PSG Siapkan Strategi Khusus Redam 'Haram Ball' Arsenal di Final Liga Champions

PSG Siapkan Strategi Khusus Redam 'Haram Ball' Arsenal di Final Liga Champions
Selebrasi Gabriel usai Arsenal mencetak gol penalti Kai Havertz ke gawang Bayer Leverkusen di leg pertama 16 besar Liga Champions, 12 Maret 2026. (c) AP Photo/Martin Meissner

Bola.net - Klub raksasa Prancis, PSG, dikabarkan mulai menyiapkan langkah khusus untuk meredam kekuatan bola mati milik Arsenal jelang partai final Liga Champions. Fokus utama mereka tertuju pada skema sepak pojok yang musim ini menjadi salah satu senjata paling mematikan pasukan Mikel Arteta.

Dalam sesi latihan terbaru yang beredar di media Prancis, para penjaga gawang PSG terlihat menjalani simulasi intens menghadapi situasi sepak pojok ala Arsenal.

Latihan tersebut melibatkan kontak fisik menggunakan bantalan khusus dan metode ala combat training untuk membiasakan kiper tetap fokus meski mendapat tekanan di kotak penalti.

Arsenal memang dikenal sebagai salah satu tim paling berbahaya di Eropa dalam situasi set-piece. Sepanjang musim ini, The Gunners tercatat telah mencetak 22 gol dari skema tendangan sudut. Catatan itu membuat banyak lawan kesulitan mengantisipasi variasi serangan yang dirancang Arteta dan staf pelatihnya.

PSG tampaknya tidak ingin kecolongan di laga terbesar musim ini. Klub asal Paris itu memahami bahwa duel bola mati bisa menjadi pembeda dalam pertandingan yang diprediksi berlangsung ketat.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

1 dari 3 halaman

PSG Fokus Hentikan Gabriel

Reaksi Gabriel Magalhaes dalam laga Bayer Leverkusen vs Arsenal di leg pertama 16 besar Liga Champions 2025/2026, Kamis (12/3/2026). (c) AP Photo/Martin Meissner

Reaksi Gabriel Magalhaes dalam laga Bayer Leverkusen vs Arsenal di leg pertama 16 besar Liga Champions 2025/2026, Kamis (12/3/2026). (c) AP Photo/Martin Meissner

Salah satu perhatian utama PSG adalah menghentikan pergerakan bek Arsenal, Gabriel Magalhaes. Bek asal Brasil tersebut tampil dominan dalam duel udara dan berkali-kali menjadi ancaman nyata saat menerima umpan dari sepak pojok.

Selain Gabriel, kualitas eksekusi bola mati Arsenal juga meningkat drastis berkat kontribusi Bukayo Saka dan Declan Rice. Keduanya dinilai semakin akurat dalam mengirim bola ke area berbahaya, sehingga membuat pertahanan lawan sulit mengantisipasi arah serangan.

Di sisi lain, PSG juga sadar bahwa mereka memiliki lini depan cepat dan eksplosif yang bisa menghukum Arsenal lewat serangan balik. Karena itu, The Gunners diperkirakan tidak akan terlalu agresif menumpuk pemain di kotak penalti saat mengambil sepak pojok.

2 dari 3 halaman

Arsenal Disarankan Tidak Main Terbuka

Selebrasi Bukayo Saka dkk. dalam laga Arsenal vs Atletico Madrid di leg kedua semifinal Liga Champions 2025/2026, Rabu (6/5/2026). (c) AP Photo/Alastair Grant

Selebrasi Bukayo Saka dkk. dalam laga Arsenal vs Atletico Madrid di leg kedua semifinal Liga Champions 2025/2026, Rabu (6/5/2026). (c) AP Photo/Alastair Grant

Legenda Manchester United, Paul Scholes, bahkan sempat menyarankan Arsenal agar tidak bermain terbuka melawan PSG. Menurutnya, skema bola mati bisa menjadi jalan terbaik bagi tim London Utara untuk memecah kebuntuan di final nanti.

Menariknya, kontroversi terkait duel fisik saat sepak pojok juga baru saja terjadi di Liga Inggris. Gol penyama kedudukan West Ham sempat dianulir VAR setelah Pablo dianggap melakukan pelanggaran terhadap kiper Arsenal, David Raya, dalam situasi sepak pojok.

Situasi tersebut semakin menunjukkan bahwa duel bola mati kini menjadi elemen penting dalam sepak bola modern. PSG pun tampaknya tak ingin membiarkan Arsenal memanfaatkan keunggulan itu pada laga final Liga Champions nanti.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL