
Bola.net - Oleh: Zulfikar Aleksandri
Andai Milan tak banyak kehilangan poin dan Inter tak memecat Rafa Benitez, Derby della Madonnina tak akan sepenting akhir pekan ini.Makna laga dua tim kota Milan pekan ini hampir sama dengan final Serie A. Laga penentu scudetto.Sang juara bertahan lebih diunggulkan. Selain performa yang terus menanjak -di liga domestik dan Liga Champions- lawan tak akan diperkuat Zlatan Ibrahimovic. Tanpa Ibra, kekuatan Rossoneri bakal tereduksi, tapi tak akan menurunkan gengsi dan tensi laga ini.Berikut lima faktor penting jelang Derby della Madonnina edisi kedua musim 2010/11.1. Tanpa Zlatan IbrahimovicDengan 14 gol dan sejumlah assist yang dibuatnya musim ini, sulit membantah peran vital Ibra di lini depan Rossoneri.Tapi kelakuan bodoh Ibra saat menerima kartu merah lawan Bari harus dibayar mahal. Milan kalah dari Palermo dan makin sulit melepaskan ketergantungan mereka pada Ibra. Orang Italia menyebutnya Ibradipendenza.2. Duel De OranjeBelanda tampil luar biasa di Piala Dunia lalu dan tak tertandingi selama kualifikasi Piala Eropa. Kehebatan Belanda adalah gambaran sosok Wesley Sneijder. Playmaker Inter Milan yang serius diburu Manchester United.Salah satu alasan utama bangkitnya Inter pada paruh kedua musim ini adalah fantastisnya performa Sneijder. Gol-gol spektakuler dan umpan-umpan brilian terus dihasilkan pemain berusia 26 tahun ini.Lawa Milan pada laga derby, Sneijder punya lawan sepadan. Siapa lagi kalau bukan seniornya di timnas Belanda, Mark van Bommel. Duel antar sesama De Oranje ini dipastikan seru dan menarik.3. Hentikan Eto'oMantan striker Barcelona ini sudah tak muda lagi. Tapi rekor golnya musim ini fantastis. Ia berpeluang mencetak gol ke-20 nya di liga pada laga derby. 'Kebetulan" Ibra absen. Praktis fokus perhatian bakal ditujukan pada Eto'o.Duo bek Milan, Alessandro Nesta dan Thiago Silva harus kerja keras menghentikan Eto'o. Sulit berharap Eto'o akan mengulang blunder saat gagal menyelesaikan peluang 99% gol di depan gawang Juventus beberapa pekan lalu.4. Faktor Julio CesarKiper asal Brasil ini tampil konsisten sepanjang musim, meski sempat membuat blunder di Liga Champions saat lawan Bayern Munich. Tapi saat dalam konfidensi tinggi, Julio Cesar akan menjadi faktor kunci laga Derby della Madonnina kali ini.5. Gol Pertama, Gol Penentu KemenanganPada pertemuan putaran pertama 14 November lalu, Milan menang tipis berkat gol tunggal penalti Zlatan Ibrahimovic pada menit kelima. Ini menjadi bukti bahwa gol cepat di laga ini bisa menentukan hasil pertandingan.Bagi Milan, skor 1-0 bisa jadi jaminan tiga poin karena pada lima kemenangan mereka pada 12 derby terakhir selalu diakhiri dengan skor 1-0.6. Tensi TinggiDi mana pun dan level kompetisi apa pun, aroma derby selalu panas, adu gengsi, rivalitas, dan tensi tinggi. Demikian pula Derby della Madonnina yang menghasilkan enam kartu merah dari lima pertemuan terakhir kedua tim. Pada putaran pertama lalu kartu merah diberikan pada pemain Milan, Ignacio Abate.7. Revolusi LeonardoSejak menggantikan Rafa Benitez, Leonardo mencatat 12 kemenangan dan sekali seri dari 15 laga terakhir di Serie A. Total meraih 37 poin.Pada 15 laga saat masih dilatih Benitez, Inter hanya mengoleksi 23 poin. Leonardo unggul 14 poin dari Benitez. Sebuah revolusi yang membawa Inter ke posisi runner up menempel Milan jelang Della Madonnina.8. Reuni Leonardo vs AllagriSaat masih melatih Milan musim lalu, Leonardo meraih kemenangan kandang-tandang (double) atas Allegri yang saat itu mengarsiteki Cagliari. Uniknya, musim lalu Leonardo selalu kalah saat lawan Inter yang masih dilatih Jose Mourinho, kebobolan enam gol tanpa mampu mencetak satu pun gol ke gawang La Beneamata.9. Serangan Terbaik vs Pertahanan TerbaikMusim ini Milan memiliki rekor pertahanan terbaik di Serie A dengan hanya kebobolan 22 gol dari 30 pertandingan. Dalam 11 laga terakhir, mereka hanya kebobolan lima kali.Sebaliknya bagi Inter, Nerazzurri memiliki barisan penyerangan terbaik dengan total 56 gol, jumlah gol terbanyak di antara tim-tim Serie A musim ini.10. Perubahan KlasemenBila Inter menang, Nerazzurri bakal mengkudeta Milan di peringkat capolista. Belum cukup? Napoli bisa menyamai poin Milan bila menang atas Lazio, sementara Udinese terus menempel bila meraih tiga poin di kandang Lecce. Seru? Pasti. Karena tajuk Derby della Madonnina kali ini memang final-nya Serie A 2010/11.Laga derby yang sayang untuk dilewatkan. (bola/zul)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Derby della Madonnina: 10 Hal Menarik Jelang Laga AC Milan vs Inter Milan
Editorial 2 April 2011, 00:12 -
AS ROMA vs JUVENTUS: Duel "The Last Fantasistas"
Editorial 1 April 2011, 22:09 -
Sepak Bola, Simbol Harapan dan Kekuatan Jepang
Editorial 31 Maret 2011, 15:40 -
PIALA EROPA 2012: Siapa Bisa Hentikan Spanyol dan Belanda?
Editorial 30 Maret 2011, 21:08 -
10 Pemain Terbaik Paruh Pertama Kualifikasi Piala Eropa
Editorial 30 Maret 2011, 20:39
LATEST UPDATE
-
Milan Dituntut Memusatkan Perhatian Penuh pada Parma
Liga Italia 21 Februari 2026, 22:25
-
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 21:49

-
Dani Olmo di Barcelona: Kadang Terlihat Biasa, tapi Tiba-tiba Mengubah Arah Pertandingan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 20:58
-
Pecco Bagnaia Akhirnya Ngaku Sudah Pilih Tim MotoGP 2027, Kode Pindah ke Aprilia?
Otomotif 21 Februari 2026, 20:26
-
Prediksi Starting XI Milan vs Parma: Adu Formasi 3 Pemain Belakang
Liga Italia 21 Februari 2026, 20:05
-
Prediksi Starting XI Tottenham vs Arsenal: Kesiapan Saka dan Trossard
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:50
-
Prediksi Starting XI Barcelona vs Levante: Perubahan di Belakang dan Depan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 19:36
-
Prediksi Starting XI Nottm Forest vs Liverpool: Opsi Rotasi The Reds Cukup Terbatas
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:14
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09















KOMENTAR