
Suhartono berjanji akan mengembalikan semua uang pungli hasilnya memalak para pemilik toko, cafe dan pengusaha di Malang dan sekitarnya. Dia mengiba agar dibebaskan dan diampuni kesalahannya.
Namun Letkol ARM Aprianko Suseno, rupanya sudah begitu geram dan tidak akan memberi ampun. Pihaknya memilih melaporkan mantan security itu pada Polres Kota Malang untuk diproses lebih lanjut.
"Kamu sudah memalukan saya dan TNI. Kamu akan saya serahkan ke kepolisian agar diproses, agar jera karena sudah keterlaluan," kata Aprianko Suseno di Kodim 0833, Jalan Kahuripan Kota Malang, Sabtu (23/7).
Suhartono menjadi TNI gadungan sejak 2009 dan diduga sudah mengantongi hasil pungli hingga ratusan juta rupiah. Modus yang dilakukan dengan memanfaatkan even tertentu, seperti serah terima jabatan di lingkungan TNI, pengamanan Hari Raya dan lain sebagainya. Pelaku mendatangi pengusaha dan meminta sejumlah uang.
"Bahkan ini sudah direncanakan untuk nanti peringatan Kemerdekaan RI, 17 Agustus. Pelaku akan menjalankan aksinya lagi," katanya.
Pelaku menggunakan atribut Angkatan Laut, kadang menggunakan atribut TNI AD. Pangkatnya Sersan Mayor, kemudian membuat proposal dengan stempel Kodim 0833, Garnisun.
Pihaknya meminta untuk mencari pelaku sampai ketemu saat mendengar laporan aksi pelaku. Karena memang sudah merusak institusi, pejabat di Kodim dan anggota TNI secara keseluruhan.
Aprianko juga mempertanyakan tetang lolosnya identitas Suhartono sebagai TNI AD di E-KTP. Padahal yang bersangkutan nyata-nyata bukan anggota TNI.
"Kenapa identitasnya bisa salah, Kelurahan bisa memberi identitas sebagai anggota TNI AD. Harusnya kelurahan lebih jeli lagi, bagaimana kelurahan bisa kecolongan," ungkapnya.
Seharusnya, kata Aprianko, kelurahan dan seluruh perangkat RT dan RW mengetahui dan mendeteksi pekerjaan warganya. Sehingga tidak sampai kecolongan saat mengisi kolom saat pengajuan KTP.
"Infonya sih orang sana takut, mungkin diancam. Ini KTP-nya asli kok," tegasnya.
Suhartono sendiri tercatat sebagai warga Jalan Jupri RT 01/ RW 03 Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun, Kota Malang. [initial] (dar/asa)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadi TNI Gadungan, Ayah Pemain Arema Cronus Mengiba Minta Bebas
Bola Indonesia 24 Juli 2016, 08:10
-
Ayah Pemain Arema Cronus Yang Jadi TNI Gadungan Kantongi Ratusan Juta
Bola Indonesia 24 Juli 2016, 08:02
-
Ayah Pemain Arema Cronus Yang Jadi TNI Gadungan Kerap Memalak
Bola Indonesia 23 Juli 2016, 17:49
-
7 Tahun Jadi Tentara Gadungan, Ayah Pemain Arema Ditangkap
Bolatainment 23 Juli 2016, 12:11
-
Arema Cronus Makin Kokoh dengan Tembok Barunya
Bola Indonesia 14 April 2016, 17:03
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Real Madrid vs Bayern Munchen: Michael Olise
Liga Champions 8 April 2026, 04:06
-
Puasa Gol Christian Pulisic Kian Panjang di Tahun 2026
Liga Italia 7 April 2026, 23:32
-
Tempat Menonton Sporting CP vs Arsenal: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 7 April 2026, 22:02
-
Tempat Menonton Madrid vs Bayern: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 7 April 2026, 22:01
-
Bagaimana Update Naturalisasi Luke Vickery untuk Bela Timnas Indonesia?
Tim Nasional 7 April 2026, 21:25
LATEST EDITORIAL
-
9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid dan Bayern Munchen
Editorial 7 April 2026, 15:34
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25
-
5 Klub Tujuan Bernardo Silva Setelah Tinggalkan Man City
Editorial 6 April 2026, 21:05
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32























KOMENTAR