
Bola.net - Ketegangan tinggi mewarnai kemenangan penting Arsenal atas Atletico Madrid dalam leg kedua semifinal Liga Champions. Pelatih Atletico, Diego Simeone, tertangkap kamera mendorong direktur olahraga Arsenal, Andrea Berta, dalam insiden panas di penghujung pertandingan.
Arsenal memastikan tiket ke final kompetisi elite Eropa untuk pertama kalinya dalam dua dekade setelah menang 1-0 pada laga di Emirates Stadium. Gol tunggal Bukayo Saka memastikan The Gunners unggul agregat 2-1 atas wakil Spanyol tersebut.
Insiden antara Simeone dan Berta terjadi saat laga memasuki menit-menit akhir. Berta terlihat berjalan dari area lorong menuju pinggir lapangan, diduga untuk menanyakan waktu tambahan. Situasi itu memancing reaksi Simeone yang langsung menghampiri mantan koleganya tersebut.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Ulah Diego Simeone
Dalam tayangan ulang, Simeone tampak mendorong Berta hingga memicu kericuhan kecil di area teknis. Ofisial keempat bersama sejumlah staf segera turun tangan untuk melerai keduanya. Beruntung, situasi cepat mereda dan tidak berkembang menjadi konflik lebih besar.
Meski sempat memanas, suasana kembali kondusif setelah peluit panjang dibunyikan. Para pemain Arsenal merayakan keberhasilan mereka di atas lapangan tanpa gangguan lanjutan dari kubu Atletico.
Simeone sendiri memang dikenal sebagai sosok penuh gairah sejak masih aktif sebagai pemain. Salah satu momen paling diingat adalah ketika ia bersitegang dengan David Beckham pada Piala Dunia 1998. Karakter emosional itu tampaknya masih terbawa hingga karier kepelatihannya.
Kontroversi lain juga muncul dari laga ini, terutama terkait keputusan VAR pada leg pertama di Madrid. Saat itu, Arsenal sempat mendapatkan hadiah penalti setelah Eberechi Eze dijatuhkan oleh David Hancko di kotak terlarang. Namun, wasit asal Belanda, Danny Makkelie, membatalkan keputusannya setelah meninjau ulang melalui monitor VAR.
Kecaman untuk Simeone
Komentator TNT Sports, Steve McManaman, mengecam keras sikap Simeone dan stafnya dalam momen tersebut. Ia menilai tekanan berlebihan terhadap ofisial pertandingan memengaruhi keputusan wasit.
“Perilaku Simeone dan asistennya saat wasit menuju monitor sangat buruk. Tekanan yang terus-menerus terhadap ofisial keempat jelas tidak pantas,” ujar McManaman.
Pandangan serupa disampaikan mantan bek Arsenal, Martin Keown. Ia menilai VAR telah terlalu jauh mengintervensi keputusan di lapangan, dan menyebut wasit seharusnya tetap berpegang pada keputusan awalnya.
“Tidak ada kesalahan yang jelas dan nyata. Wasit seharusnya tidak perlu melihat ulang. Saya rasa dia terpengaruh tekanan yang terjadi di sekitar lapangan,” kata Keown.
Simeone dan Berta Berkawan Erat
Menariknya, hubungan antara Simeone dan Berta sebenarnya cukup erat. Keduanya pernah bekerja bersama di Atletico Madrid sejak 2013 hingga 2025. Bahkan, Simeone sempat memuji kontribusi Berta saat sang direktur meninggalkan klub tahun lalu.
Di sisi lain, laga tersebut juga diwarnai kartu kuning untuk Simeone dan pelatih Arsenal, Mikel Arteta, yang sama-sama menunjukkan emosi tinggi sepanjang pertandingan.
Kemenangan ini membawa Arsenal selangkah lagi menuju gelar Liga Champions, sementara Atletico harus kembali gigit jari setelah gagal melangkah ke partai puncak.
Jangan Lewatkan!
- Kontroversi Arsenal vs Atletico Madrid: David Beckham Sebut Tim Tamu Harusnya Dapat Penalti
- 5 Fakta Kesuksesan Arsenal Lolos ke Final Liga Champions: Ke Final Pertama Sejak 2006 dengan Catatan Unbeaten
- Rapor Pemain Arsenal Saat Bungkam Atletico Madrid untuk Lolos ke Final Liga Champions: Bukayo Saka Sang Pahlawan
- Man of the Match Arsenal vs Atletico Madrid: Declan Rice
- Hasil Arsenal vs Atletico Madrid: The Gunners Kembali ke Final Liga Champions Setelah 20 Tahun
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
AC Milan Segera Perpanjang Kontrak Christian Pulisic
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:13
-
Jadwal Siaran Langsung Persib vs Melbourne Victory di ACL Two di RCTI
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 19:00
-
Bernardo Tavares Ingin Persebaya Punya Identitas Bermain Agresif
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 18:39
-
Sisi Versatile Rizky Ridho yang Dioptimalkan Shin Tae-yong
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 18:30
-
Hasil BRI Super League: Kartu Merah Warnai Kemenangan Borneo FC atas PSS
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 17:30
-
BRI Kepanjen Salurkan KUR Rp496 Miliar kepada 10 Ribu Nasabah, Dorong UMKM Naik Kelas
News 27 Oktober 2026, 17:27
-
Ini Satu Hal yang Buat Lamine Yamal Kalah dari Harry Kane dalam Ballon d'Or 2026
Liga Champions 27 Oktober 2026, 15:49
-
Barcelona Lewatkan Kesempatan Rekrut Bomber Tajam Club Brugge, Kini Menyesal?
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 15:42
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
























KOMENTAR