
Bola.net - Carlos Fortes bersinar bersama Arema FC. Penyerang 26 tahun asal Portugal itu kini menjadi salah satu pemain paling berbahaya di BRI Liga 1 2021/22.
Carlos Fortes sempat membutuhkan empat laga untuk beradaptasi dengan gaya main Singo Edan. Namun, dia menunjukkan ketajamannya di pekan kelima serta keenam, dan kini sudah mencetak tiga gol.
Posisi mantan pemain klub Portugal, Vilafranquense, itu sejatinya bukan penyerang murni. Sebelumnya, dia lebih sering menjadi second striker atau penyerang sayap.
Carlos Fortes bisa dengan cepat menyatu di Arema. Ada beberapa faktor pendukungnya. Termasuk di antaranya adalah karakter, skill, dan fisik jempolan. Tak ketinggalan pula adalah dukungan dari rekan-rekannya.
Berikut ulasan lengkapnya.
Bukan Striker Manja

Carlos Fortes bukan tipikal striker yang hanya menunggu umpan matang dari rekannya. Dia juga berani duel dengan pemain belakang lawan.
Dia jauh dari kesan pemain manja. Bahkan beberapa kesempatan dia ada di sayap maupun di tengah. Artinya, dia mau menjemput bola dan bisa membuat pemain yang mengawalnya terpecah konsentrasinya.
Cara bermain yang cukup liar ini membuat seakan-akan dia selalu berada di semua posisi. Tinggal bagaimana dia berkomunikasi dengan tandemnya. Jika Fortes memilih menjemput bola, tandemnya harus mengisi posisi sebagai targetman.
Karakter ini juga disukai Aremania. Mereka suka dengan penyerang yang mau kerja keras.
Punya Skill

Layaknya pemain asal Portugal, Carlos Fortes punya skill bagus. Setiap mendapatkan bola, dia seakan ingin melewati lawan dengan tipuan. Tidak jarang aksi itu memancing lawan untuk melakukan pelanggaran.
Itu menjadi sebuah keuntungan bagi Arema FC. Apalagi sekarang Arema punya eksekutor tendangan bebas jitu seperti M. Rafli dan Rizky Dwi Febrianto.
Pemain dengan teknik tinggi juga disukai Aremania, karena dia bisa memberikan hiburan tersendiri. Biasanya, pemain Amerika Latin yang memiliki karakter stylish.
Namun, Fortes membuktikan dia juga bisa melakukan liukan yang indah. Sehingga bisa dibilang dia striekr komplet yang disukai Aremania. Meskipun pada awal penampilannya, dia sempat dikritik karena banyak aksi tapi minim gol.
Fisik Oke, Kaki Kanan dan Kiri Hidup

Jika melihat caranya bermain, bisa dibilang Carlos Fortes punya fisik yang prima. Apalagi posturnya tinggi besar, tentu butuh banyak energi untuk berlari, menggocek bola, dan memiliki pergerakan yang cukup liar.
Meski begitu, dia selalu menjadi starter dalam enam laga awal BRI Liga 1. Meskipun pada babak kedua dia beberapa kali harus diganti.
Selain fisik, Carlos Fortes punya kaki kanan dan kiri yang sama-sama kuat. Tiga gol disarankan dengan kaki kiri. Satu gol lain dengan kaki kanan.
Ketika membawa bola, dia memperlihatkan jika kaki kanan dan kirinya sama-sama 'hidup'. Sebuah kelebihan yang sangat menunjang performanya di lapangan.
Respek dan Dukungan Rekan Setim

Melihat dua gol yang dicetak pada pekan keenam BRI Liga 1 2021/2022, Carlos Fortes tampak dapat lebih banyak dukungan bola dari rekan-rekannya. Gol pertama dari umpan matang Dendi Santoso, sementara gol kedua dia mendapatkan sodoran dari M. Rafli.
Beberapa tahun lalu, striker asing Arema FC masih sempat kurang dipercaya oleh rekan-rekan setimnya, sehingga pemain itu jarang mendapatkan umpan matang.
Dari situ, ada kesan jika Fortes berhasil membuat pemain lain respek terhadapnya. Dia mau mengimbangi kerja keras rekan-rekannya di lapangan. Selain itu, dalam beberapa laga awal, Fortes justru jadi pelayan dengan memberikan umpan-umpan matang untuk Dedik Setiawan dan Kushedya Hari Yudo.
Disadur dari: Bola.com/Iwan Setiawan/Benediktus Gerendo Pradigdo
Published: 6 Oktober 2021
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- BRI Liga 1: Rencana Aji Santoso untuk Perbaiki Rapuhnya Lini Pertahanan Persebaya
- Perjalanan Persib di Seri Pertama BRI Liga 1 2021/2022: Start Kencang Berakhir Paceklik Kemenangan
- 5 Pemain Persebaya yang Tampil Menjanjikan Sepanjang Seri Pertama BRI Liga 1
- Robert Alberts: Suporter Ada untuk Mendukung Tim, Bukan Malah Membuat Tim Kesulitan
- Sempat Main untuk Arema FC, Johan Alfarizi Dipastikan Tidak Menyusul Timnas ke Thailand
- BRI Liga 1: Bobotoh Kembali Demo di Graha Persib, Tuntut Robert Alberts Out Demi Juara
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
BRI Liga 1: Persija Lawan Arema dan Persebaya di Seri Kedua, Ini Jadwalnya
Bola Indonesia 5 Oktober 2021, 14:02
LATEST UPDATE
-
Kekalahan Pertama Real Madrid dari Bayern Munchen dalam 14 Tahun
Liga Champions 8 April 2026, 04:31
-
Man of the Match Real Madrid vs Bayern Munchen: Michael Olise
Liga Champions 8 April 2026, 04:06
-
Puasa Gol Christian Pulisic Kian Panjang di Tahun 2026
Liga Italia 7 April 2026, 23:32
LATEST EDITORIAL
-
9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid dan Bayern Munchen
Editorial 7 April 2026, 15:34
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25
-
5 Klub Tujuan Bernardo Silva Setelah Tinggalkan Man City
Editorial 6 April 2026, 21:05
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32






















KOMENTAR