
Bola.net - PSG berhasil menjuarai Liga Champions setelah bermain imbang 1-1 melawan Arsenal dan menang 4-3 lewat adu penalti. Laga final berlangsung ketat dengan beberapa keputusan wasit yang memicu perdebatan sepanjang pertandingan.
Selain hasil akhir, perhatian juga tertuju pada sejumlah insiden di area penalti yang melibatkan kedua tim. Teknologi VAR bekerja intensif untuk meninjau beberapa keputusan penting yang berpotensi mengubah jalannya pertandingan.
Pada akhirnya, seluruh keputusan utama di lapangan dipertahankan setelah pemeriksaan video. Salah satu momen yang paling banyak diperbincangkan adalah duel antara Nuno Mendes dan Noni Madueke di kotak penalti PSG.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
VAR Tolak Tuntutan Penalti PSG atas Handball Saka
PSG sempat meminta penalti ketika bola hasil sapuan Bukayo Saka mengenai kedua lengannya di dalam kotak penalti Arsenal. Namun, wasit Daniel Siebert langsung melanjutkan permainan tanpa memberikan hukuman.
VAR kemudian melakukan pemeriksaan singkat dan mendukung keputusan tersebut. Berdasarkan aturan handball, pelanggaran tidak terjadi apabila pemain secara tidak sengaja memainkan bola ke tangan atau lengannya sendiri setelah melakukan aksi terhadap bola.
Situasi yang melibatkan Saka dinilai masuk dalam kategori tersebut. Posisi lengannya juga dianggap normal dan wajar ketika berusaha mengantisipasi arah bola.
Penalti untuk PSG Dinilai Jelas dan Sesuai Aturan
Keputusan memberikan penalti kepada PSG terjadi setelah Cristhian Mosquera menjatuhkan Khvicha Kvaratskhelia di area terlarang. Wasit menilai bek Arsenal itu melakukan pelanggaran saat mencoba menghentikan pergerakan lawannya.
VAR tidak membutuhkan waktu lama untuk mengonfirmasi keputusan tersebut. Tayangan ulang memperlihatkan Mosquera gagal menyentuh bola dan justru mengenai kaki Kvaratskhelia.
Arsenal sempat mempertanyakan mengapa Mosquera tidak menerima kartu kuning kedua. Akan tetapi, aturan menyatakan pelanggaran ceroboh yang berujung penalti tidak otomatis menghasilkan kartu kuning tambahan kecuali tindakan itu dinilai gegabah oleh wasit.
Duel Mendes dan Madueke Jadi Momen Paling Diperdebatkan
Arsenal juga mengajukan protes keras ketika Noni Madueke terjatuh setelah mendapat tekanan dari Nuno Mendes di kotak penalti PSG. Siebert kembali memilih untuk tidak menunjuk titik putih dan membiarkan pertandingan berlanjut.
VAR melakukan pemeriksaan lebih lama dibanding insiden lainnya. Rekaman pertandingan memperlihatkan adanya kontak dari Mendes, tetapi Madueke lebih dulu mengunci lengan lawannya sebelum kedua pemain kehilangan keseimbangan.
Fakta tersebut menjadi alasan utama VAR mempertahankan keputusan awal wasit. Situasi itu dinilai lebih menyerupai perebutan posisi dan kontak antarpemain daripada pelanggaran yang jelas.
Meski demikian, Mendes dianggap cukup beruntung lolos dari hukuman penalti. Tantangannya tetap terlihat ceroboh, sehingga apabila wasit memberikan penalti sejak awal, kemungkinan besar VAR juga tidak memiliki bukti kuat untuk membatalkan keputusan tersebut.
Dengan demikian, tiga insiden utama dalam final ini berakhir dengan dukungan penuh dari VAR. PSG pun memastikan gelar Liga Champions setelah melewati pertandingan yang tidak hanya ditentukan kualitas permainan, tetapi juga ketepatan penerapan aturan pertandingan.
Sumber: ESPN
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Analisis Taktik: Kendali Permainan PSG, Pertahanan Sayap Arsenal
Liga Champions 31 Mei 2026, 19:00
-
Mengulas 3 Keputusan VAR di Final Liga Champions PSG vs Arsenal
Liga Champions 31 Mei 2026, 18:30
-
Odegaard Puji Sikap Marquinhos kepada Gabriel
Liga Champions 31 Mei 2026, 18:08
-
Mentalitas Dinasti PSG dan Target Hat-trick Juara Liga Champions
Liga Champions 31 Mei 2026, 17:54
LATEST UPDATE
-
Manchester United Hidupkan Lagi Minat pada Bintang Berbakat Barcelona Ini
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 22:18
-
Michael Carrick Tidak Terkejut Dirinya Tidak Jadi Dipecat Manchester United
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:58
-
Goncalo Ramos Kesulitan di AC Milan: Transfer 73 Juta Euro Belum Mampu jadi Mesin Gol
Liga Italia 29 Oktober 2026, 21:44
-
Michael Carrick Girang Kobbie Mainoo Sudah Pulih, Tapi Prihatin dengan Kondisi Sesko
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:40
-
Michael Carrick Benarkan Sudah Berdamai dengan Bruno Fernandes
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:30
-
Dianggurin Chelsea, PSG Siap Tampung Estevao
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:20
-
Reaksi Juventus Usai Kalah dari Genoa: Gelar 'Retreat' Selama 2 Hari!
Liga Italia 29 Oktober 2026, 21:15
-
Roy Keane Senang Michael Carrick Tidak Jadi Dipecat, Tapi....
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:07
-
Setelah Chelsea, Liverpool Bidik Arsenal Sebagai Korban Berikutnya!
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 20:58
-
Prediksi BRI Super League: Persebaya vs Persijap 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 20:06
-
Prediksi BRI Super League: Java United vs Bhayangkara FC 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 20:02
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
























KOMENTAR