Bola.net - Kaka adalah salah satu pemain terbaik dalam sejarah. Mantan bintang Brasil itu mencetak sederet gol indah sepanjang kariernya. Satu mahakaryanya dia ciptakan dengan seragam AC Milan. Masterpiece itu dia buat dengan Old Trafford sebagai 'kanvasnya'.
Semifinal Liga Champions 2006/07, Manchester United kontra AC Milan. Old Trafford, 24 April 2007, Manchester United bertindak sebagai tuan rumah leg pertama.
Manchester United menang 3-2, di mana Cristiano Ronaldo menyumbang satu gol, dan Wayne Rooney memborong dua. Namun, Milan membawa pulang dua gol tandang yang berharga.
😮🔙 Which team was better in 2007 ❓
— Globe Soccer Awards (@Globe_Soccer) July 8, 2019
1️⃣ 🌟AC Milan🌟
2️⃣ 🌟Manchester United🌟#acmilan #mufc pic.twitter.com/hhjxQvGybT
Dua gol Milan itu semuanya diciptakan oleh Kaka. Dari dua gol itu, gol yang kedua diakui sebagai salah satu gol Liga Champions terbaik sepanjang masa.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Empat Sentuhan, Empat Pemain Dia Taklukkan
Kaka mencetak gol spektakuler itu cuma dengan empat sentuhan. Hanya dengan empat sentuhan, dia menaklukkan empat pemain lawan.
Empat pemain tersebut adalah gelandang Darren Fletcher, duo bek Gabriel Heinze dan Patrice Evra, serta penjaga gawang Edwin van der Sar.
Sentuhan pertama adalah sundulan meneruskan operan panjang dari kiper Dida untuk mengatasi Fletcher di sektor kiri.
Sentuhan kedua adalah untuk mengecoh Heinze sekaligus membawa bola ke tengah.
Sentuhan ketiga, lagi-lagi dengan kepala, adalah untuk menghindari Heinze dan terjangan Evra. Hasilnya, Heinze dan Evra bertabrakan, dan Kaka langsung berada dalam posisi bebas satu lawan satu dengan penjaga gawang.
Kaká: "Dida despejó el balón, hice un sombrerito para meterme hacia el centro y toque el balón con la cabeza para hacerlo pasar entre Evra y Heinze. Después vi venir a van der Sar y logré meter el balón en el fondo de la portería. Fue un gol muy especial para mí". pic.twitter.com/dLZ66v1nWr
— Invictos (@InvictosSomos) October 2, 2018
Sentuhan keempat adalah penyelesaian akhir dengan sebuah placing dingin mendatar di samping kaki van der Sar yang berpostur tinggi.
1 Dari 5 Gol Favorit Kaka

Dalam satu wawancara dengan sebuah media Inggris pada tahun 2015 lalu, Kaka ditanya tentang lima gol terfavorit yang pernah diciptakannya.
Gol kontra Manchester United di Old Trafford itu termasuk salah satu di antaranya.
"Gol kedua di semifinal Liga Champions leg pertama melawan Manchester United adalah yang terbaik dalam karier saya," kata Kaka waktu itu.
"Ketika melihat operan panjang Dida, yang saya pikirkan hanyalah untuk mencoba melakukan sesuatu yang spesial. Bisa mencetak gol seperti itu di stadion Old Trafford dengan semua sejarahnya sungguh luar biasa."
ESTE famoso gol en Old Trafford = 🔥🔥🔥#UCL | @KAKA pic.twitter.com/x9FjCQtNCc
— Liga de Campeones (@LigadeCampeones) April 22, 2019
Apa yang Terjadi Sesudahnya?
Milan kalah 2-3 di leg pertama. Namun, Milan mampu membalasnya di San Siro pada leg kedua.
Pasukan Carlo Ancelotti menang 3-0 melalui gol-gol Kaka, Clarence Seedord, serta Alberto Gilardino, dan memastikan kelolosan ke final. Mereka menyingkirkan tim besutan Sir Alex Ferguson itu dengan agregat 5-3.
Dalam partai final di Athena, Milan bertemu klub Inggris lainnya. Lawan Milan adalah Liverpool, yang dalam laga puncak di Istanbul dua tahun sebelumnya memberi mereka kenangan buruk dan tak terlupakan.
Thank you Kaká for a wonderful career! 👏👏👏
— UEFA Champions League (@ChampionsLeague) December 17, 2017
Forever a #UCL winner with AC Milan in 2007 🏆🏅 pic.twitter.com/UraJ5GVHzv
Milan menang 2-1 dan meraih titelnya yang ke-7. Kaka, yang merancang satu dari dua gol Filippo Inzaghi di final tersebut, menyabet gelar top scorer dengan torehan 10 golnya, sekaligus dinobatkan sebagai pemain terbaik Liga Champions musim itu.
Itu adalah musim indah bagi Kaka, yang meraih medali juara Liga Champions pertamanya (sekaligus yang terakhir). Dalam perjalanannya bersama Milan menuju tangga juara musim itu, dia bahkan menghasilkan sebuah 'lukisan' mahakarya dengan Old Trafford sebagai 'kanvasnya'.
Baca juga artikel-artikel lainnya:
- Maldini, Ronaldinho, dan Bintang-bintang AC Milan di Cover Game Sepak Bola
- Ronaldo, Striker Fenomenal yang Tak Peduli Siapa Penjaganya
- Saat Valencia dan Pablo Aimar Permainkan Liverpool di Mestalla
- Ketika Speed Dribbling Kaka Membuat Messi Sengsara
- Si Seksi Federica Nargi yang Selalu Mesra dengan Alessandro Matri
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Lukisan Mahakarya Kaka dengan Old Trafford Sebagai Kanvasnya
Liga Champions 8 April 2020, 16:14
-
Neymar Tak Suka Tekel Keras, Zico: Itu Bagian Sepak Bola
Liga Champions 8 April 2020, 12:53
-
Di Hati Suso Sudah Tidak Ada AC Milan
Liga Italia 8 April 2020, 11:58
-
Gelandang Napoli Ngambek Setelah Gagal Gabung PSG
Liga Italia 8 April 2020, 10:42
LATEST UPDATE
-
Sir Jim Ratcliffe Pantau Langsung Laga Chelsea vs MU, Tekanan untuk Michael Carrick?
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 17:34
-
Tangan Dingin Carlos Pena Bikin Persita Tangerang Sulit Ditaklukkan
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:34
-
Jadwal Pekan ke-8 BRI Super League 2026/2027, Live di Indosiar dan Vidio!
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:30
-
3 Pemain Muda Borneo FC yang Mencuri Perhatian di BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:27
-
Rafael Struick Tegaskan Siap Kembali Perkuat Timnas Indonesia
Tim Nasional 29 Oktober 2026, 17:20
-
Terungkap, Roy Keane Nyaris jadi Staff Pelatih Manchester United
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 17:17
-
Update Nasib Piala Asia 2027, Erick Thohir Ungkap Jadwal Rapat Exco AFC
Tim Nasional 29 Oktober 2026, 17:12
-
Terus Cadangkan Estevao, Ini Penjelasan Xabi Alonso
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 16:15
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





















KOMENTAR