
Bola.net - Dalam sepak bola posisi gelandang menjadi posisi yang paling krusial sebagai pengendali tempo permainan. Baiknya sektor penyerangan dan kokohnya lini belakang tidak akan terwujud jika tidak ada gelandang dengan kecerdasan tinggi.
Posisinya yang berada di tengah lapangan tentu sangat berperan sebagai penghubung antara lini belakang dan depan. Nama-nama top di sektor gelandang pun banyak yang begitu dipuja berkat kecerdasannya.
Lihat saja N’Golo Kante yang menjadi kunci Leicester, Chelsea dalam menjuarai Premier League. Di Manchester City ada Kevin de Bruyne yang semakin matang sebagai pengendali permainan timnya.
Namun, bermain di lini tengah terkadang membuat beberapa pemain tidak terlalu dihiraukan karena ada nama top lainnya di sektor penyerangan maupun pertahanan. Padahal perannya sangatlah vital untuk menyokong penuh apiknya lini serang dan pertahanan.
Setidaknya ada beberapa nama top di dunia yang tidak terlalu dianggap sebagai kunci permainan meskipun memainkan peran penting. Mengutip dari Sportskeeda, berikut lima nama gelandang yang minim apresiasi.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
5. Christopher Nkunku (RB Leipzig)

Pemain asli akademi Paris Saint-Germain ini semula tidak terpakai di Paris dan akhirnya dijual ke RB Leipzig untuk musim 2019/20. Sejak kepindahannya tersebutlah Nkunku mulai dipercaya dan menjadi kunci dari musim apik RB Leipzig hingga mencapai semifinal Liga Champions.
Kontribusi nyata yang dia tunjukkan adalah catatan assistsnya yang tinggi sebesar 15 assists di Bundesliga. Raihan tersebut menjadi yang tertinggi ketiga di bawah bintang Munchen, Thomas Muller dan bintang Dortmund, Jadon Sancho.
Meskipun tampil apik dan semakin berkembang, nama Nkunku seperti tidak terlalu dihiraukan dalam performa impresif RB Leipzig belakangan ini. Nama Timo Werner hingga bek Dayot Upamecano lebih diagung-agungkan di balik performa bagus timnya.
4. Nicolo Barella (Inter Milan)

Nicolo Barella telah menjadi salah satu andalan Antonio Conte di Inter Milan. Performanya pun nampak memuaskan, Inter Milan melaju sampai final Liga Europa, lalu finish di posisi kedua Serie A dengan selisih satu poin dari Juventus musim lalu.
Nicolo Barella memiliki peran yang sangat vital dengan duel-duel yang dia lakukan dan menjadi penghubung yang baik di tengah. Nicolo Barella juga memiliki kecerdasan yang baik, Barella tau kapan harus ke depan dan kapan harus ke belakang.
3. Fabian Ruiz (Napoli)

Sejak awal kedatangannya ke Napoli di musim 2018/19, Fabian Ruiz menjadi salah satu pemain yang begitu menonjol. Di musim debutnya, Fabian Ruzi tidak kesulitan masuk ke skuad reguler Napoli.
Awal debutnya pun berjalan lancar dengan sepuluh gol bisa dia ciptakan. Fabian Ruiz juga tidak hanya mampu mencetak gol ketika dibutuhkan, dirinya memiliki akurasi umpan yang sangat baik.
Tidak hanya itu, Ruiz juga memiliki kemampuan yang lengkap sebagai pengendali lini tengah. Dribbling-nya sangatlah baik serta kaki kirinya yang dominan yang bisa memberikan warna lain untuk tim.
2. Georginio Wijnaldum (Liverpool)

Datang dari Newcastle United pada musim 2016/17, Wijnaldum akhirnya merasakan sukses besar dengan membela Liverpool. Namun, Gelar demi gelar yang didapatkan Liverpool, selalu saja dikaitkan dengan Alisson, Van Dijk hingga trio Mane, Salah, Firmino dianggap sebagai alasan kuatnya.
Georginio Wijnaldum pun kurang begitu diagung-agungkan dengan bertaburnya bintang di skuad Liverpool. Padahal, Wijnaldum menjadi salah satu gelandang kesayangan Jurgen Klopp yang bisa kapan saja menjadi pembeda untuk timnya.
1. Pierre-Emile Hojbjerg (Tottenham Hotspur)

Tottenham kini tengah dibutakan oleh impresifnya duo penyerang tim, Harry Kane dan Heung- Min Son. Berkat keduanya Tottenham kini bertengger di posisi satu klasemen sementara Premier League.
Namun, satu faktor yang menjadi kunci kebangkitan Jose Mourinho di musim ini bersama Tottenham adalah Hojbjerg yang baru datang awal musim ini. Di musim debutnya Hojbjerg dengan cepat menjadi pilar tak tergantikan Jose Mourinho di dalam tim.
Satu faktor yang membuatnya disukai Jose Mourinho adalah kemampuannya yang menonjol dalam memutus permainan lawannya. Mourinho yang sama sekali tidak keberatan dengan kemenangan yang buruk sangat mengandalkan peran Hojbjerg yang cocok melakukan pekerjaan kotor di lini tengah demi kemenangan tim.
Sumber: Sportskeeda
(Bola.net/Muhamad Raka Saputra)
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Milan Harus Bersaing Dengan Liverpool dalam Perburuan Kabak
Bundesliga 2 Desember 2020, 21:27
-
Tidak Menonjol Namun Krusial, Berikut 5 Gelandang Top Eropa yang Minim Apresiasi
Liga Champions 2 Desember 2020, 17:22
-
Kuartet Liverpool Fantastis, Tapi Masih Bisa Tampil Lebih Ganas Lagi
Liga Inggris 2 Desember 2020, 16:58
-
Hubungan Mane dan Salah di Liverpool tak Harmonis? Ini Kata Robertson
Liga Inggris 2 Desember 2020, 16:34
-
Cedera Hamstring, Berapa Lama Alisson Harus Absen Perkuat Liverpool?
Liga Inggris 2 Desember 2020, 13:53
LATEST UPDATE
-
Hasil Bayern vs Eintracht Frankfurt: Menang walau Ditekan Hebat di Pengujung Laga
Bundesliga 22 Februari 2026, 00:07
-
Hasil Chelsea vs Burnley: Gol Telat Flemming Buyarkan Kemenangan The Blues
Liga Inggris 22 Februari 2026, 00:06
-
Man of the Match Juventus vs Como: Mergim Vojvoda
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:42
-
Prediksi Milan vs Parma 23 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:29
-
Hasil Juventus vs Como: Kekalahan di Turin Dorong Bianconeri ke Ambang Krisis
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:22
-
Masalah Lain Arsenal Musim Ini: Sudah 6 Kali Lawan Tim EPL dengan Pelatih Baru
Liga Inggris 21 Februari 2026, 22:57
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Terkapar, 2 Laga Lain Imbang
Bola Indonesia 21 Februari 2026, 22:57
-
Milan Dituntut Memusatkan Perhatian Penuh pada Parma
Liga Italia 21 Februari 2026, 22:25
-
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 21:49

-
Dani Olmo di Barcelona: Kadang Terlihat Biasa, tapi Tiba-tiba Mengubah Arah Pertandingan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 20:58
-
Pecco Bagnaia Akhirnya Ngaku Sudah Pilih Tim MotoGP 2027, Kode Pindah ke Aprilia?
Otomotif 21 Februari 2026, 20:26
-
Prediksi Starting XI Milan vs Parma: Adu Formasi 3 Pemain Belakang
Liga Italia 21 Februari 2026, 20:05
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR