Bola.net - Meninggalnya Diego Mendieta memantik emosi Javier Roca. Mantan penggawa Persis Solo PT LPIS ini mengaku kesal dengan nasib tragis yang menimpa Diego, sampai berujung pada kematiannya.
Roca melampiaskan kekesalannya melalui kicauan di jejaring sosial Twitter. Bukan hanya melontarkan kekesalannya pada para petinggi PT Liga Indonesia, pemain asal Chile ini juga mempertanyakan kinerja Asosiasi Pemain Sepakbola Profesional Indonesia dalam melindungi pesepakbola di Indonesia.
"Pak JD, ADS, NB gak harus tunggu pemain meninggal dunia untuk bayari gaji mereka! APPI gimana kabar ya ama bintang2nya!!" tulis Roca, melalui akun @javierroca9.
Sebelumnya, Roca juga sempat berkicau, menyebut kematian tragis Diego sebagai bentuk tidak bertanggungjawabnya pengurus sepak bola di Indonesia.
"Selamat bejalan kawan diego mandieta!! Satu korban lagi atas tdk tanggung jawab pengurus sepakbola!!!" tulisnya.
Sebelumnya, Selasa (04/12), setelah sakit selama hampir dua bulan, Diego Mendieta menghembuskan nafas terakhirnya. Dia meninggal dalam perawatan di RS. Dr Moewardi Solo. Sebelum dirawat di Dr Moewardi, Diego sempat juga dirawat di RS PKU Muhammadiyah dan RS Yarsi Solo. Menurut kabar, Diego meninggal akibat komplikasi liver dan tipus.
Sejauh ini, belum pasti kapan jenazah pemain bernama lengkap Diego Antonio Mendieta Romero di Assuncion ini akan dibawa pulang ke tanah
Roca melampiaskan kekesalannya melalui kicauan di jejaring sosial Twitter. Bukan hanya melontarkan kekesalannya pada para petinggi PT Liga Indonesia, pemain asal Chile ini juga mempertanyakan kinerja Asosiasi Pemain Sepakbola Profesional Indonesia dalam melindungi pesepakbola di Indonesia.
"Pak JD, ADS, NB gak harus tunggu pemain meninggal dunia untuk bayari gaji mereka! APPI gimana kabar ya ama bintang2nya!!" tulis Roca, melalui akun @javierroca9.
Sebelumnya, Roca juga sempat berkicau, menyebut kematian tragis Diego sebagai bentuk tidak bertanggungjawabnya pengurus sepak bola di Indonesia.
"Selamat bejalan kawan diego mandieta!! Satu korban lagi atas tdk tanggung jawab pengurus sepakbola!!!" tulisnya.
Sebelumnya, Selasa (04/12), setelah sakit selama hampir dua bulan, Diego Mendieta menghembuskan nafas terakhirnya. Dia meninggal dalam perawatan di RS. Dr Moewardi Solo. Sebelum dirawat di Dr Moewardi, Diego sempat juga dirawat di RS PKU Muhammadiyah dan RS Yarsi Solo. Menurut kabar, Diego meninggal akibat komplikasi liver dan tipus.
Sejauh ini, belum pasti kapan jenazah pemain bernama lengkap Diego Antonio Mendieta Romero di Assuncion ini akan dibawa pulang ke tanah
kelahirannya di Paraguay. Namun, hampir pasti jenazahnya akan dipulangkan ke Paraguay, sebab keluarganya, termasuk istri dan tiga anaknya berdomisili di sana. (den/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Agen: PT Liga Indonesia Lunasi Sisa Gaji Diego
Bola Indonesia 4 Desember 2012, 21:26
-
Manajemen Persis Cari Dana Pulangkan Jenazah Diego Mendieta
Bola Indonesia 4 Desember 2012, 20:30
-
Pendukung Persis Gelar Aksi Keprihatinan Untuk Diego Mendieta
Bola Indonesia 4 Desember 2012, 19:45
-
APPI Prihatin Kurangnya Perlindungan Pada Pesepakbola
Bola Indonesia 4 Desember 2012, 18:45
-
PSSI Harapkan Semua Pihak Proporsional Sikapi Kematian Diego Mendieta
Bola Indonesia 4 Desember 2012, 15:22
LATEST UPDATE
-
Meksiko, Azteca, dan Pemain Ke-12
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:27
-
Meksiko dan Misi Javier Aguirre Mengubah Tekanan Menjadi Kekuatan
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:20
-
Brahim Diaz, Sentuhannya Membuat Mimpi Maroko Terasa Semakin Nyata
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:04
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Argentina vs Mesir 7 Juli 2026
Piala Dunia 5 Juli 2026, 17:54
-
6 Duel Ikonik Portugal vs Spanyol
Piala Dunia 5 Juli 2026, 16:12
-
Tantang Norwegia, Brasil Tidak Siapkan Taktik 'Anti-Haaland'
Piala Dunia 5 Juli 2026, 15:00
-
Gagal ke Real Madrid, Enzo Fernandez Bakal Gabung Klub EPL Ini?
Piala Dunia 5 Juli 2026, 12:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55


























KOMENTAR