
Bola.net - Stamford Bridge akan menyambut kembali salah satu figur paling ikonik dalam sejarah mereka. Jose Mourinho kembali, namun kali ini sebagai lawan bersama Benfica di ajang Liga Champions.
Kepulangan ini bukan hanya soal taktik dan tiga poin di atas lapangan. Ini adalah tentang perjalanan seorang pria yang merasa telah berevolusi menjadi pribadi yang berbeda.
Mourinho yang sekarang bukanlah Mourinho yang dulu pernah mengguncang dunia dengan segala kontroversinya. Ia datang dengan pemahaman yang lebih dalam tentang dirinya dan profesinya.
Dalam sebuah wawancara mendalam dengan UEFA.com, pelatih berusia 62 tahun itu membuka sisi lain dirinya. Sebuah refleksi tentang bagaimana pengalaman telah mengubahnya menjadi manajer yang lebih baik dan manusia yang lebih utuh.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Tak Ada Lagi Sisi Egosentris

Perubahan terbesar yang dirasakan Mourinho ada pada cara pandangnya terhadap pekerjaannya. Ia kini merasa perannya di sepak bola bukan lagi untuk memuaskan egonya sendiri.
Dulu, ia mungkin lebih terpusat pada dirinya sendiri. Namun, waktu dan pengalaman telah menggeser fokusnya menjadi lebih luas dan lebih bijaksana.
"Perbedaan utama yang saya kenali dalam diri saya adalah fakta bahwa mungkin pada awalnya saya lebih egosentris," ujar Mourinho kepada UEFA.com.
"Saya merasa berada di sepak bola untuk membantu orang lain daripada membantu diri saya sendiri. Saya di sini untuk membantu para pemain saya lebih dari memikirkan apa yang akan terjadi dalam hidup saya," lanjutnya.
Bukan Seorang Jenius, Apalagi Iblis
Selama puluhan tahun berkarier, berbagai label telah disematkan pada dirinya. Mulai dari 'The Special One', provokator, hingga terkadang dicap sebagai 'iblis' oleh para rivalnya.
Namun, Mourinho menolak semua label ekstrem tersebut. Ia tidak pernah menganggap dirinya seorang jenius, meski sadar betul akan kemampuan alaminya sebagai manajer hebat.
"Saya tidak pernah menganggap diri saya seorang jenius," katanya.
"Sebagai seorang provokator, mungkin sedikit, tapi tidak pernah sebagai iblis. Tentu saja, saya selalu merasa memiliki kemampuan alami yang saya kembangkan untuk menjadi manajer yang baik," jelas Mourinho.
Museum Sejarah yang Tak Tersentuh
Rumah Mourinho menyimpan sebuah ruangan khusus yang penuh dengan sejarah. Di sana, tersimpan replika trofi, medali, dan jersey dari setiap kesuksesan yang pernah ia raih.
Bagi banyak orang, itu adalah bukti kehebatannya. Namun bagi Mourinho, ruangan itu adalah sebuah museum yang menandakan masa lalu, bukan masa kini.
"Saya punya sebuah ruangan di rumah tempat saya menyimpan beberapa replika, medali, dan jersey. Itu adalah sebuah museum," tuturnya.
"Dan seperti yang selalu saya katakan, museum adalah sejarah, sejarah yang tak tersentuh, tapi itu bukan bagian dari kehidupan sehari-hari saya, bukan bagian dari masa kini saya, dan bukan bagian dari masa depan saya," tegasnya.
Dinilai dari Hari Ini
Pada akhirnya, Mourinho sadar betul bahwa dunia akan menilainya berdasarkan apa yang ia lakukan saat ini. Gelar-gelar yang ia menangkan bersama Porto, Chelsea, atau Inter Milan adalah cerita yang telah usai.
Ia tidak punya banyak waktu untuk merenungi masa lalu, dan ia memang tidak menginginkannya. Ambisinya kini tercurah sepenuhnya untuk tantangan baru bersama Benfica.
"Apa saya hari ini adalah apa saya hari ini, dan bukan apa yang saya lakukan di masa lalu. Saya dinilai berdasarkan apa yang saya lakukan hari ini," ucap Mourinho.
"Mereka bisa mencuri segalanya dari saya, tapi cerita yang telah saya ciptakan, tidak ada yang bisa mengambilnya dari saya. Namun, saat Anda bekerja, saat Anda punya ambisi, apa yang telah dilakukan sebelumnya tidaklah berarti," pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jose Mourinho dan Cerita Api yang Tak Pernah Padam
Liga Champions 29 September 2025, 16:16
-
Saat Chelsea Sedang Goyah, Malah Ketemu 'Hantu Masa Lalu' Bernama Mourinho
Liga Champions 29 September 2025, 15:32
-
Merasa Lebih Baik dari Sebelumnya, Inilah Versi Baru dari Seorang Jose Mourinho
Liga Champions 29 September 2025, 15:03
LATEST UPDATE
-
Jadwal Siaran Langsung Liga Champions di MOJI Malam Ini, 19 Februari 2026
Liga Champions 18 Februari 2026, 10:54
-
Rekor Solid di Kandang Jadi Modal Persib Berjuang di Tengah Kemustahilan
Bola Indonesia 18 Februari 2026, 10:29
-
Gianluca Prestianni Bantah Buat Ujaran Rasis ke Vinicius Junior: Dia Salah Dengar!
Liga Champions 18 Februari 2026, 10:25
-
Menang 0-1 di Kandang Benfica, Real Madrid Masih Jauh dari Kata Aman!
Liga Champions 18 Februari 2026, 10:13
-
Vinicius Junior Cetak Gol ke-31 di Liga Champions, Lampaui Kaka
Liga Champions 18 Februari 2026, 10:10
-
Monaco vs PSG: Laga Aneh Bagi Luis Enrique
Liga Champions 18 Februari 2026, 10:00
-
Kalah 5-2 dari Galatasaray, Juventus Yakin Bakal Comeback di Turin
Liga Champions 18 Februari 2026, 09:57
-
Jadwal Persib vs Ratchaburi Rabu 18 Februari 2026, Siaran Langsung RCTI dan GTV
Bola Indonesia 18 Februari 2026, 09:57
-
Real Madrid dan Gol yang Tak Terputus di Era Arbeloa
Liga Champions 18 Februari 2026, 09:54
-
Galatasaray Permalukan Juventus, Okan Buruk: Hari yang Mantap!
Liga Champions 18 Februari 2026, 09:46
-
Dortmund vs Atalanta 2-0: Marten De Roon Tak Kehilangan Harapan
Liga Champions 18 Februari 2026, 09:40
-
Jose Mourinho Nyinyiri Vinicius Junior: Selebrasimu Problematik!
Liga Champions 18 Februari 2026, 09:38
LATEST EDITORIAL
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48























KOMENTAR