
Bola.net - Arthur Irawan mengungkapkan kisah kariernya di lapangan hijau. Pemain sekaligus pemegang saham Persik Kediri ini mengaku mulanya mendapat tentangan dari orang tuanya ketika hendak terjun ke dunia sepak bola.
"Pertama sih pasti ada resistensi. Apalagi, di keluarga Tionghoa lebih banyak berbisnis dan bukan di bidang olahraga," tutur Arthur, dalam siniar di kanal Grace Tahir.
"Namun, butuh upaya dan kerja keras sehingga saya bisa juga di karier saya di sepak bola. Kan itu juga karier yang bisa dibilang sehat. Kita juga hidup sehat dan melakukan hal-hal baik. Akhirnya, mereka juga oke dan mengizinkan saya berkarier di sepak bola," sambungnya.
Setelah memberikan restu, orang tua Arthur pun total mendukung pilihan anaknya. Mereka bahkan mendukung ketika Arthur harus meretas karier mereka di luar negeri.
Arthur sendiri memang sempat meretas karier di luar negeri. Ia sempat bergabung dengan Espanyol, salah satu klub di Spanyol.
"Namun, sebelumnya sempat ke Inggris dulu, waktu saya berusia 15-16 tahun," tuturnya.
"Waktu itu, sambil sekolah, sambil mengejar impian di sepak bola," ia menambahkan.
Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Dapat Ucapan Rasis di Spanyol

Namun, perjalanan karier Arthur di sepak bola tak selamanya berlangsung mulus. Ada sejumlah perlakuan tak menyenangkan yang juga sempat diterimanya. Salah satunya adalah ucapan rasis.
Ucapan rasis tersebut diterimanya kala masih di Spanyol. Waktu itu, ia masih memperkuat Espanyol B kala bermain melawan Valencia B.
"Waktu itu, saya main di posisi sayap. Ada penontong yang bilang, 'Hei Cina, buka mata lo.'," kenang Arthur sembari tersenyum.
"Saya nggak bilang itu benar. Kalau sudah ngomong hal-hal rasis, itu salah. Itu personal, bukan mengenai performa di lapangan. Namun, menurut saya, ini adalah part of the game. Pasti akan ada teriakan dari suporter. Apakah kita akan jadikan itu pemicu untuk memotivasi atau menjatuhkan.
Cara Manis Balas Ucapan Rasis

Menurut Arthur, ia memiliki cara manis membalas ucapan rasis. Cara ini, sambungnya, bakal sangat menyakitkan bagi pihak-pihak yang melontarkan ucapan atau berperilaku rasis.
"Saya membuktikan mereka salah dengan cara menyakitkan mereka. Bagaimana caranya? Tentu bukan dengan membalas dengan kata-kata yang sama," tuturnya.
"Namun, caranya adalah bagaimana bisa mengalahkan tim mereka. Bagaimana tim kita bisa bermain lebih bagus dan tim kita bisa menang. Itu kan lebih sakit bagi mereka," pemain berusia 30 tahun tersebut menambahkan.
Klasemen BRI Liga 1 2023/2024
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Resmi: Ze Valente Berlabuh ke Persik Kediri
Bola Indonesia 21 November 2023, 12:15
-
Resmi: Irfan Bachdim Gabung Persik Kediri
Bola Indonesia 20 November 2023, 16:55
-
Resmi: Persik Kediri Lepas Gunawan Dwi Cahyo
Bola Indonesia 19 November 2023, 15:28
LATEST UPDATE
-
Kritik Manajemen MU, Ruben Amorim Terancam Dipecat?
Liga Inggris 5 Januari 2026, 09:59
-
Daftar Pemain Voli Putri Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia di Proliga 2026
Voli 5 Januari 2026, 09:57
-
Panduan Lengkap Skrining BPJS Kesehatan 2026: Begini Caranya!
News 5 Januari 2026, 09:11
-
Daftar Pemain Voli Putra Jakarta Garuda Jaya di Proliga 2026
Voli 5 Januari 2026, 09:08
-
Daftar Transfer Resmi Premier League Januari 2026
Liga Inggris 5 Januari 2026, 09:04
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2025/2026
Liga Italia 5 Januari 2026, 09:00
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor La Liga 2025/2026
Liga Spanyol 5 Januari 2026, 08:48
-
Jadwal Lengkap Turnamen Voli Indonesia 2026, Jangan Lupa Dukung Tim Favoritmu!
Voli 5 Januari 2026, 08:40
LATEST EDITORIAL
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40
-
5 Pemain Terbaik Real Madrid di 2025: Mbappe Memimpin
Editorial 31 Desember 2025, 15:58
-
6 Calon Suksesor Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 30 Desember 2025, 13:10
-
6 Pemain yang Bisa Tinggalkan Man United pada Jendela Transfer Januari 2026
Editorial 30 Desember 2025, 12:43

























KOMENTAR