
Bola.net - Banyak legiun asing asal Brasil yang merumput di Indonesia. Fenomena ini mungkin disebabkan oleh miripnya atmosfer sepak bola kedua negara. Hal itu diutarakan oleh pelatih Bali United, Stefano Cugurra Teco.
Shopee Liga 1 2020 yang jadi kompetisi elite Indonesia diramaikan dengan kehadiran 23 pemain Brasil. Persela Lamongan menjadi klub yang paling banyak menggunakan jasa pemain Brasil, sedangkan Bali United memiliki 1 orang saja, yakni Willian Pacheco.
Mayoritas pemain Brasil itu memiliki peran penting di klubnya. Teco menilai femonena itu tidak aneh karena para pemain Brasil dikenal mudah beradaptasi dengan gaya sepak bola di liga luar negaranya.
Negara Sepak Bola

"Saya pikir pemain Brasil bisa beradaptasi lebih cepat dibandingkan pemain dari negara lain untuk bermain di Indonesia dan bisa bantu tim memberi prestasi. Brasil adalah negara besar dengan banyaknya pemain bola," kata Teco seperti dikutip situs resmi Bali United, Sabtu (18/4/2020).
"Ada pemain yang bagus, akan tetapi tidak bisa masuk atau bertahan lama di tim besar yang ada di Brasil. Sehingga mereka lebih memilih bermain di luar negara Brasil, satu di antaranya adalah Indonesia karena suasananya mirip dengan Brasil," ujar pelatih asal Brasil.
Fenomena kompetisi elite Indonesia yang digandrungi pemain Brasil sebenarnya sudah terjadi sejak dulu. Nama-nama tenar yang punya bagian penting di peta sepak bola Indonesia antara lain Jacksen F. Tiago, Luciano Leandro, Carlos de Mello, Antonio Claudio, hingga Alberto Goncalves sebelum berganti kewarganegaraan Indonesia.
Mencoba Petualangan

Stefano Cugurra Teco juga memberi saran agar pemain Indonesia berani untuk mencoba petualangan di luar negeri. Menurut Teco, hal itu akan sangat membantu untuk Timnas Indonesia di masa depan.
"Saya melihat memang seharusnya pemain-pemain dari Indonesia lebih banyak untuk berani bermain bersama tim dari negara lain. Selain menambah pengalaman mereka untuk menambah kualitas sebagai pemain, mereka juga bisa bantu banyak untuk Timnas Indonesia," imbuh Teco.
Disadur dari: Bola.com/Penulis Zulfirdaus Harahap/Editor Yus Mei Sawitri
Published: 18 April 2020
Baca juga artikel-artikel lainnya:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kemiripan Atmosfer Sepak Bola dan Fenomena Legiun Brasil di Indonesia
Bola Indonesia 19 April 2020, 09:06
-
Dari Bali United, Ada Kebahagiaan di Tengah Duka Corona
Bolatainment 17 April 2020, 08:51
-
Optimisme Teco di Tengah Pandemi Virus Corona
Bola Indonesia 15 April 2020, 10:17
-
Real Madrid, Impian Masa Kecil Ilija Spasojevic
Bola Indonesia 14 April 2020, 09:29
LATEST UPDATE
-
Mesir Itu Tentang Chemistry dan Mentalitas, Bukan Cuma Mohamed Salah
Piala Dunia 5 Juli 2026, 19:31
-
Kesempatan Maroko Mengubah Kisah yang Dulu Berakhir dengan Air Mata
Piala Dunia 5 Juli 2026, 19:19
-
Ketika Prancis Menemukan Cara Lain untuk Menang
Piala Dunia 5 Juli 2026, 19:11
-
Meksiko, Azteca, dan Pemain Ke-12
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:27
-
Meksiko dan Misi Javier Aguirre Mengubah Tekanan Menjadi Kekuatan
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:20
-
Brahim Diaz, Sentuhannya Membuat Mimpi Maroko Terasa Semakin Nyata
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:04
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Argentina vs Mesir 7 Juli 2026
Piala Dunia 5 Juli 2026, 17:54
-
6 Duel Ikonik Portugal vs Spanyol
Piala Dunia 5 Juli 2026, 16:12
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

























KOMENTAR