
Bola.net - Frank Lampard mengaku seluruh penggawa Chelsea tak pernah terpikir bisa masuk ke final Liga Champions, terutama setelah kekalahan dari Napoli tiga bulan lalu.
Gelandang berusia 33 tahun itu hanya bisa menyaksikan dari bangku cadangan ketika The Blues dipecundangi tuan rumah 3-1 di Naples, namun pergantian manajer mengubah nasibnya dan Chelsea di leg kedua di mana mereka menang 4-1 dan Lampard mencetak salah satu gol dari titik putih.
Setelahnya mereka dengan gagah berani mendepak Benfica dan juara bertahan sekaligus favorit, Barcelona. Dan untuk melengkapi perjalanan mereka yang luar biasa, sudah menunggu lawan terakhir di Allianz Arena pekan ini - Bayern Munich.
"Kami mengalami kesulitan di Naples, Anda bisa lihat itu. Anda tak akan melihat ke depan dan melihat hal ini sekarang. Anda boleh cukup berpengalaman untuk memahami semuanya bisa berubah, tapi malam itu saya tak merasa satupun dari kami berpikir begitu," akunya.
"Kami terdiam di ruang ganti setelahnya dan butuh upaya besar dalam tiga pekan di antara pertandingan untuk membalikkan keadaan. Laga kandang itu titik balik yang begitu penting dalam musim kami - bahkan itulah titik balik terbesar kami."
"Tapi saya selalu tahu sebagai kelompok, kami punya kualitas. Kami tak terlalu dijagokan bisa sampai sejauh ini. Melawan Napoli dan kemudian bertemu Barcelona, orang tak akan menjagokan kami," sambungnya.
"Kami menikmati perasaan mengalahkan tim terbaik, karena Barcelona jelas sudah jadi yang terbaik untuk waktu yang lama. Namun kami cukup pintar untuk tahu bahwa, jika Anda kalah di final, orang akan segera melupakan semifinal dan perempat final." (sun/row)
Gelandang berusia 33 tahun itu hanya bisa menyaksikan dari bangku cadangan ketika The Blues dipecundangi tuan rumah 3-1 di Naples, namun pergantian manajer mengubah nasibnya dan Chelsea di leg kedua di mana mereka menang 4-1 dan Lampard mencetak salah satu gol dari titik putih.
Setelahnya mereka dengan gagah berani mendepak Benfica dan juara bertahan sekaligus favorit, Barcelona. Dan untuk melengkapi perjalanan mereka yang luar biasa, sudah menunggu lawan terakhir di Allianz Arena pekan ini - Bayern Munich.
"Kami mengalami kesulitan di Naples, Anda bisa lihat itu. Anda tak akan melihat ke depan dan melihat hal ini sekarang. Anda boleh cukup berpengalaman untuk memahami semuanya bisa berubah, tapi malam itu saya tak merasa satupun dari kami berpikir begitu," akunya.
"Kami terdiam di ruang ganti setelahnya dan butuh upaya besar dalam tiga pekan di antara pertandingan untuk membalikkan keadaan. Laga kandang itu titik balik yang begitu penting dalam musim kami - bahkan itulah titik balik terbesar kami."
"Tapi saya selalu tahu sebagai kelompok, kami punya kualitas. Kami tak terlalu dijagokan bisa sampai sejauh ini. Melawan Napoli dan kemudian bertemu Barcelona, orang tak akan menjagokan kami," sambungnya.
"Kami menikmati perasaan mengalahkan tim terbaik, karena Barcelona jelas sudah jadi yang terbaik untuk waktu yang lama. Namun kami cukup pintar untuk tahu bahwa, jika Anda kalah di final, orang akan segera melupakan semifinal dan perempat final." (sun/row)
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Di Matteo: Taktik Negatif? Yang Penting Chelsea di Final
Liga Champions 18 Mei 2012, 23:00
-
Heynckes: Para Veteran Chelsea Membahayakan
Liga Champions 18 Mei 2012, 20:30
-
Lampard: Chelsea Tak Mengira Bisa Masuk Final
Liga Champions 18 Mei 2012, 19:30
-
Ballack: Bayern Lebih Favorit Juara
Liga Champions 18 Mei 2012, 18:30
-
Gullit: Abramovich Ingin Chelsea Kalah di Final
Liga Champions 18 Mei 2012, 17:30
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs PSIM 22 Mei 2026
Bola Indonesia 21 Mei 2026, 14:11
-
Gak Laku! Rafael Leao Ditolak Arsenal, MU, dan Barcelona
Liga Italia 21 Mei 2026, 11:45
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25
























KOMENTAR