Bola.net - Oleh: Gia Yuda Pradana
Dalam cerita fiksi, kita mengenal sosok Superman Si Manusia Baja yang lemah terhadap Kryptonite. Seperti itu juga hubungan antara Jasper Cillessen dengan penalti.
Ibarat Superman yang tak sanggup mengatasi Kryptonite, Cillessen sangat rapuh setiap kali dihadapkan pada eksekusi 12 pas lawan. Sang kiper 25 tahun dan Ajax Amsterdam belum sekali pun berhasil 'selamat' dari situasi tersebut.
Ketika Belanda besutan Guus Hiddink melawan tuan rumah pada matchday 3 kualifikasi EURO 2016 Grup A, Selasa (14/10), Cillessen dipercaya turun dari menit awal. Di laga itu, Belanda secara mengejutkan kalah 0-2. Dua gol Islandia diborong oleh gelandang serang Swansea City Gylfi Sigurdsson pada menit 10 dan 42. Gol pembuka Sigurdsson tercipta lewat eksekusi penalti yang diawali pelanggaran Gregory van der Wiel terhadap Birkir Bjarnason dan tak sanggup dinetralisir oleh Cillessen di bawah mistar.
ICE 1-0 NED (20') - And Cillessen remains without a penalty saved. He has faced 23 and allowed 23 goals
— MisterChip (English) (@MisterChiping) October 13, 2014Penalti Sigurdsson di Reykjavik adalah penalti ke-23 yang dihadapi Cillessen sepanjang karier profesionalnya, baik di level klub maupun timnas. Tragisnya, 23 kali menghadapi penalti, 23 kali pula Cillessen tumbang.
Mari kita flashback sejenak ke panggung akbar Piala Dunia 2014 di Negeri Samba, tepatnya ke duel perempat final antara Belanda vs Kosta Rika.
Waktu itu, hingga extra time hampir usai, skor tetap 0-0 dan laga diyakini bakal masuk babak adu penalti. Pelatih Belanda kala itu, Louis van Gaal, mengambil sebuah keputusan mengejutkan di penghujung extra time. Dia menggunakan jatah pergantian terakhirnya untuk menarik keluar Cillessen dan memasukkan Tim Krul.
(c) AFPAlasannya jelas, yaitu demi memenangi adu penalti. Kenapa van Gaal berbuat demikian? Tentu saja karena van Gaal tahu kalau Belanda bakal menderita jika dia tetap memercayakan gawang timnya kepada Cillessen di babak shootout. Keputusan yang brilian. Krul sukses mengebiri dua algojo Kosta Rika dan Belanda lolos ke semifinal dengan kemenangan 4-3.
Van Gaal tahu bahwa penalti ibarat Kryptonite bagi Cillessen.
Hiddink pasti juga merasakan hal yang sama ketika melawan Islandia. Namun, mana mungkin dia mengganti Cillessen ketika timnya dihukum penalti di 10 menit pertama laga.
Cillessen lagi-lagi tumbang dari titik 12 pas dan itu mungkin cukup menggoyahkan mentalnya hingga dia kembali kebobolan oleh orang yang sama 32 menit berselang. Lebih menyesakkan lagi, Belanda gagal membalas satu gol pun dan dipaksa menelan kekalahan kedua dalam tiga pertandingan.
Menurut statistik WhoScored, Cillessen adalah kiper yang hebat dari segi refleks (shot stopping), baik ketika dihadapkan pada tembakan jarak dekat maupun jarak jauh. Daya konsentrasinya pun bisa diandalkan.


Namun sayang, Cillessen lemah dalam satu hal, yaitu menghadapi penalti, ibarat Superman yang sudah terkena efek Kryptonite. [initial]
Stat Attack:
- EDITORIAL: Dari Vicini ke Conte, Deja Vu 27 Tahun
- EDITORIAL: Paco Alcacer, Finisher Mematikan La Furia Roja
- Deadliest Duo Eropa, Dahulu dan Sekarang
- 10 Korban Utama 'El Angel Gabriel' Batistuta
- Head-to-Head Predator 5 Liga Top Eropa
- Buffon Pecah Rekor EURO
- Andorra, 10 Tahun Tanpa Manisnya Kemenangan
- Modric, Komponen Utama Mesin Perang Kroasia
- Belanda Versi Hiddink vs Belanda Era Van Gaal
- Pelle, 23 Menit Masuk 'Buku' Azzurri
- Diego Costa, Samba Ketiga La Furia Roja
- Penantian 516 Menit Diego Costa
- Rooney, Dua Direct Buat Tiga Singa
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
EDITORIAL: Penalti, Kryptonite Bagi Cillessen
Editorial 14 Oktober 2014, 15:00
-
Ajax Datang, Perburuan Rabiot Memanas
Liga Champions 13 Oktober 2014, 13:55
-
Video: Gol Penalti Satu-Dua Ala Cruyff dan Xavi
Open Play 8 Oktober 2014, 11:36
-
Barisan Mangsa Favorit Monster Gol Messi dan Ronaldo
Editorial 6 Oktober 2014, 15:21
-
Mathieu Minta Barca Tak Terlena Label Favorit di Liga Champions
Liga Champions 29 September 2014, 08:41
LATEST UPDATE
-
Hasil Barcelona vs Athletic Club: Pesta Gol, Blaugrana ke Final
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 05:38
-
Hasil Burnley vs Man United: Dua Gol Benjamin Sesko Warnai Debut Darren Fletcher
Liga Inggris 8 Januari 2026, 05:31
-
Hasil Napoli vs Lecce: Partenopei Selamat dari Kekalahan Setelah Tertinggal 0-2
Liga Italia 8 Januari 2026, 03:37
-
Prediksi Arsenal vs Liverpool 9 Januari 2026
Liga Inggris 8 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Milan vs Genoa 9 Januari 2026
Liga Italia 8 Januari 2026, 02:45
-
Prediksi Atletico Madrid vs Real Madrid 9 Januari 2026
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 02:00
-
Tempat Menonton Man City vs Brighton: Jadwal Live Streaming dan Tayang di Mana?
Liga Inggris 8 Januari 2026, 01:09
-
Prediksi PSG vs Marseille 9 Januari 2026
Liga Eropa Lain 8 Januari 2026, 01:00
-
Tempat Menonton Fulham vs Chelsea: Jadwal Live Streaming dan Tayang di Mana?
Liga Inggris 8 Januari 2026, 00:35
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58

























KOMENTAR