Bola.net - PSSI disebut sudah mengambil sejumlah langkah untuk melindungi wasit di kompetisi Indonesia dari godaan mafia match fixing. Hal ini diungkapkan pengamat sepak bola, Justinus Lhaksana.
Menurut pria yang karib disapa Coach Justin tersebut, ia sempat bertemu dengan Ketua PSSI, Erick Thohir. Dalam perbincangan tersebut, Erick memaparkan bahwa PSSI sudah melakukan sejumlah upaya membentengi wasit dari godaan mafia match fixing.
"Jadi, Pak Erick menjelaskan bahwa salah satu alasan mereka sudah digaji, jadi bukan fee saja, tapi sudah digaji sehingga mereka bisa hidup layak," kata Justin dalam kanal YouTube Justinus Lhaksana.
"(Selain itu,) Mereka diberikan bonus dan pendidikan," sambungnya.
Menurut Justin, dengan langkah-langkah tersebut, jumlah upaya penyuapan kepada wasit bisa berkurang. Selain itu, untuk memperkecil peluang penyuapan terhadap wasit, PSSI selalu memantau dan mengecek kondisi wasit.
"Mereka juga sampai mendatangkan (referee assessor) dari Jepang," sambungnya.
Wasit sendiri merupakan salah satu pilar penting bagi kompetisi. Kualitas kompetisi tak lepas dari kualitas wasit yang memimpin laga-laga di kompetisi tersebut.
Belakangan, dunia sepak bola Indonesia dikejutkan dengan penanganan sejumlah wasit yang terlibat matchfixing. Para wasit yang ditahan tersebut merupakan buah dari kerja Satgas Antimafia Bola Mabes Polri.
Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Pastikan Akan Gunakan VAR

Selain membenahi kesejahteraan wasit, menurut Justin, ada cara lain yang dilakukan PSSI untuk bisa meningkatkan kualitas keputusan wasit di lapangan. Salah satunya adalah dengan menggunakan teknologi VAR.
PT Liga Indonesia Baru memang menyebut bahwa penggunaan VAR akan ditunda karena ada sejumlah masalah teknis. Namun, PSSI tetap berkomitmen bahwa penggunaan teknologi itu tak akan dilupakan.
"Ini semua akan terjadi, walau VAR di bawah LIB dan tidak di bawah PSSI. Intinya, akan ada VAR di Indonesia," tutur Justin.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
Jangan Lewatkan!
- Dokter Palsu Ditangkap Polisi, PSSI Senang dan Berterima Kasih
- Ada Erick Thohir, PSSI Yakin Bisa Bujuk Klub Luar Negeri untuk Lepas Pemain ke Piala Asia U-23 2024
- Erick Thohir Jujur Akui Tak Punya Alternatif Pengganti Shin Tae-yong di Timnas Indonesia
- Erick Thohir: Saya Puas dengan Shin Tae-yong Kok, tapi Kan Saya Juga Harus Profesional
- Soal Kontrak Shin Tae-yong Diperpanjang atau Tidak, Zainudin Amali: Terserah Apa Kata Erick Thohir
- 3 Pelatih Lokal yang Bisa Gantikan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia: Waktunya Local Pride Unjuk Gigi?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Coach Justin Beber Upaya PSSI Lindungi Wasit dari Mafia Match Fixing
Bola Indonesia 2 Februari 2024, 03:50
-
Dokter Palsu Ditangkap Polisi, PSSI Senang dan Berterima Kasih
Bola Indonesia 2 Februari 2024, 02:27
-
PSSI Dipastikan Tak Cari Sosok Pengganti Shin Tae-yong
Tim Nasional 1 Februari 2024, 21:45
-
PSSI Sudah Pinang Pelatih dari Jepang
Tim Nasional 1 Februari 2024, 20:07
LATEST UPDATE
-
Dominic Calvert-Lewin dan Joshua Zirkzee, Siapa Paling Tajam di Leeds vs MU?
Liga Inggris 4 Januari 2026, 11:01
-
Terungkap, Alasan Menarik John Herdman Terima Pinangan Melatih Timnas Indonesia
Tim Nasional 4 Januari 2026, 10:56
-
Daftar Transfer Resmi Premier League Januari 2026
Liga Inggris 4 Januari 2026, 10:43
-
Barcelona dan Hobi Menang dengan Skor 2-0
Liga Spanyol 4 Januari 2026, 10:14
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2025/2026
Liga Italia 4 Januari 2026, 10:13
-
Meyakini Declan Rice sebagai Gelandang Terbaik Dunia
Liga Inggris 4 Januari 2026, 08:46
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor La Liga 2025/2026
Liga Spanyol 4 Januari 2026, 08:04
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Premier League 2025/2026
Liga Inggris 4 Januari 2026, 07:22
LATEST EDITORIAL
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40
-
5 Pemain Terbaik Real Madrid di 2025: Mbappe Memimpin
Editorial 31 Desember 2025, 15:58
-
6 Calon Suksesor Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 30 Desember 2025, 13:10
-
6 Pemain yang Bisa Tinggalkan Man United pada Jendela Transfer Januari 2026
Editorial 30 Desember 2025, 12:43





















KOMENTAR