Bola.net - kembali membuktikan pepatah lama di dalam dunia sepakbola, bahwa 'bola itu bundar'. Ya, apapun bisa terjadi di dalam pertandingan. Tak peduli bagaimana hitung-hitungan statisik atau catatan sejarah menggambarkan sebuah laga, kemungkinan untuk mendobrak tradisi selalu ada.
Usai kalah 2-0 di Kiev pekan lalu di Ukraina, tak ada yang menyangka Les Bleus bakal bisa mencetak tiga gol tanpa kebobolan di Paris. Namun kenyataannya, mereka bisa menjadi tim pertama dalam sejarah yang bangkit dari ketertinggalan dua gol dan lolos ke Piala Dunia.
Pelatih Didier Deschamps bahkan tak ragu untuk menyebutnya sebagai salah satu 'keajaiban sepakbola'. Inilah yang kemudian membuat olahraga olah bola ini jadi menarik. Inilah yang membuat olahraga ini terus mampu menyedot animo penduduk dunia, meski usianya sendiri sudah mencapai berabad-abad lamanya.
Nah, perlu jadi catatan bahwa Prancis bukanlah negara atau tim pertama yang mampu membelokkan prediksi dan mencatat comeback luar biasa di dalam pentas sepakbola dunia.
Kali ini Bolanet sudah merangkum beberapa kisah manis kebangkitan beberapa tim, yang mungkin patut disimak bagi anda yang merindukan keajaiban sepakbola. (kpl/rer)
Korea Utara vs Portugal 1966

Namun untunglah, Portugal memiliki pemain legendaris seperti Eusebio. Memasuki babak kedua, ia mencetak empat gol dalam rentang waktu 32 menit dan membuat timnya melewati babak perempat final dengan sukses.
Turnamen edisi '66 ini akhirnya dimenangkan oleh Inggris dan Portugal menjadi juara ketiga.
Hungaria vs Jerman Barat 1954
Jerman Barat kebagian apes dengan bertemu mereka di babak penyisihan grup. Hasil akhir membuktikan mana yang lebih kuat. Hungaria menang dengan skor telak 8-3.
Roda nasib kemudian bekerja dengan cara yang unik. Kedua negara sama-sama lolos dari fase grup dan akhirnya kembali bertemu di partai final. Sudah pasti tak ada yang mengunggulkan Jerman di laga ini, apalagi berkaca pada hasil di babak penyisihan.
Delapan menit laga final dimulai, Hungaria sudah unggul 2-0 melalui Ferenc Puskas dan Zoltan Czibor. Namun kemudian Jerman mampu membuktikan kekuatan mental mereka dan mencatat comeback, yang mungkin terhebat di final Piala Dunia, dan menang 3-2. Jerman Barat pun akhirnya dinobatkan menjadi juara.
Prancis vs Italia 2000

Prancis baru saja memenangkan Piala Dunia 1998 dan Italia sedang berjaya dengan Serie A-nya. Banyak orang memprediksi laga ini bakal berjalan ketat, mengingat Italia saat itu juga kondang dengan sistem defensifnya yang rapi.
Namun kejutan justru dibuat oleh pelatih Dino Zoff saat itu. Alih-alih memainkan Filippo Inzaghi dan Alessandro Del Piero, ia lebih memilih Francesco Totti dan Marco Delvecchio untuk mengisi pos lini depan. Gli Azzurri pun menampilkan pola permainan menyerang.
Hasilnya langsung terlihat, mereka unggul lebih dulu melalui gol Delvecchio di babak kedua. Skor 1-0 bertahan hinga empat menit waktu tambahan, sebelum akhirnya disamakan oleh Sylvain Wiltord.
Kala itu sejatinya para pemain Italia sudah berdiri dari bangku cadangan mereka dan bersiap untuk merayakan sukses juara Eropa. Namun Wiltord membuyarkan semua itu.
Nestapa Italia kemudian bertambah saat di babak tambahan, yang menggunakan sistem golden goal, pemain pengganti David Trezeguet mencetak gol emas ke gawang Toldo di menit ke-106 dan membawa Prancis berjaya di Eropa tahun itu. 2-1 untuk Prancis.
Liverpool vs AC Milan 2005

Babak pertama berjalan, Hernan Crespo mencetak dua gol. Paolo Maldini ikut menambah keunggulan AC Milan menjadi 3-0. Namun 45 menit berikutnya bakal jadi mimpi buruk untuk Il Rossonerri.
Steven Gerrard menginspirasi kemenangan Liverpool dengan gol cepatnya di babak kedua. Umpan dan aksinya juga kemudian menjadi inspirasi bagi Xabi Alonso dan Vladimir Smicer untuk membuat kedudukan jadi imbang 3-3.
Laga kemudian terpaksa musti dilanjutkan ke babak adu penalti. Di fase ini Jerzy Dudek jadi aktor utama menyusul aksi 'spaghetti legs' yang ia lakukan mampu menahan tendangan penalti yang dilakukan oleh Andrea Pirlo dan Andriy Shevchenko. Liverpool pun jadi juara tahun itu dengan cara yang amat luar biasa.
Manchester United vs Bayern Munich 1999

Malam itu di Barcelona, pendukung Bayern tersenyum terlebih dahulu menyusul sukses Mario Basler mengeksekusi tendangan bebas di menit ke-6. Bayern unggul 1-0 dan bertahan hingga menit-menit akhir laga. Nampaknya para pemain klub The Bavarians sudah bersiap untuk merayakan gelar juara di bangku cadangan.
Di sinilah kecerdikan Alex Ferguson berperan. Ia memutuskan untuk memasukkan Teddy Sheringham. Sang striker lalu mencetak gol di menit pertama tambahan waktu untuk membuat kedudukan menjadi imbang. Bayern sedikit kecewa, namun masih memiliki asa untuk mengejar.
Wasit pun mungkin mengira bahwa ia harus memainkan babak tambahan, sebelum Ole Gunnar Solkskjaer memanfaatkan bola tendangan sudut David Beckham untuk mencetak gol tepat di menit ke-93. Laga langsung berakhir usai gol terjadi dan United pun jadi juara dengan cara yang dramatis.
Apabila anda sempat menyaksikan laga ini, Peter Schmeichel, kiper United, amat gembira dengan hasil tersebut hingga ia memutuskan melakukan salto di depan gawangnya sendiri!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Untuk Atletico Madrid, Arda Turan Minta Agar Tetap Rendah Diri
Liga Champions 20 November 2013, 16:30
-
5 Comeback Penuh Kenangan di Sepakbola
Editorial 20 November 2013, 15:45
-
Thohir: 2016, Inter Harus Siap Tembus Final di San Siro
Liga Champions 20 November 2013, 13:43
-
Ronaldinho Isyaratkan Kembali ke Eropa
Liga Eropa Lain 20 November 2013, 12:23
-
Liga Champions 20 November 2013, 02:30

LATEST UPDATE
-
5 Pelajaran Penting untuk AC Milan Usai Duel Lawan Como: Scudetto Kian Menjauh?
Liga Italia 22 Februari 2026, 00:28
-
Hasil Bayern vs Eintracht Frankfurt: Menang walau Ditekan Hebat di Pengujung Laga
Bundesliga 22 Februari 2026, 00:07
-
Hasil Chelsea vs Burnley: Gol Telat Flemming Buyarkan Kemenangan The Blues
Liga Inggris 22 Februari 2026, 00:06
-
Man of the Match Juventus vs Como: Mergim Vojvoda
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:42
-
Prediksi Milan vs Parma 23 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:29
-
Hasil Juventus vs Como: Kekalahan di Turin Dorong Bianconeri ke Ambang Krisis
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:22
-
Masalah Lain Arsenal Musim Ini: Sudah 6 Kali Lawan Tim EPL dengan Pelatih Baru
Liga Inggris 21 Februari 2026, 22:57
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Terkapar, 2 Laga Lain Imbang
Bola Indonesia 21 Februari 2026, 22:57
-
Milan Dituntut Memusatkan Perhatian Penuh pada Parma
Liga Italia 21 Februari 2026, 22:25
-
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 21:49

-
Dani Olmo di Barcelona: Kadang Terlihat Biasa, tapi Tiba-tiba Mengubah Arah Pertandingan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 20:58
-
Pecco Bagnaia Akhirnya Ngaku Sudah Pilih Tim MotoGP 2027, Kode Pindah ke Aprilia?
Otomotif 21 Februari 2026, 20:26
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR