
Bola.net - Inter Milan harus menelan pil pahit saat menjamu Arsenal di Giuseppe Meazza, Rabu (21/1/2026) dini hari WIB. Pasukan Cristian Chivu takluk dengan skor meyakinkan 1-3 dalam lanjutan Liga Champions.
Kekalahan ini membuka mata sang pelatih tentang jurang kualitas yang ada. Chivu secara terbuka mengakui keunggulan teknis dan fisik dari wakil Inggris tersebut.
Arsenal tampil sangat dominan dengan intensitas tinggi sepanjang laga. Chivu menilai lawannya memiliki segalanya untuk memenangkan pertandingan krusial ini.
Mereka unggul dalam penguasaan ruang dan kecepatan sirkulasi bola. Hal ini membuat Nerazzurri kesulitan mengembangkan permainan terbaik mereka.
"Mereka punya intensitas, teknik, dan kecepatan yang lebih baik, mereka menguasai ruang dengan baik," ujar Cristian Chivu.
"Mereka menyerang garis pertahanan dengan intensitas dan kecepatan, begitu juga dengan bola kedua, karena mereka terjun ke setiap duel," sambungnya kepada Sky Sport Italia.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Momen Krusial dan Keberuntungan

Inter sebenarnya sempat memberikan perlawanan sengit di babak pertama. Skor imbang sempat tercipta sebelum The Gunners kembali menjauh.
Namun, Chivu menyoroti momen gol dari sepak pojok Arsenal yang meruntuhkan mental tim. Bola mati Arsenal memang menjadi senjata mematikan malam itu.
"Kami juga tidak beruntung pada gol dari tendangan sudut itu, di mana bola memantul dari mistar dan mengenai kepala pemain Arsenal," jelas Chivu.
"Di babak kedua, Arsenal meningkatkan tingkat fokus dan juga sedikit lebih rendah hati, karena ada sedikit arogansi dari mereka di babak pertama," tambah sang pelatih.
Perbedaan Kualitas Liga
Kekalahan ini menyadarkan Chivu akan perbedaan level kompetisi. Premier League dinilai memiliki ritme yang jauh berbeda dibandingkan Serie A.
Arsenal mampu menekan dari segala sisi tanpa henti. Kualitas individu pemain seperti Bukayo Saka dan Leandro Trossard menjadi mimpi buruk pertahanan Inter.
"Ketika para pemain Arsenal ini datang dan mengepung Anda, mereka menyerang dari segala sudut, mereka mengurung Anda," tutur Chivu.
"Saya tidak akan menunjukkan berapa banyak uang yang mereka habiskan, karena itu akan terlalu klise, tetapi Premier League memang memiliki jenis intensitas dan kecepatan yang sangat berbeda dengan sepak bola Italia," pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Live Streaming Newcastle vs PSV - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Marseille vs Liverpool - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Juventus vs Benfica - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Chelsea vs Pafos - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
LATEST UPDATE
-
Hasil Man City vs Brighton: The Citizens Tumbang 0-1 di Etihad
Liga Inggris 1 November 2026, 05:33
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



















KOMENTAR