Drama Tragis Sang Juara Bertahan di Lisbon, Luis Enrique Mengamuk: PSG Kalah Itu Sangat Tidak Adil!

Drama Tragis Sang Juara Bertahan di Lisbon, Luis Enrique Mengamuk: PSG Kalah Itu Sangat Tidak Adil!
Para pemain PSG bereaksi kecewa usai usai kalah di laga melawan Sporting pada lanjutan Liga Champions, 21 Januari 2026. (c) AP Photo/Armando Franca

Bola.net - PSG harus menelan pil pahit saat bertandang ke markas Sporting Lisbon, Rabu (21/1/2026) dini hari tadi WIB. Sang juara bertahan Liga Champions tersebut tumbang secara dramatis dengan skor tipis 1-2.

Kekalahan ini terasa sangat menyakitkan bagi skuad asuhan Luis Enrique. Pasalnya, mereka tampil sangat dominan sepanjang 90 menit jalannya laga.

PSG mencatatkan penguasaan bola hingga 70 persen lebih. Mereka bahkan melepaskan total 28 tembakan ke gawang tuan rumah yang dikawal Rui Silva.

Namun, dewi fortuna seolah menjauh dari Les Parisiens malam itu. Luis Enrique pun tak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya usai peluit panjang dibunyikan.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

1 dari 5 halaman

Hasil Paling Tidak Adil

Pelatih PSG, Luis Enrique. (c) AP Photo/Armando Franca

Pelatih PSG, Luis Enrique. (c) AP Photo/Armando Franca

Enrique menilai hasil akhir di Lisbon benar-benar tidak mencerminkan jalannya pertandingan. Ia merasa timnya telah dirampok oleh ketidakberuntungan.

Pelatih asal Spanyol itu bahkan menyebut laga ini sebagai penampilan tandang terbaik PSG musim ini. Namun, sepak bola terkadang memang kejam bagi tim yang tampil lebih baik.

"Hasil ini sangat tidak adil, ini mengecewakan," buka Luis Enrique dengan nada kesal.

"Bagi saya sebagai pelatih, Anda harus menerima semua kemungkinan situasi dalam pertandingan sepak bola, tapi ini luar biasa," sambung Enrique.

2 dari 5 halaman

Dominasi yang Sia-sia

Pelatih PSG, Luis Enrique di laga melawan Sporting Lisbon pada lanjutan Liga Champions. (c) AP Photo/Armando Franca

Pelatih PSG, Luis Enrique di laga melawan Sporting Lisbon pada lanjutan Liga Champions. (c) AP Photo/Armando Franca

PSG sejatinya mengontrol penuh jalannya laga dari awal hingga akhir. Mereka mengurung pertahanan Sporting dan menciptakan segudang peluang emas.

Sayangnya, penyelesaian akhir dan keputusan wasit menjadi penghalang utama. Enrique menegaskan bahwa timnya jauh lebih superior dibandingkan tuan rumah.

"Bagi saya, dan saya katakan ini dengan jujur seperti biasa, kami memainkan pertandingan tandang terbaik kami musim ini," klaim sang pelatih.

"Kami mengatasi lawan secara menyeluruh, mengendalikan pertandingan dan menciptakan banyak peluang," tambah Enrique.

3 dari 5 halaman

Hat-trick Gol Dianulir

Marquinhos dan pemain PSG memberikan tepuk tangan kepada suporter usai laga melawan Sporting di Liga Champions, 21 Januari 2026. (c) AP Photo/Armando Franca

Marquinhos dan pemain PSG memberikan tepuk tangan kepada suporter usai laga melawan Sporting di Liga Champions, 21 Januari 2026. (c) AP Photo/Armando Franca

Kesialan PSG memang tak main-main dalam laga ini. Tiga kali mereka menggetarkan jala gawang lawan, tiga kali pula wasit menganulirnya.

Gol Warren Zaire-Emery, Nuno Mendes, hingga sundulan keras pemenang Ballon d'Or 2025, Ousmane Dembele, semuanya dibatalkan. Pelanggaran dalam proses gol dan jebakan offside menjadi penyebabnya.

"Tapi kami tidak bodoh, dan kami tahu bahwa Anda harus mencetak gol," ujar Enrique menyadari realitas pahit tersebut.

"Saya pikir kami melakukan segalanya untuk memenangkan pertandingan ini, kami jauh lebih unggul, dan sangat tidak adil sehingga membuat frustrasi bagi kami sebagai tim untuk menerimanya," lanjutnya.

4 dari 5 halaman

Blunder Fatal Menit Akhir

Petaka sesungguhnya terjadi jelang bubaran laga. Kiper Lucas Chevalier melakukan blunder fatal saat gagal menangkap tendangan jarak jauh dengan sempurna.

Bola muntah langsung disambar oleh striker Kolombia, Luis Suarez, untuk memastikan kemenangan tuan rumah. Gol di menit ke-90 itu membunuh harapan PSG untuk membawa pulang poin.

"Begitulah adanya, kami harus terus maju," kata Enrique mencoba bangkit.

"Jelas, kami perlu memanfaatkan peluang yang kami miliki, tetapi hasil ini sangat tidak adil," tegasnya lagi.

5 dari 5 halaman

Mentalitas Juara Bertahan

Kekalahan ini membuat PSG turun ke posisi lima klasemen sementara. Poin mereka kini disamai oleh Sporting Lisbon yang naik ke peringkat enam.

Meski kecewa berat, Enrique tetap memuji mentalitas anak asuhnya. Ia yakin PSG akan melaju jauh di Liga Champions musim ini berbekal performa tersebut.

"Kami harus melanjutkan, kami tahu betapa sulitnya kompetisi ini," tutur mantan pelatih Barcelona itu.

"Kami jauh lebih baik daripada lawan kami dan karena itu tidak melihat kualitas mereka, dan saya pikir kami akan melangkah sangat jauh di Liga Champions karena dengan mentalitas dan kepribadian ini, saya sangat bangga dengan pemain saya," tutupnya.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL