PSG Masih Jadi Favorit Juara Liga Champions 2026/2027 usai Hajar Barcelona

PSG Masih Jadi Favorit Juara Liga Champions 2026/2027 usai Hajar Barcelona
Para pemain PSG merayakan kemenangan atas Barcelona di Liga Champions, Rabu (21/10/2026). (c) AP Photo/Teresa Suarez

Bola.net - Kemenangan Paris Saint-Germain (PSG) atas Barcelona pada matchday ketiga Liga Champions 2026/2027 mempertegas status mereka sebagai salah satu kandidat terkuat juara. Les Parisiens menang 4-2 di Parc des Princes, Rabu (21/10/2026) dini hari WIB, sekaligus mengakhiri catatan tak terkalahkan Barcelona pada awal musim ini.

Hasil tersebut melanjutkan tren positif PSG yang berstatus juara bertahan dalam dua musim terakhir. Tim asuhan Luis Enrique itu sebelumnya menang telak 6-1 atas Slovan Bratislava, lalu menaklukkan Manchester City dengan skor 4-2 di Etihad Stadium.

Kemenangan atas Barcelona terasa semakin mengesankan karena PSG tidak mendominasi penguasaan bola. Mereka hanya mencatatkan 46 persen penguasaan bola, tetapi mampu melancarkan serangan berbahaya dan memaksa lawan melakukan kesalahan di area yang rentan.

Kedalaman skuad menjadi salah satu faktor utama di balik performa impresif PSG. Bahkan ketika sejumlah pemain penting harus meninggalkan lapangan akibat cedera, mereka tetap mampu mencetak gol dan meredam tekanan Barcelona.

Mau tahu pertandingan apa saja yang akan berlangsung? Simak jadwal lengkapnya di sini.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

1 dari 5 halaman

1. Statistik Menunjukkan Ketajaman PSG

Pemain PSG, Desire Doue, merayakan gol dalam pertandingan Liga Champions melawan Barcelona, Rabu (21/10/2026). (c) AP Photo/Thibault Camus

Pemain PSG, Desire Doue, merayakan gol dalam pertandingan Liga Champions melawan Barcelona, Rabu (21/10/2026). (c) AP Photo/Thibault Camus

PSG tampil efektif saat menghadapi Barcelona dengan melepaskan 14 tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan. Catatan tersebut memaksa kiper Joan Garcia melakukan 10 penyelamatan untuk mencegah kekalahan timnya dengan skor yang lebih telak.

Barcelona juga mampu menciptakan ancaman melalui 20 percobaan tembakan, sembilan di antaranya mengarah ke gawang. Namun, PSG berhasil mengendalikan situasi ketika mendapat tekanan dan hanya kebobolan dua gol dari berbagai peluang yang diciptakan tim tamu.

Hasil ini menunjukkan bahwa PSG tidak harus menguasai bola lebih lama untuk menghasilkan serangan yang mematikan. Mereka memanfaatkan ruang yang tersedia dan menghukum Barcelona ketika lawan gagal menjaga keseimbangan permainan.

Ketajaman tersebut juga memperlihatkan kemampuan PSG menghadapi tim dengan kualitas serangan tinggi. Barcelona datang dengan produktivitas gol yang mengesankan, tetapi empat gol tuan rumah membuat semua upaya mereka untuk mengejar hasil positif menjadi sia-sia.

2 dari 5 halaman

2. Kedalaman Skuad Tetap Terlihat meski Dihantam Cedera

Pemain PSG Khvicha Kvaratskhelia mendapat kawalan dari pemain Barcelona Fermin Lopez dalam pertandingan Liga Champions, Rabu (21/10/2026). (c) AP Photo/Teresa Suarez

Pemain PSG Khvicha Kvaratskhelia mendapat kawalan dari pemain Barcelona Fermin Lopez dalam pertandingan Liga Champions, Rabu (21/10/2026). (c) AP Photo/Teresa Suarez

Pelatih Luis Enrique menurunkan trio Ousmane Dembele, Khvicha Kvaratskhelia, dan Desire Doue sebagai andalan di lini serang. Namun, rencana PSG terganggu ketika Dembele harus meninggalkan pertandingan pada menit ke-20 akibat dugaan masalah hamstring.

