
Bola.net - Final Liga Champions antara Arsenal dan PSG kembali diwarnai kontroversi. Kali ini, sorotan tertuju pada keputusan wasit yang menolak klaim penalti Arsenal pada masa perpanjangan waktu.
Mikel Arteta dan Declan Rice menjadi dua sosok yang paling vokal menyampaikan protes. Keduanya bahkan harus menerima kartu kuning setelah meluapkan ketidakpuasan kepada perangkat pertandingan.
Insiden tersebut menambah daftar keputusan kontroversial dalam laga yang berlangsung ketat sejak menit awal dan memaksa kedua tim bertarung hingga extra time.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Arsenal Kecewa Setelah Klaim Penalti Ditolak

Momen yang memicu kemarahan kubu Arsenal terjadi pada menit ke-103. Noni Madueke terjatuh di dalam kotak penalti PSG setelah terlibat kontak dengan Nuno Mendes.
Para pemain Arsenal langsung meminta hadiah penalti. Mereka juga mendesak agar VAR meninjau ulang insiden tersebut melalui monitor di pinggir lapangan.
Namun, wasit Daniel Siebert tetap bergeming dan VAR tidak melakukan intervensi. Keputusan itu memicu reaksi keras dari para pemain dan staf Arsenal.
Declan Rice akhirnya menerima kartu kuning karena terus memprotes keputusan tersebut. Mikel Arteta juga mendapat hukuman serupa, bahkan sempat terlihat ditarik kembali ke area bangku cadangan oleh stafnya agar tidak menerima sanksi lebih berat.
Arsenal Dirugikan Keputusan Wasit?

Keputusan wasit itu turut mengundang perdebatan di kalangan pengamat pertandingan. Komentator TNT Sports, Ally McCoist, mengaku cenderung memberikan penalti untuk Arsenal meski mengakui ada kontak dari Madueke terhadap lawannya.
"Saya rasa saya akan memberikan penalti untuk itu. Satu-satunya hal adalah jika melihat lengan kiri Madueke, dia juga terlihat melakukan kontak," kata McCoist.
Mantan gelandang Liverpool, Steven Gerrard, juga menilai Arsenal memiliki alasan untuk merasa dirugikan. Menurutnya, Madueke berhasil lebih dulu mencapai bola sebelum terjadi kontak dengan Mendes.
"Ya, memang ada sedikit tarikan dari Madueke kepada Mendes. Namun yang dia lakukan sangat baik, dia lebih dulu mencapai bola, kecepatannya luar biasa untuk melewati lawannya."
"Menurut saya itu tindakan yang sangat ceroboh dari Mendes. Saya juga melihat ada kontak. Dalam pandangan saya, Arsenal bisa merasa dirugikan."
Laga Sarat Kontroversi Sejak Waktu Normal
Sebelum insiden Madueke, pertandingan sudah diwarnai sejumlah keputusan penting. Kai Havertz membawa Arsenal unggul cepat pada menit kelima dan membuat tim asuhan Arteta tampil lebih tenang.
PSG sempat merasa layak mendapatkan penalti pada menit ke-16 ketika bola hasil sepak pojok mengenai kedua tangan Bukayo Saka di dalam kotak penalti. Namun, Siebert menolak seluruh klaim yang diajukan kubu PSG.
Tim asuhan Luis Enrique kemudian perlahan menguasai jalannya pertandingan. Pada menit ke-63, Khvicha Kvaratskhelia dijatuhkan Cristhian Mosquera di area penalti Arsenal dan kali ini Siebert langsung menunjuk titik putih.
Keputusan tersebut tetap dipertahankan setelah tinjauan VAR. Ousmane Dembele sukses menjalankan tugasnya sebagai eksekutor dan menyamakan kedudukan bagi PSG.
Setelah itu, kedua tim gagal mencetak gol tambahan di waktu normal meski David Raya beberapa kali melakukan penyelamatan penting.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Man of the Match PSG vs Arsenal: Vitinha
Liga Champions 31 Mei 2026, 02:27
-
Selamat, PSG Juara Liga Champions 2025/2026
Liga Champions 31 Mei 2026, 02:14
-
Gol Spesial Kai Havertz di Final Liga Champions
Liga Champions 31 Mei 2026, 00:35
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Pernah Berseragam PSG dan Arsenal, Ada Mikel Arteta
Editorial 29 Mei 2026, 14:23
-
3 Alasan Chelsea Sebaiknya Jual Enzo Fernandez Musim Panas Ini
Editorial 28 Mei 2026, 14:04


















KOMENTAR