
Bola.net - UEFA memutuskan untuk menghapus aturan gol tandang mulai musim 2021-22 mendatang.
Keputusan itu diumumkan pada Kamis (24/06/2021) siang waktu setempat. UEFA menyatakan aturan itu berlaku di semua ajang kompetisi yang berada di bawah naungan mereka, termasuk di Liga Champions dan Liga Europa.
Aturan gol tandang sendiri sudah berlaku sejak tahun 1965 silam. Namun sudah sejak lama aturan ini diperdebatkan dan diprotes karena dirasa tidak adil.
Tak sedikit pihak yang mengusulkan aturan ini dihapus. UEFA akhirnya menuruti masukan itu agar sepak bola bisa makin menarik dan menghasilkan lebih banyak gol.
Keputusan UEFA ini kemudian mendapat reaksi dari netizen. Apa kata mereka? Scroll terus ke bawah Bolaneters.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Kalo Nggak Rusak Nggak Usai Diperbaiki
This is a very bad decision. Surely that means then, if there is a tie on goals, the team playing the second leg has an advantage at their home stadium for extra time and penalties?
— matt (@thfcmxtt) June 24, 2021
Away goals was fine, if it ain’t broke don’t fix it
"Ini adalah keputusan yang sangat buruk. Tentunya itu berarti, jika ada seri gol, tim yang memainkan leg kedua memiliki keunggulan di stadion kandang mereka untuk perpanjangan waktu dan adu penalti?"
"Gol tandang baik-baik saja, jika tidak rusak jangan perbaiki"
Langsung Penaltian Aja
Scrap extra time in all competitions and go straight to penalties.
— Daniel Brady (@danielbrady82) June 24, 2021
"Hilangkan extra time di semua kompetisi dan langsung ke adu penalti."
Ilang Deh
U took away what makes under dog stories and u expect us to enjoy football😂😂
— Kevin 🏴 (@cfckevs) June 24, 2021
"Kalian mengambil apa yang menjadi kisah-kisah tim underdog dan kalian mengharapkan kami untuk menikmati sepak bola."
Kayaknya Bukan Ide Bagus Deh
I don’t think it’s a good idea, they are killing the game slowly with change of rules everyday 🤨🤨
— Uy scuti/Arsenal Operawizzy (@Operawizzzy) June 24, 2021
"Saya tidak berpikir itu ide yang bagus, mereka membunuh permainan secara perlahan dengan perubahan aturan setiap hari."
Perubahan Positif
I'm actually glad that they're making this change because I don't believe a goal should mean more than another goal, just because it was scored away from home. Positive change👍
— David Owen (@DaveOwen99) June 24, 2021
"Saya sebenarnya senang mereka membuat perubahan ini karena saya tidak percaya satu gol harus berarti lebih dari satu gol lagi, hanya karena itu dicetak di luar kandang. Perubahan positif."
Gagal Paham Nih
I am not getting the logic here.
— ً (@TheFergusonWay) June 24, 2021
Won't it be tougher for the team playing away from home to try and score a goal in extra-time?
"Saya tidak memahami logikanya di sini."
"Bukankah akan lebih sulit bagi tim yang bermain tandang untuk mencoba dan mencetak gol di perpanjangan waktu?"
Sindiran Keras!
It's a rule for all the teams or instead is not included PSG, as well as FFP ???
— Michele Fusco (@mike_fusco) June 24, 2021
"Ini adalah aturan untuk semua tim atau sebaliknya tidak termasuk PSG, serta FFP???"
Balik ke Format Lama Aja
Revert back to the previous format of the Champions League pic.twitter.com/1CkTtezZXT
— NG (@StevenGerr8rd) June 24, 2021
"Kembali ke format Liga Champions sebelumnya."
Udah Sempurna Ngapain Diubah Toh?
Why change something that works perfectly?
— Kevin ⭐⭐ (@CFC__Kevin) June 24, 2021
"Kenapa mengubah sesuatu yang bekerja secara sempurna?"
Stop Ubah-ubah Aturan Woy!
Stop changing stuff that's not broke. Ruining football more and more every year
— James Goodwin (@james_guderz) June 24, 2021
"Stop mengubah-ubah hal yang tidak rusak. Merusak sepak bola tiap tahunnya."
Ngapain Ada Dua Leg Kalo Gitu?
If no away goals rule then what’s the need for two legs? It should be only one leg in the knock out stages. Away goal has been really great and helpful to some team 😤 UEFA at it again🤮
— Rizzobillz (@rizzobillz) June 24, 2021
"Jika tidak ada aturan gol tandang, lalu apa gunanya dua leg? Seharusnya hanya satu leg di babak knock out. Gol tandang benar-benar hebat dan membantu beberapa tim. UEFA beraksi lagi."
Sebuah Perbaikan Besar
More penalty shootouts, less teams going out because they didn’t score a certain amount of away goals and more extra time drama with teams not parking the bus (Simeone) to cling onto a 0-0 after scoring an away goal. Really can’t see any downside, this is a huge improvement. https://t.co/Nz0IzcrtJq
— ً (@j2mcfc) June 24, 2021
"Lebih banyak adu penalti, lebih sedikit tim yang keluar karena mereka tidak mencetak gol tandang dalam jumlah tertentu dan lebih banyak drama perpanjangan waktu dengan tim yang tidak memarkir bus (Simeone) untuk mempertahankan skor 0-0 setelah mencetak gol tandang. Benar-benar tidak dapat melihat kerugian apa pun, ini adalah peningkatan besar."
Contoh Kisah-kisah tak Terlupakan Karena Gol Tandang
Some iconic games and moments that the away goals rule has given us in recent UCL seasons…
— 👑 (@MUFC_Realist) June 24, 2021
Porto 4-4 Juventus (2021)
Lyon 2-2 Juventus (2020)
Man Utd 3-3 PSG (2019)
Tottenham 4-4 Man City (2019)
Tottenham 3-3 Ajax (2019)
Roma 4-4 Barcelona (2018)
Monaco 6-6 Man City (2017) pic.twitter.com/AYuFp4qrPQ
(Twitter)
Baca Juga:
- Kejutan Besar! UEFA Hapus Aturan Gol Tandang di Liga Champions dan Liga Europa
- Kabar Gembira! Lebih dari 60 Ribu Suporter Bakal Saksikan Langsung Final Euro 2020 di Wembley
- Perang Juventus, Barcelona dan Real Madrid vs UEFA Semakin Memanas!
- Barcelona: Kami Ogah Minta Maaf ke UEFA soal European Super League
- Waduh, UEFA Ancam Pindahkan Venue Final Euro 2020 dari Wembley ke Puskas Arena! Ada Apa?
- Juventus, Barcelona dan Real Madrid Dibolehkan Ikut Liga Champions 2021/22
- Benarkah Denmark Dipaksa Bertanding Pasca Eriksen Kolaps? Begini Klarifikasi UEFA
- Update Christian Eriksen: Dokter Beri 'Jempol', Eriksen Keluar Lapangan Sudah Siuman dan Stabil
- UEFA Tunda Investigasi, Dedengkot European Super League Aman untuk Sementara
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kevin De Bruyne Si Murah Hati, Tidak Ada Dendam Pada Antonio Rudiger!
Liga Inggris 21 Juni 2021, 14:47
LATEST UPDATE
-
Hasil Race 1 WorldSSP Australia 2026: Aldi Satya Mahendra Sabet Poin, Jaume Masia Menang
Voli 21 Februari 2026, 11:13
-
Jadwal Live Streaming WorldSBK Australia 2026 di Vidio, 20-22 Februari 2026
Otomotif 21 Februari 2026, 10:10
-
Jadwal Premier League di MOJI Hari Ini, Sabtu 21 Februari 2026
Liga Inggris 21 Februari 2026, 09:50
-
Hasil Superpole WorldSBK Australia 2026: Kalahkan Yari Montella, Nicolo Bulega Sabet Pole
Otomotif 21 Februari 2026, 09:25
-
Jadwal BRI Super League di Indosiar Hari Ini, Sabtu 21 Februari 2026
Bola Indonesia 21 Februari 2026, 09:14
-
Jadwal Liga Inggris Pekan Ini Live di SCTV, MOJI, dan Vidio, 21-24 Februari 2026
Liga Inggris 21 Februari 2026, 08:55
-
Nonton Live Streaming Pertandingan Proliga 2026 di MOJI Hari Ini, 21 Februari 2026
Voli 21 Februari 2026, 08:52
-
Hasil Lengkap, Klasemen, dan Jadwal Pertandingan Proliga 2026
Voli 21 Februari 2026, 08:20
-
Jadwal Lengkap Proliga 2026, 8 Januari-26 April 2026
Voli 21 Februari 2026, 08:20
-
Jadwal Pertandingan Proliga 2026 Putaran II Seri Bogor, 19 Februari-1 Maret 2026
Voli 21 Februari 2026, 08:19
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
























KOMENTAR