Bola.net - Sriwijaya FC tertolong penalti Keith Jerome Kayamba Gumbs dan menundukkan Arema Indonesia dengan skor 2-1,di Stadion Jakabaring, Palembang, Sabtu sore.
Laskar Wong Kito langsung melancarkan serangan sejak menit-menit awal babak pertama. Namun, tiga menit babak pertama berselang justru penyerang tim tamu Herman Dzumafo yang mengejutkan lini pertahanan SFC dengan melesakkan tendangan keras ke arah gawang, namun bola masih melebar di atas tiang gawang.
M Ridwan membalas pada menit ke-5 memanfaatkan umpan silang Kayamba, tapi bola masih membentur kaki pemain belakang Singo Edan.
Akhirnya, tim tuan rumah membuka keunggulan lebih dahulu melalui Muhammad Ridwan yang memanfaatkan bola muntah hasil tembakan Kayamba pada menit 15
Singo Edan yang tertinggal gol berupaya membongkar pertahanan SFC. Beberapa kali serangan yang dilancarkan Herman Dzumafo kembali mentah berkat aksi gemilang dua benteng pertahanan SFC, Thierry Gathuessi dan Jamie Coyne.
Pertandingan dengan determinasi tinggi diperagakan kedua tim sehingga menyuguhkan permainan yang menarik untuk disaksikan.
Menit-35 Kayamba nyaris menambahkan keunggulan setelah menerima kiriman bola dari Supardi, tapi wasit mengangkat bendera offside.
Hingga turun minum keunggulan tim asal Sumatera Selatan itu tetap bertahan.
Memasuki babak kedua, gelandang serang Arema asal Singapura M Ridwan membuka peluang melalui sepakan dari sisi kiri gawang namun masih mampu dihalau Ferry Rotinsulu.
Kembali, Herman Dzumafo mengejutkan benteng pertahanan Sriwijaya FC melalui tendangan keras dari tengah lapangan. Namun, arah bola mampu dibaca Ferry.
Kelengahan pemain belakang tim tuan rumah berbuah petaka pada menit 59 setelah Herman Dzumafo Epandi lepas dari penjagaan barisan pertahanan.
Berawal dari umpan panjang yang tepat mendarat pada kaki Dzumafo yang bergerak bebas ke kotak penalti kemudian mencungkil bola yang tak mampu diantisipasi oleh Ferry, kedudukan pun berubah menjadi 1-1.
Pergerakan membahayakan Kayamba pada kotak penalti memaksa pemain belakang Arema, Munhar melakukan pelanggaran, wasit Oki Dwi Putra lansung menunjuk titik putih pada menit.
Keith Jerome Kayamba Gumbs yang menjadi algojo tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dan menundukkan Kurnia Meiga Hermansyah, SFC pun kembali unggul 2-1.
Hingga pertandingan usai keunggulan Laskar Wong Kito atas Singo Edan tetap bertahan. Kemenangan itu semakin mengokohkan tim asal Sumatera Selatan tersebut pada puncak klasemen dengan 70 poin disusul Persipura dengan 59 poin. (ant/end)
Laskar Wong Kito langsung melancarkan serangan sejak menit-menit awal babak pertama. Namun, tiga menit babak pertama berselang justru penyerang tim tamu Herman Dzumafo yang mengejutkan lini pertahanan SFC dengan melesakkan tendangan keras ke arah gawang, namun bola masih melebar di atas tiang gawang.
M Ridwan membalas pada menit ke-5 memanfaatkan umpan silang Kayamba, tapi bola masih membentur kaki pemain belakang Singo Edan.
Akhirnya, tim tuan rumah membuka keunggulan lebih dahulu melalui Muhammad Ridwan yang memanfaatkan bola muntah hasil tembakan Kayamba pada menit 15
Singo Edan yang tertinggal gol berupaya membongkar pertahanan SFC. Beberapa kali serangan yang dilancarkan Herman Dzumafo kembali mentah berkat aksi gemilang dua benteng pertahanan SFC, Thierry Gathuessi dan Jamie Coyne.
Pertandingan dengan determinasi tinggi diperagakan kedua tim sehingga menyuguhkan permainan yang menarik untuk disaksikan.
Menit-35 Kayamba nyaris menambahkan keunggulan setelah menerima kiriman bola dari Supardi, tapi wasit mengangkat bendera offside.
Hingga turun minum keunggulan tim asal Sumatera Selatan itu tetap bertahan.
Memasuki babak kedua, gelandang serang Arema asal Singapura M Ridwan membuka peluang melalui sepakan dari sisi kiri gawang namun masih mampu dihalau Ferry Rotinsulu.
Kembali, Herman Dzumafo mengejutkan benteng pertahanan Sriwijaya FC melalui tendangan keras dari tengah lapangan. Namun, arah bola mampu dibaca Ferry.
Kelengahan pemain belakang tim tuan rumah berbuah petaka pada menit 59 setelah Herman Dzumafo Epandi lepas dari penjagaan barisan pertahanan.
Berawal dari umpan panjang yang tepat mendarat pada kaki Dzumafo yang bergerak bebas ke kotak penalti kemudian mencungkil bola yang tak mampu diantisipasi oleh Ferry, kedudukan pun berubah menjadi 1-1.
Pergerakan membahayakan Kayamba pada kotak penalti memaksa pemain belakang Arema, Munhar melakukan pelanggaran, wasit Oki Dwi Putra lansung menunjuk titik putih pada menit.
Keith Jerome Kayamba Gumbs yang menjadi algojo tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dan menundukkan Kurnia Meiga Hermansyah, SFC pun kembali unggul 2-1.
Hingga pertandingan usai keunggulan Laskar Wong Kito atas Singo Edan tetap bertahan. Kemenangan itu semakin mengokohkan tim asal Sumatera Selatan tersebut pada puncak klasemen dengan 70 poin disusul Persipura dengan 59 poin. (ant/end)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
ISL Review: Penalti Kayamba Menangkan Sriwijaya FC
Bola Indonesia 16 Juni 2012, 21:06
-
Deltras Masih Optimis tak Bakal Terdegradasi
Bola Indonesia 15 Juni 2012, 18:45
-
Sriwijaya FC tak Ingin Malu di Jakabaring
Bola Indonesia 15 Juni 2012, 16:35
-
Suharno Kantongi Kelemahan Sriwijaya FC
Bola Indonesia 15 Juni 2012, 14:25
-
Peluang Juara di Depan Mata, Tiket Sriwijaya FC Laris Manis
Bola Indonesia 14 Juni 2012, 16:10
LATEST UPDATE
-
Kesempatan Maroko Mengubah Kisah yang Dulu Berakhir dengan Air Mata
Piala Dunia 5 Juli 2026, 19:19
-
Ketika Prancis Menemukan Cara Lain untuk Menang
Piala Dunia 5 Juli 2026, 19:11
-
Meksiko, Azteca, dan Pemain Ke-12
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:27
-
Meksiko dan Misi Javier Aguirre Mengubah Tekanan Menjadi Kekuatan
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:20
-
Brahim Diaz, Sentuhannya Membuat Mimpi Maroko Terasa Semakin Nyata
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:04
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Argentina vs Mesir 7 Juli 2026
Piala Dunia 5 Juli 2026, 17:54
-
6 Duel Ikonik Portugal vs Spanyol
Piala Dunia 5 Juli 2026, 16:12
-
Tantang Norwegia, Brasil Tidak Siapkan Taktik 'Anti-Haaland'
Piala Dunia 5 Juli 2026, 15:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55


























KOMENTAR