Bola.net - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, seharusnya tak perlu lagi mencampuri urusan internal PSSI. Hal tersebut, disampaikan pengamat sosial dan olahraga, Umar S Bakry.
Dilanjutkannya, jangan sampai terulang lagi seperti er Andi Malarangeng. Kalau ini terjadi, artinya Menpora setback dan harus mundur.
"Jika pembentukan Tim Sembilan membuat PSSI bergejolak dan setback seperti di era LPI, Menpora harus mengundurkan diri." tegas Umar.
Menurut Umar, era LPI adalah masa kelam persepakbolaan Indonesia yang tidak boleh terjadi lagi. Waktu itu, kompetisi terbelah yang membuat banyak klub bangkrut di tengah jalan, ranking Indonesia di FIFA terjerembab ke posisi 170, sebuah hal yang belum pernah terjadi. Selain itu, beberapa pemain asing meninggal di sini dan banyak yang tidak digaji berbulan bulan.
"Kini, wajah sepak bola Indonesia sudah jauh berubah. Jadi buat apa Menpora merusak yang sudah baik ini." imbuhnya.
Dikatakannya lagi, peringkat tim nasional Indonesia saat ini sudah merangkak naik. Kompetisi Indonesia Super League (ISL) sudah berjalan teratur dan menarik minat banyak investor. Kesejahteraan pemain rata-rata semakin membaik. Klub juara ISL kembali dipercaya masuk zona Liga Champions Asia. Pembinaan usia dini secara berjenjang sudah bergulir dengan baik.
"Pengurus PSSI juga nampak serius ingin mengangkat pamor sepak bola Indonesia ke level elit Asia. Jadi sebenarnya, tidak ada masalah urgent dan krusial di tubuh PSSI sekarang ini dibandingkan banyak cabang olahraga lainnya."
PSSI sekarang ini, lanjut Umar, jauh lebih sehat dan dinamis. Kalaupun ada kasus sepak bola gajah, bukan salah PSSI. Justru PSSI telah berbuat cepat dan tegas untuk menghukum aktor-aktor sepak bola gajah.
"Jadi, di tengah PSSI yang sedang sehat, dinamis dan tegas sekarang ini, sangat aneh kalau tiba-tiba Menpora membentuk Tim Sembilan," tuturnya.
"Tidak jelas jalan pikiran Menpora. Organisasi yang sedang sedang sehat dan on the track malah mau diributin, sedangkan banyak organisasi olah raga yang melempem dan mati suri, Menpora malah tidak bereaksi. Itulah sebabnya, jika kehadiran Tim Sembilan nantinya malah membuat kegaduhan di persepakbolaan kita, Menpora harus mundur." pungkasnya. (esa/dct)
Dilanjutkannya, jangan sampai terulang lagi seperti er Andi Malarangeng. Kalau ini terjadi, artinya Menpora setback dan harus mundur.
"Jika pembentukan Tim Sembilan membuat PSSI bergejolak dan setback seperti di era LPI, Menpora harus mengundurkan diri." tegas Umar.
Menurut Umar, era LPI adalah masa kelam persepakbolaan Indonesia yang tidak boleh terjadi lagi. Waktu itu, kompetisi terbelah yang membuat banyak klub bangkrut di tengah jalan, ranking Indonesia di FIFA terjerembab ke posisi 170, sebuah hal yang belum pernah terjadi. Selain itu, beberapa pemain asing meninggal di sini dan banyak yang tidak digaji berbulan bulan.
"Kini, wajah sepak bola Indonesia sudah jauh berubah. Jadi buat apa Menpora merusak yang sudah baik ini." imbuhnya.
Dikatakannya lagi, peringkat tim nasional Indonesia saat ini sudah merangkak naik. Kompetisi Indonesia Super League (ISL) sudah berjalan teratur dan menarik minat banyak investor. Kesejahteraan pemain rata-rata semakin membaik. Klub juara ISL kembali dipercaya masuk zona Liga Champions Asia. Pembinaan usia dini secara berjenjang sudah bergulir dengan baik.
"Pengurus PSSI juga nampak serius ingin mengangkat pamor sepak bola Indonesia ke level elit Asia. Jadi sebenarnya, tidak ada masalah urgent dan krusial di tubuh PSSI sekarang ini dibandingkan banyak cabang olahraga lainnya."
PSSI sekarang ini, lanjut Umar, jauh lebih sehat dan dinamis. Kalaupun ada kasus sepak bola gajah, bukan salah PSSI. Justru PSSI telah berbuat cepat dan tegas untuk menghukum aktor-aktor sepak bola gajah.
"Jadi, di tengah PSSI yang sedang sehat, dinamis dan tegas sekarang ini, sangat aneh kalau tiba-tiba Menpora membentuk Tim Sembilan," tuturnya.
"Tidak jelas jalan pikiran Menpora. Organisasi yang sedang sedang sehat dan on the track malah mau diributin, sedangkan banyak organisasi olah raga yang melempem dan mati suri, Menpora malah tidak bereaksi. Itulah sebabnya, jika kehadiran Tim Sembilan nantinya malah membuat kegaduhan di persepakbolaan kita, Menpora harus mundur." pungkasnya. (esa/dct)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tersingkir, Persebaya Dihimbau Tak Panik
Bola Indonesia 4 Januari 2015, 20:05
-
Persebaya Tersingkir, Ibnu Grahan Kecewa
Bola Indonesia 4 Januari 2015, 19:31
-
Hadapi Persekap, Gresik United Rombak Tim
Bola Indonesia 4 Januari 2015, 19:28
-
Gresik United tak Bangga Kalahkan Persebaya
Bola Indonesia 4 Januari 2015, 19:14
-
Kalah, Persebaya Terdepak Dari Piala Gubernur Jatim
Bola Indonesia 4 Januari 2015, 19:09
LATEST UPDATE
-
6 Duel Ikonik Portugal vs Spanyol
Piala Dunia 5 Juli 2026, 16:12
-
Tantang Norwegia, Brasil Tidak Siapkan Taktik 'Anti-Haaland'
Piala Dunia 5 Juli 2026, 15:00
-
Gagal ke Real Madrid, Enzo Fernandez Bakal Gabung Klub EPL Ini?
Piala Dunia 5 Juli 2026, 12:00
-
Bye Arsenal! Leandro Trossard Segera Cabut ke Turki!
Liga Inggris 5 Juli 2026, 08:00
-
Kylian Mbappe: Emangnya Cuma Kalian yang Bisa Main Kotor, Paraguay!
Piala Dunia 5 Juli 2026, 07:45
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55


























KOMENTAR