
Bola.net - Komite Eksekutif (Exco) PSSI, pada rapat 3 Mei 2021, membuat keputusan Liga 1 musim 2021 digelar tanpa degradasi. Keputusan ini kemudian mendapat reaksi beragam dari publik sepak bola Indonesia.
Penerapan sistem tanpa degradasi membuat Liga 1 musim depan akan diikuti 20 klub. Sebanyak 18 klub yang ada akan ditambah dengan 2 klub peraih status juara dan runner-up Liga 2 2021/2022.
Namun, formula seperti ini masih bersifat sementara karena akan diputuskan pada Kongres PSSI 2022. Sebab, jumlah voters Liga 1 yang tertera di Statuta PSSI adalah 18 tim. Perlu adanya amandemen andai mau mempertahankan situasi seperti ini.
"Kami akan melihat model musim ini akan bagaimana. Kalau memang mempunyai dampak positif, bisa kami pertimbangkan dibawa ke kongres tahunan PSSI pada tahun depan untuk diubah," kata Anggota Exco PSSI, Hasani Abdulgani.
Keputusan penghapusan sistem degradasi ini ternyata menuai pro dan kontra. Meskipun banyak klub yang mendukung, namun ada sedikit klub yang kecewa dengan keputusan tersebut.
Sisi kompetitif dari atmosfer kompetisi Liga 1 2021/2022 menjadi dipertanyakan. Lantas, apa saja plus dan minus dalam menggelar kompetisi tanpa sistem degradasi?
Buruk

Bicara kualitas kompetisi, penyelenggaraan Liga 1 2021/2022 tanpa sistem degradasi ternyata lebih banyak mudaratnya ketimbang manfaat. Nilai kompetitif menjadi berkurang karena tidak ada tekanan yang bernama degradasi.
Presiden Borneo FC Samarinda, Nabil Husein, menyayangkan wacana penyelenggaraan kompetisi tanpa degradasi. Nabil berpendapat, hal itu menjadi kemunduran buat sepak bola Indonesia yang selama ini sudah berjuang untuk menjadi yang terbaik di Asia.
"Borneo FC ingin sepak bola yang jelas aturannya. Tanpa degradasi akan menjadi satu kemunduran pada sepak bola Indonesia," ucap Nabil.
Pernyataan Nabil terasa sangat wajar dan masuk akal. Tak adanya tekanan bernama degradasi bisa membuat klub tak serius dalam berburu kemenangan.
Selain itu semangat kompetitif yang sudah dibangun sejak dulu bakal meluntur. Hal senada juga disayangkan pelatih Bali United, Stefano Cugurra Teco yang menilai klub Liga 2 yang paling dirugikan karena harus memperebutkan hanya dua slot promosi.
"Tidak bagus liga bergulir tanpa degradasi. Saya pikir, klub dari Liga 2 juga mau perwakilannya naik ke Liga 1," tegas Teco.
Baik

Komite Eksekutif (Exco) PSSI berdalih mayoritas klub mendukung kompetisi Liga 1 2021/2022 tanpa degradasi karena situasi pandemi COVID-19. Sektor keuangan klub yang paling terdampak di mana tak ada sumber pemasukan dari tiket penonton.
Hal ini terasa wajar mengingat seluruh laga bakal digelar tertutup alias tanpa kehadiran penonton. Jadi, mengambil asal keadilan antara klub kaya dan klub yang punya keuangan minimalis, kompetisi tanpa sistem degradasi dianggap sebagai win-win solution.
"Orang-orang banyak bertanya, kenapa? Kalau orang tak punya klub, susah menceritakannya. Apalagi kalau seorang suporter. Bagi seorang yang punya klub, ini sangat berat. Bagi seorang yang punya perusahaan, hari ini sangat berat karena dampak dari kondisi ini," kata Anggota Exco PSSI, Hasani Abdulgani.
"Ditambah kompetisi musim ini tanpa penonton. Klub tak dapat pemasukan kecuali subsidi dari operator kompetisi. Setelah pertimbangan-pertimbangan itu, klub-klub ini tidak akan maksimal nantinya karena faktor ekonomi tadi. Bisa-bisa kalau kami paksakan, klub bisa mundur," ucap Hasani.
Sementara itu, Barito Putera menjadikan situasi ini sebagai momentum mengembangkan pemain muda masa depan. CEO Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman, menyebut timnya punya kesempatan memberikan jam terbang lebih banyak pada pemain muda, namun tetap memprioritaskan kemenangan dalam pertandingan.
"Mudah-mudahan dengan tidak adanya degradasi, suporter dan masyarakat yang mencintai Barito Putera bisa mengerti. Bukan berarti tidak mengejar kemenangan, akan tetapi kami tidak ingin memberikan kesempatan sebanyak-sebanyak kepada pemain muda untuk bertandingan di atas lapangan," tegas Hasnuryadi.
Disadur dari Bola.com (Penulis: Zulfirdaus Harahap/Editor: Wiwig Prayugi, 8 Mei 2021)
Baca Ini Juga:
- Para 'Sultan' Gila Bola di Balik Klub Liga 1: Dari Nirwan Bakrie hingga Nabil Husein
- Kronologi PSSI Tetapkan Liga 1 Tanpa Degradasi yang Menuai Protes dari Netizen
- Riuh Netizen Soal Liga 1 2021 Tanpa Degradasi: Begini Mau ke Piala Dunia?
- Hasil Rapat Exco PSSI: Liga 1 2021 Tidak Mengenal Format Degradasi
- Persita Rekrut Bek Asal Inggris, Dikontrak 2 Musim
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Satu Pemain Jadi Korban Gempa Malang, Pelatih Persija Harus Ganti Formasi
Bola Indonesia 11 April 2021, 07:58
-
Hasil Piala Menpora 2021: Persija Jakarta 1-0 Barito Putera
Bola Indonesia 10 April 2021, 20:12
LATEST UPDATE
-
4 Pemain yang Berpotensi Dilepas Arsenal pada Musim Panas 2026/2027
Liga Inggris 20 Agustus 2026, 00:27
-
Kabar Baik dari Persija Jakarta: Shin Tae-yong Ungkap Kondisi Radovan Pankov
Bola Indonesia 19 Agustus 2026, 23:25
-
Tijjani Reijnders Resmi Gabung Al-Qadsiah dengan Mahar Rp1,1 Triliun
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 22:50
-
Timnas Voli Putra Indonesia Menang 3-0 atas Kamboja, Modal Positif Jelang Asian Games 2026
Voli 19 Agustus 2026, 22:34
-
Final Piala AFF 2026: Vietnam Tantang Thailand, Leg Pertama Digelar di Bangkok
Tim Nasional 19 Agustus 2026, 22:17
-
Wayne Rooney Kirim Pesan untuk Marcus Rashford: Ini yang Harus Diubah
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 21:01
-
Manchester United Terancam Gagal Dapatkan Pengganti Luke Shaw
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 20:06
-
Barcelona Sempat Hubungi Inter Milan soal Lautaro Martinez
Liga Spanyol 19 Agustus 2026, 19:36
-
6 Transfer Besar yang Bisa Meledak Sepekan Jelang Premier League 2026/2027 Dimulai
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 19:21
-
Barcelona Siap Dengarkan Tawaran untuk Raphinha, Al-Hilal Mengintai
Liga Spanyol 19 Agustus 2026, 19:06
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59

























KOMENTAR