
Bola.net - John Terry mengungkapkan bagaimana sakit hati selama sembilan tahun di Liga Champions sudah sirna terhapus kemenangan Chelsea di final akhir pekan kemarin kontra Bayern Munich.
Terry sendiri harus absen dalam laga puncak di Allianz Arena tersebut akibat kartu merah di semifinal lawan Barcelona, namun kepedihan itu pun usai ketika ia dan wakil kapten, Frank Lampard bersama-sama mengangkat trofi supremasi antar klub Eropa tersebut.
Sukses tersebut sekaligus menjadi penawar dahaga untuk Terry dan perwujudan obsesi pemilik klub, Roman Abramovich yang sudah menargetkan trofi Eropa sejak kali pertama membeli klub di tahun 2003.
"Ini perasaan yang luar biasa. Saya sudah menanti sekian lama untuk ini, Anda tahu, dan agar sukses ini menghapus semua kenangan buruk," tutur Terry.
Tahun demi tahun, kami mengalami kenangan buruk itu, namun semuanya terhapus sudah. Bagi saya, inilah yang kami perjuangkan selama ini."
Terry sudah menjadi kapten tim untuk sembilan tahun usaha The Blues merebut trofi Eropa di bawah kepemilikan Abramovich, dan ia mengalami kepahitan di empat semifinal serta satu kali final di tahun 2008 kala mereka dirontokkan Manchester United lewat drama adu penalti.
"Delapan, sembilan tahu, saya sudah menunggu ini. Didepak dari kompetisi di menit akhir, kalah lewat adu penalti di Moscow dan kalah dari Liverpool, itu sesuatu yang terus menghantui saya," imbuhnya.
"Namun segera saja, semua beban itu lenyap dari pundak saya dan mungkin dari pundak semua orang di klub ini." [initial]
LIGA CHAMPIONS - Rummenigge: Kekalahan Ini Lebih Pahit Dari Tahun 1999 (espn/row)
Terry sendiri harus absen dalam laga puncak di Allianz Arena tersebut akibat kartu merah di semifinal lawan Barcelona, namun kepedihan itu pun usai ketika ia dan wakil kapten, Frank Lampard bersama-sama mengangkat trofi supremasi antar klub Eropa tersebut.
Sukses tersebut sekaligus menjadi penawar dahaga untuk Terry dan perwujudan obsesi pemilik klub, Roman Abramovich yang sudah menargetkan trofi Eropa sejak kali pertama membeli klub di tahun 2003.
"Ini perasaan yang luar biasa. Saya sudah menanti sekian lama untuk ini, Anda tahu, dan agar sukses ini menghapus semua kenangan buruk," tutur Terry.
Tahun demi tahun, kami mengalami kenangan buruk itu, namun semuanya terhapus sudah. Bagi saya, inilah yang kami perjuangkan selama ini."
Terry sudah menjadi kapten tim untuk sembilan tahun usaha The Blues merebut trofi Eropa di bawah kepemilikan Abramovich, dan ia mengalami kepahitan di empat semifinal serta satu kali final di tahun 2008 kala mereka dirontokkan Manchester United lewat drama adu penalti.
"Delapan, sembilan tahu, saya sudah menunggu ini. Didepak dari kompetisi di menit akhir, kalah lewat adu penalti di Moscow dan kalah dari Liverpool, itu sesuatu yang terus menghantui saya," imbuhnya.
"Namun segera saja, semua beban itu lenyap dari pundak saya dan mungkin dari pundak semua orang di klub ini." [initial]
LIGA CHAMPIONS - Rummenigge: Kekalahan Ini Lebih Pahit Dari Tahun 1999 (espn/row)
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Gareth Bale Menyeberang Ke Chelsea?
Liga Champions 21 Mei 2012, 23:00
-
Hazard: Bisa Saja Saya ke Chelsea
Liga Inggris 21 Mei 2012, 21:45
-
Ramires Ingin Masuk Timnas Brasil
Piala Dunia 21 Mei 2012, 21:30
-
Lampard: Chelsea Akan Terus Raih Gelar
Liga Inggris 21 Mei 2012, 20:15
-
Torres: Saya Tak Dibolehkan Ambil Penalti
Liga Champions 21 Mei 2012, 20:00
LATEST UPDATE
-
Eksklusif Match: Persebaya vs Persik Live Streaming di Vidio
Bola Indonesia 22 Mei 2026, 19:31
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25



















KOMENTAR