
Bola.net - Firman Utina cukup beruntung bisa menghiasi karirnya sebagai pemain dengan gelar juara. Salah satunya diraih saat memperkuat Arema Malang di pentas Copa Indonesia di tahun 2005 lalu.
Firman Utina mengaku menyimpan momen berkesan dalam perjalanan karier sepak bolanya. Pada channel Ricky Nelson Coaching, Firman menjelaskan alasannya mengapa dirinya memilih ajang Copa Indonesia yang secara gengsi setingkat dibawah Liga Indonesia sebagai momen terbaik.
Menurut Firman, trofi Copa Indonesia adalah pencapaian gelar pertamanya sebagai pemain profesional sekaligus membuktikan keputusannya menanggalkan status PNS membuahkan hasil.
"Yang paling utama, trofi itu jadi bukti Om Benny Dolo tak salah membawa saya dari Manado ke Tangerang dan kemudian ke Malang," ujar Firman.
Di ajang itu, selain membawa Arema juara, Firman terpilih sebagai pemain terbaik. Itu berkat hattrick-nya ke gawang Persija Jakarta pada laga final yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno Senayan. Berkat tiga gol Firman, Arema mengalahkan Persija 4-3.
"Hattrick saya itu berkat strategi jitu Om Benny yang sudah mempelajari kelemahan Persija," tutur Firman Utina.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Puji Kecermatan Benny Dolo
Firman menjabarkan taktik dan instruksi Benny Dolo sehari sebelum pertandingan. Mengusung pola 3-5-2, secara khusus Benny meminta Firman lebih banyak berkeliaran di daerah pertahanan Persija. Sedang dua gelandang lainnya, I Putu Gede dan Joao Carlos punya fungsi berbeda.
Putu Gede lebih fokus melapis pertahanan dan menjaga keseimbangan tim. Sedang Carlos sebagai pengatur serangan. Firman turut menambahkan, saat bertahan, formasi Arema menjadi 5-3-2.
"Om Benny bilang saya tak boleh lama menahan bola. Bermain satu sentuhan dengan Carlos atau duet striker saat itu, Franco Hitta dan Emaleu Serge."
"Inti dari strategi Om Benny adalah Arema selalu lebih unggul dalam jumlah pemain saat bertahan dan menyerang. Sebelum pertandingan, Om Benny mewanti-wanti para pemain, kalau ada yang tidak mematuhi intruksi maka akan dianggap indisipliner," ungkap Firman.
Meski dikenal disiplin dan tegas, Benny dimata Firman selalu melindungi dan mengayomi pemain. "Om Benny tidak pernah menyalahkan pemain. Nanti, saat evaluasi dan latihan tim, kami diminta tidak akan melakukan kesalahan itu lagi," kata Firman.
Selain faktor strategi, Benny tahu betul kondisi psikologis yang dialami Persija yang bermain di hadapan suporternya. "Om Benny bilang, mereka pasti bernafsu melakukan serangan. Kita biarkan mereka melakukannya dan balik menekan dengan cepat. Om Benny tahu lini belakang Persija yang mengandalkan Hamka Hamzah agak lemah mengantisipasi serangan balik," tutur Firman.
Peran Pemain Lainnya
Firman merujuk tiga gol yang dicetaknya semuanya berawal dari serangan balik yang cepat. Dua gol berkat umpan berkelas Carlos. Satu gol lainnya lewat umpan terukur Erol Iba.
Dari tiga gol itu, Firman paling menyukai gol keduanya. Ketika itu, setelah mendapat bola dari Erol, ia berlari melewati Hamka Hamzah yang sudah terlanjur naik. Saat mendekati kotak penalti, bek Persija, Ismed Sofyan berlari menghadang.
"Ismed mendekat, tapi saya pasang badan untuk menutup. Karena kalau tersentuh pasti penalti, Ismed pun tak berani mengambil tindakan itu. Saya pun leluasa memperdaya Mukti Ali Raja (kiper Persija," papar Firman.
Di lain pihak, Firman kembali memuji sang mentor yang dinilainya jeli melihat potensi pemain sesuai kebutuhan tim. Ia merujuk keputusan Benny memasukkan nama Alexander Pulalo yang dipecat Persib Bandung dan Warsidi yang terbuang dari Persija. Selain faktor Benny, Firman juga menunjuk peran penting I Putu Gede, sebagai pemain senior di Arema.
"Putu Gede adalah leader yang mengayomi pemain. Ia berani pasang badan saat suporter mengeritik pemain rekrutan Arema dengan mengatakan siap bertanggung jawab kalau tim ini gagal meraih prestasi," kata Firman.
Disadur dari: Bola.com (Abdi Satria/Gregah Nurikhsani)
Diunggah pada: 27 Juni 2020
Baca juga:
- Arema FC Siap Berbagi Kandang dengan Klub-Klub Luar Jawa
- Soal Bocoran Jadwal Lanjutan Liga 1, Ini Kata Manajemen Arema FC
- Angka-angka yang Mengiringi Kiprah Arema di Kancah Sepak Bola Nasional
- Arema FC Sepakat Timnas U-19 Diikutkan Liga 1 2020, Tapi...
- Matias Malvino Belum Respons Pembicaraan Manajemen Arema Soal Renegosiasi Kontrak
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Daftar Pelatih yang Sudah Dipecat pada Musim 2025/2026
Liga Inggris 5 Januari 2026, 18:15
-
Terungkap, Ini Ketegangan di Balik Layar Sebelum Man Utd Pecat Ruben Amorim
Liga Inggris 5 Januari 2026, 18:01
-
Usai Pecat Ruben Amorim, MU Tidak Buru-buru Cari Manajer Baru?
Liga Inggris 5 Januari 2026, 17:55
-
Rekam Jejak Ruben Amorim Dipecat Man United: Hanya 24 Kemenangan dari 63 Laga
Liga Inggris 5 Januari 2026, 17:45
-
Pernyataan Lengkap Manchester United Soal Pemecatan Ruben Amorim
Liga Inggris 5 Januari 2026, 17:39
-
Ruben Amorim Dipecat, Siapa Pelatih Man United Sekarang?
Liga Inggris 5 Januari 2026, 17:33
-
Perubahan Gaya Main Liverpool di Era Arne Slot Jadi Bumerang di Anfield
Liga Inggris 5 Januari 2026, 17:27
-
Daftar Pemain Voli Putri Jakarta Electric PLN Mobile di Proliga 2026
Voli 5 Januari 2026, 17:14
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40



















KOMENTAR