Kvaratskhelia kemudian menyusul keluar pada menit ke-60 setelah mengalami masalah yang membuatnya meninggalkan lapangan dengan air mata. Pada waktu yang hampir bersamaan, bek Marquinhos juga harus ditarik keluar karena dugaan cedera.

Kehilangan pemain-pemain penting tersebut berpotensi mengurangi daya gedor sekaligus kestabilan permainan PSG. Meski demikian, mereka tetap mampu memberikan perlawanan dan menjaga intensitas serangan ketika Barcelona berusaha mengambil alih kendali pertandingan.

Situasi ini memperlihatkan betapa pentingnya kedalaman skuad PSG dalam persaingan Eropa. Mereka memiliki cukup banyak pemain berkualitas untuk mempertahankan level permainan meski beberapa pilar utama tidak bisa menyelesaikan pertandingan.

3 dari 5 halaman

3. Desire Doue Jadi Penggerak Serangan PSG

Pemain PSG Desire Doue merayakan gol dalam pertandingan Liga Champions melawan Barcelona, Rabu (21/10/2026). (c) AP Photo/Thibault Camus

Pemain PSG Desire Doue merayakan gol dalam pertandingan Liga Champions melawan Barcelona, Rabu (21/10/2026). (c) AP Photo/Thibault Camus

Desire Doue tampil menonjol ketika dua rekannya di lini depan harus meninggalkan lapangan lebih awal. Pemain berusia 21 tahun itu membuka keunggulan PSG pada menit ke-38 dan kembali berkontribusi melalui assist pada menit ke-72.

Gol pembuka Doue memberi PSG pijakan penting dalam pertandingan yang berlangsung sengit. Kontribusinya kemudian berlanjut ketika ia membantu Lucas Hernandez mencetak gol sebelum akhirnya digantikan pada menit ke-78.

Hernandez sendiri tampil sebagai bek kiri setelah mendapat kesempatan menggantikan Lucas Digne yang biasanya mengisi posisi tersebut. Golnya menjadi bukti bahwa ancaman PSG tidak hanya datang dari para penyerang utama.

Setelah itu, lini tengah PSG mengambil alih panggung melalui Vitinha dan Fabian Ruiz. Keduanya mencetak gol masing-masing pada menit ke-81 dan ke-86 untuk memastikan kemenangan 4-2 bagi tuan rumah.

4 dari 5 halaman

4. PSG Mengirim Pesan kepada Para Pesaing

Pemain PSG Vitinha dan pemain Barcelona Dani Olmo berebut bola dalam pertandingan Liga Champions, Rabu, 21 Oktober 2026. (c) AP Photo/Teresa Suarez

Pemain PSG Vitinha dan pemain Barcelona Dani Olmo berebut bola dalam pertandingan Liga Champions, Rabu, 21 Oktober 2026. (c) AP Photo/Teresa Suarez

Kemenangan atas Barcelona memperkuat posisi PSG dalam persaingan Liga Champions musim ini. Mereka tidak hanya mengalahkan salah satu tim dengan serangan paling produktif, tetapi juga melakukannya meski kehilangan sejumlah pemain penting selama pertandingan.

Barcelona sebelumnya mencetak sembilan gol dalam dua pertandingan Liga Champions pertama mereka. Produktivitas mereka di Liga Spanyol juga mengesankan dengan 39 gol dari sembilan pertandingan, sehingga kemampuan PSG merespons dua gol lawan menjadi aspek penting dari hasil tersebut.

PSG kini memiliki modal kuat untuk kembali bersaing memperebutkan gelar. Perpaduan ketajaman lini depan, kontribusi lini tengah, dan kedalaman skuad membuat mereka tetap berbahaya dalam berbagai situasi pertandingan.

Meski perjalanan menuju gelar masih panjang, performa di tiga pertandingan awal memberikan alasan kuat untuk menempatkan PSG dalam kelompok favorit utama. Kemenangan atas Barcelona juga menjadi peringatan bagi para pesaing bahwa sang juara bertahan belum kehilangan kualitas untuk kembali menguasai Eropa.

Sumber: DAZN

5 dari 5 halaman

Klasemen Liga Champions


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL