
Bola.net - - Duel Persebaya Surabaya vs Madura United pada leg pertama semifinal Piala Presiden 2019 yang disiarkan langsung oleh Indosiar, Rabu (3/4) sore WIB nanti diprediksi bakal berlangsung panas. Kedua tim memiliki skuat bertarbur bintang dan memiliki catatan apik dalam perjalanan ke semifinal.
Uniknya, pertandingan ini bukan hanya soal pemain, melainkan juga pelatih kedua tim. Pertemuan Djadjang Nurdjaman dan Dejan Antonic sebagai pelatih tim sudah bukan hal yang baru. Kedua pelatih beda latar belakang itu memiliki reputasi panjang dalam sepak bola Indonesia.
Dejan merupakan pelatih asal Serbia yang lahir pada 1969, atau kini berusia 50 tahun. Lalu, Djanur, sapaan karib Djadjang Nurdjaman, pelatih lokal asal Jawa Barat berusia 60 tahun.
Satu hal yang menarik, kedua pelatih ini pernah terlibat dalam rivalitas bertajuk Derbi Bandung saat Indonesia Super League 2014 bergulir. Saat itu, Djanur melatih Persib Bandung, sementara Dejan menangani Pelita Bandung Raya (PBR).
Mereka sama-sama berhasil membawa klub masing-masing menembus semifinal kompetisi saat itu. Namun, Dejan harus puas membawa timnya hingga empat besar, sedangkan Djanur mencatatkan prestasi dengan membawa Persib juara.
Kini, kedua pelatih bakal kembali masuk rivalitas dua klub satu wilayah. Rivalitas di Jawa Barat kini pindah ke Jawa Timur. Djanur menjadi nakhoda tim Persebaya, dan Dejan mengarsiteki Madura United. Duel sesama klub Jawa Timur itu bertajuk Derbi Suramadu.
Laga derbi yang mempertemukan Persebaya dengan Madura United di leg pertama semifinal Piala Presiden 2019 memasuki edisi kelima. Kedua tim akan berhadapan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Rabu (3/4/2019).
Situasi saat ini tak terlalu berbeda dengan ketika kedua pelatih melakoni rivalitas di Jawa Barat. Saat itu Djadjang Nurdjaman dan Dejan Antonic, dengan timnya masing-masing, Persib dan PBR, memperebutkan tiket final ISL 2014 dan dalam target menjadi juara.
Tidak Saling Mengenal
Bahkan Dejan Antonic pernah menjadi pelatih Persib ketika Djadjang Nurdjaman menimba ilmu di Italia. Namun, keduanya mengaku tidak terlalu mengenal satu sama lain.
“Saya tidak dekat dengan coach Djanur. Namun, yang pasti, dia seorang pelatih yang memiliki sejarah panjang dalam sepak bola Indonesia. Dia termasuk pelatih lokal yang punya kualitas dalam melatih klub. Itu sudah terbukti di ISL 2014,” kata Dejan saat ditanya Bola.com, Selasa (2/4/2019).
Setelah Djanur kembali ke Indonesia, Dejan melepas jabatannya sebagai pelatih Persib. Djanur kemudian mendapatkan kembali jabatannya sebagai pelatih kepala Persib. Namun, Djanur mengaku tidak begitu dekat dengan sosok Dejan yang sempat mengisi perannya di Persib itu.
“Kami tidak sempat dekat karena saat dia datang untuk menggantikan saya di Persib. Kemudian setelah saya kembali, dia kemudian pergi. Kami mengenal hanya sebatas sesama pelatih dan pelaku sepak bola Indonesia,” ucap Djanur.
Seperti yang telah dilontarkan Dejan, Djanur pun mengirim pujian. Djanur juga memuji Dejan terkait keberhasilannya mencapai semifinal ISL 2014.
“Dia pelatih hebat. Dia pelatih bagus ketika memegang tim manapun. Saat masih di Pelita Bandung Raya, dia bisa mencapai semifinal ISL 2014, dan itu luar biasa. Ketika berada di Borneo, dia juga memberi pengaruh bagus. Artinya, setiap memegang tim selalu bagus,” ucap Djanur kepada Bola.com.
Statistik Djanur Vs Dejan
Bicara statistik pertemuan keduanya, Djadjang Nurdjaman dan Dejan Antonic tercatat tujuh kali bertemu dengan berbagai tim yang telah mereka tangani. Hasilnya, Dejan lebih unggul dengan meraih empat kemenangan. Djanur harus puas hanya dua kali menang atas tim asuhan Dejan.
