Bola.net - Save Our Soccer (SOS) angkat bicara soal tuduhan bahwa salah seorang anggota Komite Eksekutif PSSI, Hidayat, tersangkut kasus pengaturan pertandingan. Lembaga yang concern dengan pembenahan tata kelola sepak bola Indonesia ini menyebut Hidayat layak dapat hukuman berat jika memang terbukti ikut dalam perbuatan lancung tersebut.
"Bila Hidayat memang terlibat untuk pengaturan skor, maka layak dihukum seumur hidup," ujar Koordinator SOS, Akmal Marhali, pada Bola.net, Rabu (28/11).
"Pelaku pengaturan skor lebih jahat dari sepak bola gajah," sambungnya.
Menurut Akmal, hukuman bagi para pelaku pengaturan skor tak boleh hanya terbatas dalam hukum sepak bola. Pasalnya, menurut pria 40 tahun tersebut, pengaturan skor juga bisa dijerat dengan hukum pidana.
"Pelakunya bisa dihukum sampai lima tahun penjara dan denda Rp 15 juta
," tuturnya.
"Setelah dinyatakan bersalah di ranah football family dan terbukti, maka pssi harus masukkan itu sebagai pengaduan ke ranah hukum positif," mantan jurnalis olahraga ini menambahkan.
Lebih lanjut, menurut Akmal, ada hal lain yang bisa dilakukan jika Hidayat terbukti terlibat dalam skandal tersebut. Ia bisa dijadikan semacam whistleblower untuk menguak siapa aktor di balik layar pengaturan skor.
"PSSI harus berani mengusut tuntas sampai akarnya," pungkas Akmal.
Sebelumnya, tudingan bahwa Hidayat terlibat dalam pengaturan skor terlontar dari mulut Manajer Madura FC, Januar Herwanto pada acara Mata Najwa, di salah satu stasiun televisi swasta, Rabu (28/11). Menurut Januar, Hidayat sempat merayu timnya untuk terlibat dalam pengaturan skor pada Babak Delapan Besar Liga 2 musim 2018, kontra PSS Sleman.
Januar mengaku menerima telepon, yang meminta Madura FC mengalah dari PSS. Si penelepon siap memberikan upah sebesar Rp100 juta jika Madura FC mau mengalah.
Sementara itu, ketika dikonfirmasi oleh Najwa Shihab, sang presenter pada acara tersebut, Hidayat tak mengkonfirmasi tudingan yang dialamatkan padanya. Ia berkelit dan menyebut bahwa Madura United adalah klubnya juga.
Namun, Hidayat sempat menyebut siap menerima hukuman jika memang terbukti terlibat. Ia memastikan akan mundur dari jabatannya apabila terbukti.
"Saya siap bertanggung jawab. Kalau saya terbukti melakukan pengaturan skor, tidak usah dipanggil komdis saya akan mengundurkan diri," tandasnya.
Video Menarik
Timnas Indonesia gagal tampil sesuai ekspektasi di Piala AFF 2018, lalu siapa yang mesti bertanggung jawab?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hidayat Exco PSSI: Kalau Salah, Saya Siap Mengundurkan Diri
Bola Indonesia 29 November 2018, 21:07
-
Imam Nahrawi Tolak Komentari Soal Kisruh PSSI
Bola Indonesia 29 November 2018, 19:19
-
Hindari Match Fixing, Exco PSSI Bakal Pantau Pekan Terakhir Liga 1
Bola Indonesia 29 November 2018, 13:47
-
PSSI Belum Dapat Kabar Klub Liga 1 Terindikasi Match Fixing
Bola Indonesia 29 November 2018, 13:40
-
Jika Terbukti, Exco Tersangkut Match Fixing Dinilai Layak Dihukum Berat
Bola Indonesia 29 November 2018, 04:09
LATEST UPDATE
-
Sinyal Kuat Bernardo Silva Tinggalkan Man City
Liga Inggris 6 April 2026, 20:08
-
Tempat Menonton Juventus vs Genoa: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Italia 6 April 2026, 19:38
-
Link Live Streaming Juventus vs Genoa di Serie A
Liga Italia 6 April 2026, 19:08
-
Prediksi Sporting vs Arsenal 8 April 2026
Liga Champions 6 April 2026, 18:30
-
Transfer Panas! Real Madrid Optimistis Bajak Rodri dari Manchester City
Liga Spanyol 6 April 2026, 18:11
-
Prediksi Real Madrid vs Bayern 8 April 2026
Liga Champions 6 April 2026, 18:00
LATEST EDITORIAL
-
5 Klub Tujuan Bernardo Silva Setelah Tinggalkan Man City
Editorial 6 April 2026, 21:05
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32
-
Italia Cari Pelatih Baru: 7 Kandidat Pengganti Gennaro Gattuso
Editorial 3 April 2026, 14:14
-
3 Bintang Manchester United yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:41
-
Starting XI Pemain Termahal yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:13























KOMENTAR