Kontroversi Handball Warnai Babak Pertama Final Liga Champions PSG vs Arsenal, Dua Keputusan Wasit Jadi Sorotan

Kontroversi Handball Warnai Babak Pertama Final Liga Champions PSG vs Arsenal, Dua Keputusan Wasit Jadi Sorotan
Pemain Arsenal, Declan Rice, berebut bola dengan pemain PSG, Vitinha, dalam pertandingan final Liga Champions di Budapest, Hungaria, Sabtu (30/5/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Petr Josek

Bola.net - Final Liga Champions 2025/2026 antara PSG dan Arsenal di Puskas Arena, Budapest, tidak hanya menghadirkan tensi tinggi di atas lapangan. Babak pertama juga diwarnai dua kontroversi handball yang langsung memicu perdebatan panas di media sosial.

Arsenal untuk sementara unggul 1-0 hingga turun minum berkat gol Kai Havertz pada menit keenam. Namun, proses gol tersebut serta satu insiden di kotak penalti Arsenal menjadi bahan perbincangan besar di kalangan suporter kedua tim.

Wasit asal Jerman, Daniel Siebert, menjadi pusat perhatian setelah memutuskan untuk tidak menghukum dua kejadian yang dianggap kontroversial oleh banyak pihak.

Keputusan tersebut bahkan langsung memancing reaksi beragam di platform X dan Instagram selama pertandingan berlangsung.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

1 dari 2 halaman

Gol Kai Havertz Diprotes karena Dugaan Handball Trossard

Khvicha Kvaratskhelia dikawal Piero Hincapie dan Gabriel Magalhaes dalam laga final Liga Champions antara PSG vs Arsenal di Puskas Arena, Budapest, 30 Mei 2026 (c) AP Photo/Petr Josek

Khvicha Kvaratskhelia dikawal Piero Hincapie dan Gabriel Magalhaes dalam laga final Liga Champions antara PSG vs Arsenal di Puskas Arena, Budapest, 30 Mei 2026 (c) AP Photo/Petr Josek

Kontroversi pertama terjadi dalam proses terciptanya gol Arsenal. Sebelum bola jatuh ke kaki Kai Havertz yang kemudian menaklukkan kiper PSG, tayangan ulang menunjukkan bola sempat mengenai tubuh Leandro Trossard.

Sejumlah suporter PSG meyakini bola lebih dulu menyentuh tangan pemain asal Belgia tersebut sehingga gol seharusnya dianulir.

Meski begitu, wasit dan VAR tetap mengesahkan gol itu. Berdasarkan tayangan yang beredar, bola lebih dulu ditembak keras Marquinhos dari jarak sangat dekat sebelum memantul ke area dada dan lengan Trossard.

Situasi tersebut dinilai sebagai kontak yang tidak disengaja karena jarak antarpemain sangat dekat dan posisi tangan Trossard berada dekat dengan tubuhnya. Meski demikian, keputusan itu tetap memicu perdebatan besar di media sosial.

Banyak akun di X menyebut Arsenal mendapat keuntungan dari keputusan tersebut, sementara sebagian lainnya menilai keputusan wasit sudah sesuai dengan interpretasi handball terbaru UEFA.

2 dari 2 halaman

PSG Merasa Dirugikan Usai Saka Lolos dari Hukuman Penalti

Marquinhos dan Kai Havertz berebut bola dalam laga final Liga Champions antara PSG vs Arsenal di Puskas Arena, Budapest, 30 Mei 2026 (c) AP Photo/Armin Durgut

Marquinhos dan Kai Havertz berebut bola dalam laga final Liga Champions antara PSG vs Arsenal di Puskas Arena, Budapest, 30 Mei 2026 (c) AP Photo/Armin Durgut

Kontroversi kedua muncul sekitar 10 menit setelah gol Havertz. PSG mengajukan protes keras ketika sebuah bola liar hasil sepak pojok terlihat mengenai tangan Bukayo Saka di dalam kotak penalti Arsenal.

Dalam tayangan ulang, Saka terlihat gagal menyapu bola dengan sempurna sebelum bola memantul ke bagian dada lalu mengenai lengan kanannya.

Komentator TNT Sports, Ally McCoist, bahkan sempat menyebut bola memang mengenai tangan Saka saat menanggapi tayangan ulang insiden tersebut.

Meski demikian, wasit Daniel Siebert langsung mengabaikan klaim penalti para pemain PSG. VAR juga tidak meminta sang wasit meninjau ulang kejadian tersebut di monitor pinggir lapangan.

Diyakini keputusan itu kemungkinan diambil karena bola terlebih dahulu mengenai tubuh Saka sebelum menyentuh lengannya. Dalam interpretasi aturan handball saat ini, kontak semacam itu sering dianggap sebagai pantulan alami dan bukan pelanggaran yang layak dihukum penalti.

Meski ada penjelasan tersebut, reaksi keras tetap bermunculan di media sosial. Sejumlah suporter PSG menyebut tim mereka seharusnya mendapat penalti, sementara pendukung Arsenal menilai keputusan wasit sudah tepat karena tidak ada unsur kesengajaan dari Saka.

Hingga jeda pertandingan, Arsenal masih memimpin 1-0 atas PSG melalui gol Kai Havertz. Namun, terlepas dari keunggulan The Gunners, perdebatan mengenai dua insiden handball itu tampaknya masih akan terus berlanjut bahkan setelah laga berakhir.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL