Cinta dan Luka: Kisah Hubungan Rumit Jose Mourinho dengan Fans Chelsea Jelang Reuni di Stamford Bridge

Bola.net - Kepulangan Jose Mourinho ke Stamford Bridge pada tengah pekan ini membangkitkan berbagai macam perasaan. Ini bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan sebuah reuni yang kompleks dan sarat akan sejarah.
Ada jejak cinta yang mendalam antara Mourinho dan para suporter setia Chelsea. Namun di sisi lain, ada pula jejak luka dan pengkhianatan yang pernah terjadi di masa lalu.
Kini, dua dekade setelah proklamasi "Special One" yang legendaris, para suporter menantikan kembalinya sang manajer. Perasaan yang campur aduk menyelimuti atmosfer jelang pertandingan krusial di Liga Champions.
Lantas, bagaimana sebenarnya perjalanan hubungan antara Mourinho dan para penggemar The Blues? Mari kita telusuri kembali kisah cinta dan luka di antara mereka yang penuh warna.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Ikatan Emas di Masa Lalu

Hubungan Jose Mourinho dengan suporter Chelsea pernah begitu kuat dan tak terpisahkan. Terutama pada periode pertamanya di klub yang dimulai pada tahun 2004 silam.
Ia berhasil menanamkan mentalitas 'kita melawan mereka' yang begitu dahsyat. Hal itu membuat tim dan suporter bersatu padu melawan semua kritik yang datang dari luar.
Puncak dari ikatan emosional itu terjadi pada bulan April 2006. Setelah memastikan gelar Premier League kedua, ia dengan sengaja melemparkan medali dan blazernya ke arah kerumunan suporter.
Momen tersebut menjadi simbol cinta dan rasa terima kasihnya yang tulus. Sebuah gestur ikonik yang tidak akan pernah dilupakan oleh para penggemar setia Chelsea.
Saat Cinta Berubah Jadi Luka

Namun, hubungan yang tadinya begitu mesra itu mulai retak seiring berjalannya waktu. Keputusan karier Mourinho setelah meninggalkan Chelsea menjadi penyebab utamanya.
Momen paling menyakitkan bagi sebagian fans terjadi saat ia kembali sebagai manajer Manchester United pada Maret 2017. Sebagian suporter tanpa ragu meneriakkan "Judas" ke arahnya dari tribun.
Mourinho tidak tinggal diam dan langsung merespons dengan sengit. Ia mengacungkan tiga jari untuk mengingatkan semua orang akan jumlah gelar liga yang telah ia persembahkan.
Luka itu terasa semakin dalam saat ia memutuskan untuk melatih rival sekota, Tottenham Hotspur. Sebuah pilihan karier yang sulit diterima oleh banyak suporter The Blues.
Chelsea yang Juga Kehilangan Arah
Menariknya, bukan hanya Mourinho yang sinarnya dianggap mulai meredup. Chelsea sebagai sebuah klub juga dinilai telah kehilangan arah dalam beberapa tahun terakhir.
Mourinho sendiri mengakui hal tersebut dalam sebuah wawancara pekan lalu. Ia merasa ada periode di mana Chelsea seperti kehilangan arah setelah era Roman Abramovich.
"Ada perubahan besar dengan investasi gila dan periode beberapa tahun di mana sepertinya mereka kehilangan arah," kata Mourinho.
"Selama beberapa tahun, itu sulit. Bagi seseorang yang mencintai klub, itu sulit," imbuhnya, menunjukkan bahwa ia masih peduli.
Siap Hadapi Sambutan Apapun
Kini, semua mata tertuju pada bagaimana sambutan yang akan diterima Mourinho di Stamford Bridge. Para suporter sendiri dilaporkan sangat antusias untuk melihatnya kembali.
Antusiasme ini bahkan dimanfaatkan oleh pihak klub untuk menaikkan harga tiket. Sebuah langkah yang sempat diprotes oleh kelompok suporter resmi Chelsea Supporters Trust.
Mourinho sendiri tampak santai dalam menghadapi reuni emosional ini. Ia mengaku senang bisa kembali, terlepas dari apa pun sambutan yang akan ia terima nantinya.
"Jika para penggemar bersikap baik kepada saya, maka itu bagus," kata Mourinho.
"Jika tidak, itu tidak apa-apa dan tidak masalah, tapi saya senang bisa kembali," pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jose Mourinho dan Cerita Api yang Tak Pernah Padam
Liga Champions 29 September 2025, 16:16
-
Saat Chelsea Sedang Goyah, Malah Ketemu 'Hantu Masa Lalu' Bernama Mourinho
Liga Champions 29 September 2025, 15:32
-
Merasa Lebih Baik dari Sebelumnya, Inilah Versi Baru dari Seorang Jose Mourinho
Liga Champions 29 September 2025, 15:03
LATEST UPDATE
-
Allegri Sebut Inter Milan Favorit Scudetto, AC Milan Kibarkan Bendera Putih?
Liga Italia 18 Februari 2026, 12:31
-
Tempat Menonton Persib vs Ratchaburi FC: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Bola Indonesia 18 Februari 2026, 12:26
-
AC Milan vs Como: Pulisic Meragukan, Magis Luka Modric Jadi Tumpuan
Liga Italia 18 Februari 2026, 12:21
-
Pengakuan Dosa Pasca Derby d'Italia: Bos Juventus Minta Maaf
Liga Italia 18 Februari 2026, 12:11
-
Jadwal Lengkap Premier League 2025/2026 Live di SCTV dan Vidio
Liga Inggris 18 Februari 2026, 11:58
-
Kapan Duel Persib Bandung vs Ratchaburi? Menanti Magis Remontada di GBLA
Asia 18 Februari 2026, 11:46
-
Jadwal Siaran Langsung Liga Champions di MOJI Malam Ini, 19 Februari 2026
Liga Champions 18 Februari 2026, 10:54
LATEST EDITORIAL
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48






















KOMENTAR