Menurut Bambang, ia memang pernah meminta waktu tiga hari sampai sepekan pada Komdis sebelum membeber kasus pengaturan pertandingan.
"Tapi, mereka sama sekali tak pernah menghubungi lagi," tukasnya.
"Mereka juga bilang saya menghilang. Kata siapa? Saya selalu bisa dihubungi. Sampeyan saja bisa menghubungi saya kan?" Bambang menambahkan.
Sebelumnya, dalam sidangnya di Kantor PSSI, Senin (19/10), Komisi Disiplin PSSI menghukum Bambang seumur hidup tak boleh beraktivitas dalam sepakbola. Menurut Komdis PSSI, yang diketuai Ahmad Yulianto, keputusan ini diambil karena Bambang dianggap berbohong.
"Katanya mau membantu PSSI untuk mengungkapkan judi dan rantai match fixing dan lain-lain. Namun hingga saat ini tidak membantu," tutur Yulianto.
Lebih lanjut, Bambang mempertanyakan legitimasi PSSI, yang menjatuhkan hukuman padanya. Ia tak habis pikir dengan hukuman tersebut, sementara PSSI masih dalam status tak diakui aktivitasnya.
"Yang menghukum ini siapa, Tim Transisi atau PSSI yang dibekukan? Kalau PSSI yang dibekukan, wong mereka sendiri dibekukan, kok mau menghukum orang," ia menandaskan. (den/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bambang Suryo Bantah Tuduhan Komdis PSSI
Bola Indonesia 20 Oktober 2015, 16:20
-
Dihukum Seumur Hidup, Bambang Suryo Pertanyakan Legitimasi PSSI
Bola Indonesia 20 Oktober 2015, 16:14
-
Dampak Sanksi FIFA, PSSI Tak Diundang KOI
Bola Indonesia 19 Oktober 2015, 14:25
-
PSSI Ajak Masyarakat Awasi Kinerja Wasit Final Piala Presiden
Bola Indonesia 18 Oktober 2015, 14:41
-
PSSI Sebut Kemenpora Telah Mengancam Badan Peradilan
Bola Indonesia 15 Oktober 2015, 20:42
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Amerika Serikat vs Belgia: Charles De Ketelaere
Piala Dunia 7 Juli 2026, 09:26
-
Sudah Waktunya Pensiun dari Timnas Portugal, Wahai Cristiano Ronaldo?
Piala Dunia 7 Juli 2026, 07:30
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55




















KOMENTAR