Untuk Derbi Bandung, keduanya lima kali bertemu, yaitu empat kali di ISL 2014, dan di QNB League 2015 yang akhirnya dibekukan. Hasilnya, mereka saling mengalahkan. Dejan dan Djanur sama-sama membawa PBR dan Persib meraih dua kali kemenangan.
Sementara dua laga lainnya terjadi pada Liga 1 2018, keduanya dimenangi Dejan saat menangani Borneo FC. Dalam pertemuan pertama, Dejan mengalahkan Djanur saat melatih PSMS Medan. Sementara yang terbaru, Dejan mencuri tiga poin saat Djanur menangani Persebaya.
“Berarti itu harus menjadi motivasi saya untuk bisa membawa Persebaya menang melawan Madura United. Tapi, namanya catatan statistik itu biasa. Kami menjadi pelatih dengan situasi tim yang berbeda,” tutur Djanur.
Dejan pun tak ingin mengindahkan rekor ciamiknya melawan Djanur. Termasuk, saat dia mampu membawa PBR, yang kini telah menjadi Madura United, dua kali mengalahkan Persib.
“Saya tidak pernah melihat catatan yang dulu. Mungkin itu bisa membantu, tapi saya memilih tidak melihat itu. Lebih baik, saya fokus menghadapi pertandingan. Ini adalah pertandingan yang besar, sama seperti dulu,” ujar Dejan.
Selama Piala Presiden 2019 berlangsung, Persebaya dan Madura United memiliki rekor identik. Keduanya sama-sama belum terkalahkan, meraih tiga kemenangan, dan satu hasil imbang dalam empat laga. Kini, kedua tim bakal saling mengalahkan untuk memperpanjang rekor tak terkalahkan itu atau justru mengakhirinya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Diusir Wasit, Begini Pledoi Pelatih Madura United
Bola Indonesia 3 April 2019, 22:55
-
Djadjang Nurdjaman Vs Dejan Antonic: Dari Bandung ke Suramadu
Bola Indonesia 3 April 2019, 11:45
-
Tantang Persebaya, Madura United Kemungkinan Tanpa Greg Nwokolo
Bola Indonesia 2 April 2019, 21:14
-
Madura United Yakin Bisa Atasi Tekanan Suporter Persebaya
Bola Indonesia 2 April 2019, 21:07
-
Dejan Antonic Pastikan Andik Vermansah Siap Hadapi Persebaya
Bola Indonesia 2 April 2019, 18:55
LATEST UPDATE
-
Christos Tzolis Bisa Jadi Jawaban untuk Kelemahan Arsenal Musim Lalu
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 11:44
-
Michele Di Gregorio Menuju Bournemouth, Juventus Siap Lepas Sang Kiper
Liga Italia 22 Agustus 2026, 11:04
-
5 Pelajaran dari Kemenangan Arsenal atas Coventry: Pesan Keras untuk Rival
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 10:24
-
Rapor Pemain Arsenal vs Coventry City: Martin Odegaard Bersinar
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 08:34
-
Arsenal 3-0 Coventry City: Juara Bertahan Awali Musim dengan Kemenangan Meyakinkan
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 08:04
-
Arsenal Puncaki Klasemen Premier League usai Lumat Coventry City
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 07:34
-
Catatan Menarik Arsenal vs Coventry: Arteta Cetak Rekor, Havertz Makin Tajam
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 06:55
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 22-25 Agustus 2026
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 06:38
-
Jadwal Timnas Voli Putri Indonesia di AVC Womens Continental 2026: Disiarkan MOJI dan Vidio
Voli 22 Agustus 2026, 06:35
-
Manchester United Sepakat Datangkan Carlos Baleba dari Brighton
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 05:39
-
Inter Milan Resmi Rekrut Curtis Jones dari Liverpool
Liga Italia 22 Agustus 2026, 05:09
-
Hasil Liga Arab Saudi: Cristiano Ronaldo Cetak Gol, Al-Nassr Hajar Al-Riyadh 4-0
Asia 22 Agustus 2026, 04:57
-
Man of the Match Arsenal vs Coventry City: Martin Odegaard
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 04:33
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59























KOMENTAR