
Bola.net - Tahun 1999 jadi saksi bisu kehebatan Ryan Giggs bersama Manchester United; gol-gol spektakulernya mengantar Setan Merah meraih Treble Winner!
Winger legendaris Manchester United ini punya banyak momen ikonik, tapi tahun 1999 benar-benar spesial. Tahun tersebut menjadi puncak kariernya, di mana ia mencetak beberapa gol spektakuler dan berperan krusial dalam kesuksesan Manchester United meraih tiga gelar juara sekaligus.
Salah satu momen paling diingat adalah gol solo run-nya yang luar biasa di semifinal Piala FA melawan Arsenal. Pertandingan ulang di Villa Park pada April 1999, menjadi saksi bisu aksi magis Giggs melewati beberapa pemain Arsenal sebelum menceploskan bola ke gawang David Seaman.
"Itu adalah salah satu momen yang terjadi dalam karier Anda ketika semuanya murni berdasarkan naluri. Saya tidak punya apa-apa dalam pikiran saya...,” aku Giggs.
Kemenangan 2-1 atas Arsenal lewat golnya di babak perpanjangan waktu memastikan langkah Manchester United ke final. Gol ini hingga kini masih dianggap sebagai salah satu gol terbaik dalam sejarah Piala FA, sebuah bukti nyata skill dan kecepatan Giggs yang luar biasa.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Final Liga Champions: Peran Kunci Tanpa Gol

Meskipun tidak mencetak gol di final Liga Champions melawan Bayern Munich, peran Giggs tak bisa diabaikan. Ia menjadi bagian penting dalam mesin serangan Manchester United yang akhirnya menang dramatis 2-1.
Kontribusinya di lapangan tengah membantu tim menyamakan kedudukan sebelum akhirnya menang di menit-menit akhir lewat gol dramatis Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer. Gol Sheringham sendiri berasal dari tendangan voli dengan kaki terlemah Giggs yakni kaki kanan, dari luar kotak penalti.
Uniknya di pertandingan itu, Giggs tak dimainkan di pos gelandang kiri, posisi aslinya. Ia dimainkan di pos gelandang kanan, imbas absennya Paul Scholes dan Roy Keane di tengah lapangan.
Giggs pun membuktikan bahwa kontribusi seorang pemain tak selalu diukur dari jumlah gol yang dicetak.
Keberhasilan Manchester United di final Liga Champions 1999 menjadi bukti nyata kerja keras dan kekompakan tim. Kemenangan ini semakin mengukuhkan nama Giggs sebagai salah satu pemain terbaik di generasinya.
Gol Penyama Kedudukan Kontra Juventus

Sebelum final Liga Champions, Giggs juga mencetak gol krusial lainnya. Di leg pertama semifinal melawan Juventus di Old Trafford, ia mencetak gol penyama kedudukan di menit ke-90.
Gol ini menyelamatkan Manchester United dari kekalahan dan menjaga asa mereka untuk melaju ke final. Di leg kedua, Juventus dibekap dengan skor 2-3 di Turin dan Setan Merah pun melaju ke final.
Momen ini ikut menunjukkan betapa pentingnya peran Giggs dalam kesuksesan Manchester United di Liga Champions 1999. Golnya di menit akhir menjadi titik balik yang mengubah jalannya pertandingan.
Tahun 1999 menjadi tahun yang tak terlupakan bagi Ryan Giggs dan Manchester United. Raihan Treble Winner (Piala FA, Premier League Inggris, dan Liga Champions) menjadi bukti nyata dominasi mereka di dunia sepak bola. Nama Giggs pun terukir abadi dalam sejarah klub legendaris tersebut.
Klasemen Liga Champions
Baca Juga:
- Ada Saja Salahnya! Mason Greenwood Bikin Sebel Pelatihnya di Marseille Cuma Karena Masalah 'Sepele' Ini
- Cari Musuh! Jadon Sancho Bikin Geram Fans MU dengan Satu Kata di Postingan Instagram Marcus Rashford
- Cerita Yura Yunita, Manchester United, dan Yura Yunited
- Jadwal Babak 32 Besar FA Cup Pekan Ini Live di beIN Sports dan Vidio, 8-12 Februari 2025
- Tottenham Beri Peringatan ke Man United
- Wayne Rooney: Bukti Nyata Pemain Hebat Belum Tentu Sukses jadi Pelatih!
- Keuntungan Juventus Jika Dean Huijsen Pindah ke Manchester United atau Real Madrid
- Marcus Rashford Temukan Kebebasan di Aston Villa
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Link Live Streaming Brest vs PSG - Liga Champions/UCL
Liga Champions 11 Februari 2025, 21:45
-
Nonton Live Streaming Man City vs Real Madrid di Vidio - Liga Champions
Liga Champions 11 Februari 2025, 21:21
LATEST UPDATE
-
Jadwal Siaran Langsung Liga Champions di MOJI Malam Ini, 19 Februari 2026
Liga Champions 18 Februari 2026, 10:54
-
Rekor Solid di Kandang Jadi Modal Persib Berjuang di Tengah Kemustahilan
Bola Indonesia 18 Februari 2026, 10:29
-
Gianluca Prestianni Bantah Buat Ujaran Rasis ke Vinicius Junior: Dia Salah Dengar!
Liga Champions 18 Februari 2026, 10:25
-
Menang 0-1 di Kandang Benfica, Real Madrid Masih Jauh dari Kata Aman!
Liga Champions 18 Februari 2026, 10:13
-
Vinicius Junior Cetak Gol ke-31 di Liga Champions, Lampaui Kaka
Liga Champions 18 Februari 2026, 10:10
-
Monaco vs PSG: Laga Aneh Bagi Luis Enrique
Liga Champions 18 Februari 2026, 10:00
-
Kalah 5-2 dari Galatasaray, Juventus Yakin Bakal Comeback di Turin
Liga Champions 18 Februari 2026, 09:57
-
Jadwal Persib vs Ratchaburi Rabu 18 Februari 2026, Siaran Langsung RCTI dan GTV
Bola Indonesia 18 Februari 2026, 09:57
-
Real Madrid dan Gol yang Tak Terputus di Era Arbeloa
Liga Champions 18 Februari 2026, 09:54
-
Galatasaray Permalukan Juventus, Okan Buruk: Hari yang Mantap!
Liga Champions 18 Februari 2026, 09:46
-
Dortmund vs Atalanta 2-0: Marten De Roon Tak Kehilangan Harapan
Liga Champions 18 Februari 2026, 09:40
-
Jose Mourinho Nyinyiri Vinicius Junior: Selebrasimu Problematik!
Liga Champions 18 Februari 2026, 09:38
LATEST EDITORIAL
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48
























KOMENTAR