mereka menelan dua kekalahan dan satu hasil imbang dalam tiga pertandingan terakhir.
Ini adalah tren yang sangat mengkhawatirkan bagi tim sekelas Juventus. Target finis di empat besar dan lolos ke Liga Champions mulai terlihat sulit diraih.
Para pengganti Motta ternyata tak mampu membawa perubahan signifikan. Tudor bertahan hanya sampai akhir Oktober sebelum akhirnya dipecat karena hasil mengecewakan.
Spalletti pun belum menunjukkan progress yang berarti sejak mengambil alih kursi kepelatihan. Masalah di lini belakang dan inkonsistensi lini depan masih menjadi pekerjaan rumah besar.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Liga Champions Minggu Ini: Misi Berat Juventus dan Inter
Liga Champions 24 Februari 2026, 19:19
-
Prediksi Juventus vs Galatasaray 26 Februari 2026
Liga Champions 24 Februari 2026, 17:04
-
Juventus Mengejar Harapan, Galatasaray Siap Menjegal
Liga Champions 24 Februari 2026, 13:36
LATEST UPDATE
-
Karakter Impian Pratama Arhan di Persija: Pekerja Keras dan Disiplin
Bola Indonesia 10 Juli 2026, 19:23
-
Prancis di Piala Dunia 2026: Terbaik, Skilful, dan Paling Berbahaya
Piala Dunia 10 Juli 2026, 17:53
-
Herdman Ingin Bawa Timnas Indonesia Angkat Trofi Piala AFF 2026
Bola Indonesia 10 Juli 2026, 17:37
-
Hadapi Musim yang Padat, Persib Kelola Fisik dan Mental
Bola Indonesia 10 Juli 2026, 16:58
-
Luis De La Fuente: Belgia Dulu, Baru Prancis!
Piala Dunia 10 Juli 2026, 15:00
-
Romelu Lukaku: Belgia Punya Semua yang Dibutuhkan untuk Jegal Spanyol!
Piala Dunia 10 Juli 2026, 14:30
-
AC Milan Segera Rampungkan Rekrutan Kedua di Musim Panas Ini
Liga Italia 10 Juli 2026, 14:06
-
Pelatih Ungkap Alasan Persib Bandung Terus Buru Pemain Baru
Bola Indonesia 10 Juli 2026, 13:34
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

























KOMENTAR