Pelatih Barito Putera Mundari Karya mengungkapkan, ada dua faktor yang membuat timnya kalah. Pertama, kondisi fisik dan kebugaran pemain yang belum 100 persen menjadi penyebabnya.
"Saya pikir masalahnya di situ. Saat anak-anak kelelahan, koordinasi antar lini jadi hilang," ujar Mundari saat dihubungi Bola.net, Minggu (1/5) pagi.
Kedua, masalah mental. Juru taktik 59 tahun itu menilai, anak asuhnya masih banyak terpengaruh tekanan dari pemain lawan dan suporter.
"Mereka pemain-pemain muda yang belum terbiasa dengan tekanan. Tapi sejauh ini performa anak-anak cukup bagus dan mereka banyak menciptakan peluang," tutur Mundari.
Mantan pelatih PSPS Pekan Baru itu menambahkan, dirinya cukup puas dengan penampilan Adam Alis dkk. Pasalnya, anak asuhnya mampu menyulitkan pergerakan lawan.
"Sehingga Bhayangkara Surabaya United bermain kasar untuk mematikan pemain kami. Ada beberapa kartu kuning yang BSU terima. Itu karena untuk merusak konsentrasi pemain-pemain muda kami," Mundari mengakhiri. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Barito Putera Pertanyakan Penalti Bhayangkara SU
Bola Indonesia 30 April 2016, 23:51
-
Barito Putera Tertahan, Mundari Karya Tetap Puas
Bola Indonesia 28 April 2016, 15:31
-
Bermodalkan Main di Kandang, Barito Putera Siap Kalahkan Bhayangkara SU
Bola Indonesia 23 April 2016, 07:33
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Argentina vs Mesir: Lionel Messi
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:21
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Swiss vs Kolombia
Piala Dunia 7 Juli 2026, 23:34
-
Luis Diaz, Pilar Mimpi Besar Kolombia
Piala Dunia 7 Juli 2026, 23:00
-
Charles De Ketelaere Menikmati Momen Terbaik dalam Kariernya
Piala Dunia 7 Juli 2026, 22:00
-
Tempat Menonton Siaran Piala Dunia 2026: Argentina vs Mesir
Piala Dunia 7 Juli 2026, 21:31
-
Swiss vs Kolombia: 1 Tiket, 2 Ambisi Besar
Piala Dunia 7 Juli 2026, 20:09
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

























KOMENTAR