Bojan Hodak Siapkan Perlakuan Khusus untuk Layvin Kurzawa, Belajar dari Kasus Federico Barba dan Stefano Beltrame

Bojan Hodak Siapkan Perlakuan Khusus untuk Layvin Kurzawa, Belajar dari Kasus Federico Barba dan Stefano Beltrame
Pemain Persib Bandung, Layvin Kurzawa. (c) dok.Persib Bandung

Bola.net - Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, telah menyiapkan skema khusus untuk Layvin Kurzawa. Ia sadar betul risiko kebugaran yang membayangi eks bintang PSG tersebut.

Maung Bandung kini dihadapkan pada jadwal kompetisi yang sangat padat dan melelahkan. Mereka harus membagi fokus antara BRI Super League dan AFC Champions League 2.

Hodak menegaskan bahwa menit bermain Kurzawa akan diatur dengan sangat hati-hati. Langkah ini diambil mengingat riwayat cedera sang pemain yang cukup mengkhawatirkan.

Kondisi fisik pemain berusia 33 tahun itu memang menjadi sorotan utama tim pelatih. Pasalnya, Kurzawa tercatat sudah cukup lama absen dari atmosfer pertandingan kompetitif.

1 dari 3 halaman

Hadapi Jadwal Neraka

Pelatih Persib, Bojan Hodak. (c) dok.Persib Bandung

Pelatih Persib, Bojan Hodak. (c) dok.Persib Bandung

Tantangan fisik bagi skuad Persib dalam waktu dekat tidaklah main-main. Kurzawa harus beradaptasi dengan ritme pertandingan yang sangat tinggi dan intens.

Sang juru taktik membeberkan hitung-hitungan laga yang harus dilalui timnya.

"Dalam tiga setengah bulan ke depan, kami akan menjalani minimal 19 pertandingan. Bisa 21, bisa juga 25," ujar Hodak kepada wartawan.

Melihat kondisi tersebut, Hodak tak mau gegabah memaksakan Kurzawa langsung tancap gas. Ia memilih pendekatan bertahap agar sang pemain tidak tumbang di tengah jalan.

"Jadi pasti akan ada menit bermain untuknya. Dia akan dijalankan secara bertahap. Kami tahu dia sudah lama tidak bermain," kata Hodak.

2 dari 3 halaman

Dejavu Kasus Barba dan Beltrame

Situasi merekrut pemain bintang yang butuh waktu adaptasi fisik bukan hal baru bagi Persib. Hodak lantas membandingkan situasi Kurzawa dengan dua legiun asing lainnya.

Nama Federico Barba dan Stefano Beltrame menjadi contoh nyata kasus serupa.

"Jika Anda ingat, kami pernah mengalami masalah yang sama dengan Barba," ucap Hodak mengingatkan.

Pengalaman menangani Beltrame dua musim lalu menjadi pelajaran berharga bagi tim pelatih. Mereka paham betul bahwa pemain yang lama absen butuh waktu untuk panas.

"Sebelumnya juga dengan Stefano Beltrame. Pemain-pemain yang tidak bermain selama beberapa bulan memang membutuhkan sedikit waktu," lanjut juru taktik berkebangsaan Kroasia itu.

3 dari 3 halaman

Kualitas di Atas Segalanya

Meski dibayangi riwayat cedera, Hodak tetap optimistis dengan potensi besar Kurzawa. Data mencatat ia sempat menepi 73 hari saat membela Boavista tahun 2025.

Namun, kelas dan kualitas teknis sang pemain dianggap sepadan dengan risikonya. Persib bersedia menunggu hingga sang pemain mencapai level kebugaran terbaiknya.

"Namun jelas, dia memiliki kualitas yang kami butuhkan. Jadi kami akan bersabar dengannya," tutur Hodak.

Kedatangan Kurzawa juga dinilai memberikan dampak positif di luar lapangan. Reputasinya sebagai pemain kelas dunia mengangkat citra kompetisi domestik.

"Dan menurut saya, bagi suporter dan klub, ini bagus karena pemain dengan nama besar seperti dia bergabung dengan liga," imbuhnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data Transfermarkt, Kurzawa tercatat mengalami empat cedera sejak 2022. Kondisi tersebut membuatnya menepi dari lapangan dalam rentang waktu yang cukup lama.

Pada 2025, Kurzawa kembali mengalami dua cedera berbeda. Ia mengalami masalah otot pada Februari hingga Maret serta April hingga Mei 2025 saat membela Boavista di Portugal.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL