- Liga Champions 2017/18 lalu adalah salah satu kompetisi terbaik yang pernah dirasakan Liverpool. The Reds mengejutkan banyak pihak saat berhasil mencapai partai final, meski pada akhirnya takluk di tangan Real Madrid yang mengunci gelar juara Eropa dalam tiga musim beruntun.
Penampilan Liverpool sepanjang Liga Champions musim lalu memang patut diacungi jempol. Tim asuhan Jurgen Klopp itu mengalahkan Manchester City di partai perempat final dan menaklukkan AS Roma di semifinal.
Kini, Liverpool tengah bersiap menjamu PSG di laga pembuka Grup C Liga Champions 2018/19, Rabu (19/8) dini hari WIB besok. Laga ini akan sekali lagi jadi pembuktian kekuatan Liverpool di pentas Eropa.
Klopp berjanji kegagalan mereka di final Liga Champions musim lalu tak akan jadi batu sandungan musim ini. Baca penjelasan Klopp selengkapnya di bawah ini:
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Respek
Menurut Klopp, perjalanan Liverpool di Liga Champions musim lalu memang layak mendapatkan apresiasi tinggi. Dia menegaskan timnya tak terluka dengan kegagalan di final, sebaliknya, Liverpool siap menggunakan pengalaman itu sebagai modal berharga.
Tidak ada gangguan. Jelas tidak ada. Saya pikir kami mendapat banyak respek karena cara kami bermain musim lalu dan saya pikir siapa pun yang menonton final melihat bahwa kami bisa saja memenangkan laga tersebut di momen yang berbeda, kata Klopp di skysports.
Mereka melihat pertandingan yang kami mainkan. Mereka melihat Man City, mereka melihat Roma, mereka melihat Porto. Mereka melihat banyak laga yang kami mainkan dengan sangat bagus.
Seperti Perawan

Lebih lanjut, bagi Klopp pengalaman itu bagus untuk timnya. Pengalaman itu akan membantu Liverpool. Namun, dia juga menegaskan bahwa bukan berarti Liverpool bisa sepenuhnya berharap pada pengalaman.
Itu adalah pengalaman bagus, ingatan bagus, tetapi saya cukup yakin hal itu akan membantu kami saat ini. Namun pada akhirnya kami harus memulai lagi - menggunakan pengalaman itu tetapi tidak mengandalkannya.
Cara terbaik ketika anda berpengalaman adalah menggunakan pengetahuan anda dan memulai lagi - seperti perawan, jika anda ingin, tandas Klopp.
Tonton Vidio Menarik Ini
Berita video Time Out kali ini tentang manajer-manajer di Premier League yang posisinya terancam pada musim 2018-2019.
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Liverpool vs PSG Dipandang Bak Partai Final Liga Champions
Liga Champions 18 September 2018, 19:29
-
Tanpa Ronaldo, Madrid Dianggap Jadi Lebih Berbahaya
Liga Spanyol 18 September 2018, 16:45
-
Seperti Perawan, Klopp Sebut Pengalaman Berharga Liverpool di Liga Champions
Liga Champions 18 September 2018, 14:40
-
Henderson Minta Skuat Liverpool Abaikan Neymar yang Doyan Diving
Liga Champions 18 September 2018, 12:40
-
Liverpool vs PSG: Verratti Absen, Henderson Percaya Diri
Liga Champions 18 September 2018, 12:20
LATEST UPDATE
-
Pemain Terbaik dan Terburuk dari Laga Parma vs Inter di Ennio Tardini
Liga Italia 8 Januari 2026, 10:11
-
Nonton Live Streaming Pertandingan Proliga 2026 di MOJI Hari Ini, 8 Januari 2026
Voli 8 Januari 2026, 09:31
-
Jadwal Lengkap Proliga 2026, 8 Januari-26 April 2026
Voli 8 Januari 2026, 09:31
-
Man City vs Brighton: Rating Pemain The Citizens usai Tertahan di Etihad Stadium
Liga Inggris 8 Januari 2026, 09:21
-
Jadwal Lengkap Malaysia Open 2026, 6-11 Januari 2026
Bulu Tangkis 8 Januari 2026, 08:55
-
Rapor Pemain Chelsea Lawan Fulham: Cucurella Mengecewakan, Palmer Kembali Senyap
Liga Inggris 8 Januari 2026, 08:27
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58


























KOMENTAR