
Bola.net - Laga final Liga Champions 2025/2026 antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Arsenal sempat dihentikan sejenak pada menit ke-23 di Puskas Arena, Budapest, Sabtu (30/5/2026) malam WIB.
Keputusan tersebut membuat banyak penonton bertanya-tanya karena pertandingan belum memasuki menit ke-30, yang biasanya menjadi momen water break dalam laga sepak bola.
Saat pertandingan dihentikan sementara, Arsenal sedang unggul 1-0 atas PSG pada babak pertama. Para pemain dari kedua tim memanfaatkan kesempatan itu untuk minum dan menerima instruksi singkat dari staf pelatih di pinggir lapangan.
Water break tersebut ternyata dilakukan sebagai bagian dari protokol perlindungan pemain yang diterapkan UEFA ketika kondisi cuaca dianggap berpotensi memengaruhi performa dan kesehatan pemain.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Bukan Hal Baru di Kompetisi UEFA

UEFA memang memiliki aturan khusus terkait cooling break atau water break dalam pertandingan yang dimainkan pada suhu tinggi.
Dalam regulasi medis UEFA, wasit diberi kewenangan untuk menghentikan pertandingan sementara guna memberikan kesempatan pemain melakukan rehidrasi dan menurunkan suhu tubuh.
Secara umum, jeda pendinginan biasanya dilakukan satu kali di setiap babak ketika kondisi cuaca ekstrem terjadi. Waktu pelaksanaannya tidak selalu sama karena keputusan akhir berada di tangan wasit berdasarkan situasi di lapangan dan rekomendasi medis.
Pada final di Budapest kali ini, suhu di sekitar stadion dilaporkan mencapai sekitar 24 derajat Celsius saat pertandingan berlangsung.
Meski angka tersebut tidak tergolong ekstrem dibanding standar resmi UEFA untuk cooling break, faktor lain seperti kelembapan, intensitas aktivitas pemain, serta kondisi cuaca sepanjang hari dapat menjadi pertimbangan petugas pertandingan.
Apa Tujuan Water Break?

Tujuan utama water break adalah menjaga kondisi fisik pemain selama pertandingan berlangsung.
Dalam sepak bola modern yang menuntut intensitas tinggi, kehilangan cairan tubuh dapat berdampak langsung pada performa, konsentrasi, hingga risiko cedera.
Selain untuk mencegah dehidrasi, jeda singkat tersebut juga membantu menurunkan suhu inti tubuh pemain sehingga risiko kram maupun kelelahan dapat ditekan.
Berbagai panduan medis sepak bola internasional juga menekankan pentingnya cooling break ketika kondisi panas mulai memengaruhi pemain.
Di sisi lain, momen itu sering dimanfaatkan pelatih untuk memberikan instruksi taktik tambahan. Dalam pertandingan sebesar final Liga Champions, jeda dua hingga tiga menit bisa menjadi kesempatan penting untuk memperbaiki organisasi permainan atau merespons situasi yang berkembang di lapangan.
Waktu Tambahan Tetap Diberikan
Penghentian pertandingan untuk water break tidak mengurangi durasi normal pertandingan. Waktu yang terpakai selama jeda akan dimasukkan ke injury time pada akhir babak.
Karena itu, meski laga PSG vs Arsenal sempat dihentikan pada menit ke-23, durasi pertandingan tetap akan berjalan sesuai regulasi. Wasit nantinya akan menambahkan waktu yang hilang ke masa tambahan waktu di penghujung babak pertama maupun babak kedua.
Arsenal untuk sementara unggul 1-0 atas PSG di babak pertama final Liga Champions kali ini. Gol Kai Havertz di menit ke-6 jadi satu-satunya pembeda antara kedua tim.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Analisis Taktik: Kendali Permainan PSG, Pertahanan Sayap Arsenal
Liga Champions 31 Mei 2026, 19:00
-
Mengulas 3 Keputusan VAR di Final Liga Champions PSG vs Arsenal
Liga Champions 31 Mei 2026, 18:30
-
Odegaard Puji Sikap Marquinhos kepada Gabriel
Liga Champions 31 Mei 2026, 18:08
-
Mentalitas Dinasti PSG dan Target Hat-trick Juara Liga Champions
Liga Champions 31 Mei 2026, 17:54
LATEST UPDATE
-
Rapor Pemain AC Milan Saat Ditahan Imbang Juventus: Cisse Brillian, De Winter Solid!
Liga Italia 7 September 2026, 08:30
-
Comeback di Menit Akhir, Luciano Spalletti Acungi Jempol Perjuangan Juventus
Liga Italia 7 September 2026, 08:00
-
Rapor Pemain Chelsea Usai Kalah dari Arsenal: Rogers Menjanjikan, Palmer Tenggelam!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:45
-
Pengakuan Jujur Ruben Amorim: AC Milan Tidak Layak Menang Lawan Juventus!
Liga Italia 7 September 2026, 07:30
-
Rapor Pemain Arsenal usai Comeback Lawan Chelsea: Saka Mematikan, Odegaard Pembeda!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:15
-
Cetak Gol Tapi MU Gagal Menang, Perasaan Benjamin Sesko Campur Aduk
Liga Inggris 7 September 2026, 07:00
-
Barcelona Hancurkan Valencia, Hansi Flick Full Senyum!
Liga Spanyol 7 September 2026, 06:30
-
Kena Comeback Arsenal, Xabi Alonso Akui Chelsea Sempat Lengah
Liga Inggris 7 September 2026, 05:45
-
Bekuk Chelsea, Mikel Arteta Sanjung Mental Juara Arsenal
Liga Inggris 7 September 2026, 05:15
-
Man of the Match Juventus vs AC Milan: Francisco Conceicao
Liga Italia 7 September 2026, 04:34
-
Hasil Juventus vs AC Milan: Gol Telat Gatti Buyarkan Kemenangan Rossoneri!
Liga Italia 7 September 2026, 04:25
-
Man of the Match Arsenal vs Chelsea: Martin Odegaard
Liga Inggris 7 September 2026, 00:53
-
Hasil Arsenal vs Chelsea: The Gunners Comeback dan Menang di Derby London
Liga Inggris 7 September 2026, 00:27
-
Tempat Menonton Juventus vs AC Milan di Serie A, 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:59
-
Link Streaming Juventus vs AC Milan 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:45
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
























KOMENTAR