
Bola.net - PSG harus menelan pil pahit di Lisbon. Juara bertahan Liga Champions ini tumbang secara mengejutkan dari Sporting CP, Rabu (21/1/2026) dini hari WIB.
Dominasi total Les Parisiens berakhir sia-sia di Jose Alvalade. Padahal, mereka hanya butuh satu kemenangan lagi untuk mengunci tiket lolos fase knock out UCL.
Namun, drama sepak bola berkata lain di Portugal. Tiga gol PSG dianulir wasit, ditambah blunder fatal kiper di menit akhir.
Luis Suarez menjadi mimpi buruk tim tamu lewat gol penentunya. Skor 2-1 untuk Sporting menjadi hasil akhir yang menyakitkan bagi skuad Luis Enrique.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Dominasi Semu dan Kutukan VAR

PSG sejatinya tampil sangat dominan sejak menit awal. Statistik mencatat penguasaan bola mereka mencapai lebih dari 70 persen.
Ousmane Dembele dan kawan-kawan bahkan melepaskan 28 tembakan. Namun, dewi fortuna seolah menjauh dari raksasa Prancis tersebut.
Tiga kali bola bersarang di gawang Sporting, tiga kali pula dianulir. Sundulan Warren Zaire-Emery dibatalkan karena pelanggaran Senny Mayulu.
Nasib sial juga menimpa Nuno Mendes saat melawan mantan klubnya. Golnya tidak disahkan karena Dembele dianggap melanggar kiper Rui Silva.
Puncaknya, tandukan keras Dembele sang pemenang Ballon d'Or 2025 juga sia-sia. Wasit kembali mengangkat bendera offside untuk ketiga kalinya.
Petaka Menit 90

Sporting justru bermain lebih efektif meski terus ditekan. Luis Suarez membuka keunggulan lewat penyelesaian jarak dekat di babak kedua.
Khvicha Kvaratskhelia sempat menyamakan kedudukan lima menit berselang. Tembakan melengkungnya ke pojok atas gawang memberi harapan bagi PSG.
Namun, bencana sesungguhnya terjadi tepat di menit ke-90. Kiper Lucas Chevalier melakukan kesalahan fatal yang tak perlu.
Ia gagal menangkap tendangan jarak jauh Francisco Trincao dengan sempurna. Bola muntah langsung disambar Luis Suarez untuk memastikan kemenangan tuan rumah.
Frustrasi di Ruang Ganti

Kekalahan dramatis ini memukul mental para pemain PSG. Sang kapten, Marquinhos, mengakui adanya rasa frustrasi yang mendalam.
Bek asal Brasil itu menyebut timnya sedang dalam masa sulit. Namun, ia mengajak rekan-rekannya untuk segera melakukan introspeksi.
"Kekalahan pasti membawa frustrasi. Kami adalah pesaing, kami selalu ingin menang," ujar Marquinhos.
"Ini adalah momen sulit ketika kami kalah dalam pertandingan," tambahnya.
Meski begitu, Marquinhos yakin mental juara timnya akan berbicara. Pengalaman musim lalu menjadi modal untuk bangkit dari keterpurukan ini.
"Kami memiliki pengalaman yang cukup untuk memprosesnya bersama. Kami benar-benar memikirkan apa yang perlu kami perbaiki," tegasnya.
Detail Kecil yang Menghukum
Kekecewaan serupa dirasakan oleh wonderkid PSG, Warren Zaire-Emery. Ia merasa timnya sudah bermain cukup baik secara taktik.
Mereka sukses melakukan pressing tinggi dan merebut bola dengan cepat. Sayangnya, efektivitas lawan menjadi pembeda hasil akhir.
"Selalu frustrasi kalah dalam pertandingan ketika Anda telah melakukan hal-hal dengan baik," kata Zaire-Emery.
Gelandang muda ini menyadari kejamnya level kompetisi Eropa. Kesalahan sekecil apa pun bisa berakibat fatal bagi hasil pertandingan.
"Tapi seperti di semua pertandingan besar, detail kecillah yang membuat perbedaan," pungkasnya.
Kekalahan ini membuat PSG turun ke peringkat lima klasemen. Ini adalah kekalahan pertama mereka dari tim di luar lima liga top Eropa sejak 2013.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV, 20-22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:57
-
Man of the Match Sporting CP vs PSG: Luis Suarez
Liga Champions 21 Januari 2026, 07:19
LATEST UPDATE
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:00
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persija 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 19:55
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR