Bola.net - Jelang dimulainya perjalanan di ajang Piala AFF, harapan tinggi dibebankan di pundak para penggawa Garuda Merah Putih. Bagaimanakah pandangan arsitek timnas Indonesia mengenai peluang anak asuhnya di ajang ini? Dan bagaimanakah kisah perjalanan karir pelatih berusia 61 tahun itu? Simak saja wawancara dengan pelatih yang sempat menjadi top skorer Liga Belgia, kala masih aktif menjadi pemain, di era 70-an itu dengan Thai Fussball. Mr. Riedl, sejak awal 90-an, Anda telah melatih jauh dari kampung halaman Anda di Austria. Josef Hickersberger, rekan Anda di Austria Wina, juga melakulan hal yang sama seperti Anda. Begitu pula Berti Vogts, Holger Osieck atau Wolfgang Sidka. Apakah yang melatari para pelatih menginginkan untuk berkarir di luar negeri dan seakan enggan untuk pulang kampung lagi? Seringkali terjadi bahwa Anda akan lebih mudah mendapatkan pekerjaan di negara lain ketimbang di negara Anda sendiri. Jika Anda ingin mendapat pekerjaan, Anda tidak bisa menanti lama untuk mendapatkannya. Setalah melangkahkan kaki ke luar negeri, seringkali tidak mudah untuk bisa kembali pulang ke kampung halaman. Antara 1998 dan 2007, Anda menjadi pelatih Vietnam sebanyak tiga kali dan memimpin mereka bertarung di Piala Suzuki. Kebersamaan Anda ini diselingi melatih Al-Salmiya SC di Kuwait dan juga di Palestina. Mengapa Anda selalu kembali ke Vietnam di masa transisi itu? Tahun 1998, sumber daya mereka sangat terbatas. Namun, sejak saat itu, sepak bola Vietnam berkembang dengan sangat baik. Saya dan istri merasa sangat senang bisa berada di sana. Itulah sebab mengapa kami selalu kembali ke Vietnam. 2008 lalu, Vietnam berhasil memenangi Piala AFF di bawah pelatih Henrique Calisto. Apakah Anda akan mengatakan bahwa sukses Calisto berdasar pada kerja Anda beberapa waktu lalu? Sebetulnya, sukses Vietnam di hanyalah tinggal menunggu waktu saja. 2008 lalu mereka mendapat beruntung. Namun, menurut saya, semua orang yang pernah berkecimpung di sepak bola Vietnam berhak untuk mendapatkan pengakuan tersebut. Sejak Mei 2010, Anda bertugas sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia. Apakah yang mendasari Anda untuk hengkang ke Indonesia, padahal saat itu Anda masih berstatus pelatih Laos U-23. Karena saat itu Federasi Sepak bola Laos sedang mengalami transisi. Sementara, saya mendapat tawaran dari Indonesia. Sejak menangani Timnas Indonesia, Anda tidak pernah benar-benar mendapatkan situasi yang benar-benar kondusif. Beberapa pekan di sana, Anda disebut bakal kehilangan jabatan Anda. Belakangan ini, manajer tim, Andi Darussalam menuding Anda sebagai sosok yang arogan. Beberapa hari kemudian, PSSI menarget Anda untuk memenangi Piala AFF. Apabila gagal,Anda akan dipecat. Bagaimana pendapat Anda dan cara Anda menyikapi hal ini. Saya telah membaca mengenai hal ini. Namun, sebagai pekerja di PSSI, saya bisa dipecat kapan saja mereka mau. Sementara itu, mengenai masalah dengan Andi, saya bisa pastikan telah selesai. Di ajang ini, target saya adalah membawa tim ini ke partai final. Saya tidak berpikir mengenai target-targetr lainnya. Saya hanya berusaha menjalankan tugas saya sebaik mungkin. Apabila mereka tidak puas, seperti yang telah saya katakan, saya hanyalah seorang pekerja." Adakah sebuah taktik khusus yang menjadi favorit Anda? Saya tidak memiliki sebuah taktik favorit. Saya menerapkan taktik sesuai dengan lawan yang akan kami hadapi. Tim manakah yang Anda anggap sebagai favorit dalam ajang ini? Dan, bagaimana menurut Anda peluang tim Anda di sini? Seperti biasa, Thailand, Vietnam dan Singapura. Mereka memiliki potensi untuk menjadi favorit di ajang ini. Namun, kami tidak boleh meremehkan Malaysia. Kami juga tidak bisa meremehkan lawan-lawan lainnya. Seperti yang saya bilang sebelumnya, kami berharap bisa sampai ke babak Final. Liga mana yang menurut Anda merupakan yang terbaik di level ASEAN? Saya rasa V-League di Vietnam merupakan yang terbaik. Nampaknya mereka telah menunjukkan perbaikan yang sangat pesat. (kpl/bola)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Riedl: PSSI Bisa Pecat Saya Kapanpun Mereka Mau
Editorial 1 Desember 2010, 18:43 -
Optimisme Mourinho Tetap Tinggi Usai El Clasico
Editorial 30 November 2010, 18:49 -
Editorial 27 November 2010, 18:55
-
Wawancara Mourinho, Public Enemy No.1 Barcelonistas
Editorial 26 November 2010, 14:01 -
Head to Head Kedua Tim El Clasico
Editorial 26 November 2010, 08:03
LATEST UPDATE
-
Barcelona Terancam Sanksi Usai El Clasico, 10 Insiden Suporter Masuk Laporan La Liga
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 18:44
-
Jadwal Pekan ke-8 BRI Super League 2026/2027, Live di Indosiar dan Vidio!
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 18:26
-
Hansi Flick dengan Sengaja Batasi Menit Bermain Pedri di Barcelona
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 18:14
-
Krisis Bek Barcelona yang Parah: Hansi Flick Punya 4 Opsi untuk Rombak Lini Belakang
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 17:33
-
Usai Kalah dari Brighton, Chelsea Bidik Kemenangan di Kandang Liverpool
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 17:28
-
Lagi On Fire, Liverpool Siap Ladeni Perlawanan Chelsea
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 17:18
-
Kedewasaan Como yang Makin Teruji
Liga Italia 28 Oktober 2026, 17:09
-
Antonio Conte, Sosok yang Sempurna untuk Disiplinkan Skuad Bebal MU!
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 17:06
-
Michael Carrick Diberi Tiga Laga untuk Selamatkan Pekerjaannya di Manchester United
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 16:56
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
















KOMENTAR