Bola.net - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kembali menggelar kegiatan grassroots dan pelatihan pelatih sekolah sepakbola (SSB) di lima Provinsi. Untuk tahap pertama digelar di Stadion Ciracas, Jakarta Timur, 8-9 September 2015.
Nantinya, rangkaian kegiatan itu akan berlanjut ke Jawa Tengah (11-13 September), Jawa Timur (18-20 September), Sumatera Utara (25-27 September), dan Bali (24 Oktober).
Untuk wilayah Jakarta, kegiatan grassrootsdiikuti sekitar 2500 anak pria dan wanita mulai dari usia 12 tahun ke bawah. Selain itu, ada pula pembekalan bagi guru olahraga dari berbagai sekolah sekitar Jakarta. Pada kegiatan ini, Kemenpora menggandeng pelatih yang memiliki lisensi grassroots AFC, Maman Suryaman.
"Kegiatan ini menjadi pondasi anak-anak usia muda. Mulai pengenalan cara bermain bola yang baik dan benar, serta menyenangkan, itu dimulai sejak usia dini," ujar Maman.
Menurut asisten deputi Sentra Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta, tahapan yang dilakukan dalam kegiatan grassroots ini bisa memunculkan bakat-bakat potensial untuk sepakbola Indonesia di masa depan. "Pencarian pemain juga akan mudah didapat kalau usia muda berjenjang dengan baik," ucapnya.
Selain itu, ditambahkan asisten deputi Bidang Olahraga Pendidikan, Sukarno MM. "Mereka adalah aset pemain muda yang nantinya akan membawa sepakbola tampil di kancah dunia. Sehingga perlu diperhatikan dan didukung perkembangannya," tambah Sukarno.[initial]
(esa/yp)
Nantinya, rangkaian kegiatan itu akan berlanjut ke Jawa Tengah (11-13 September), Jawa Timur (18-20 September), Sumatera Utara (25-27 September), dan Bali (24 Oktober).
Untuk wilayah Jakarta, kegiatan grassrootsdiikuti sekitar 2500 anak pria dan wanita mulai dari usia 12 tahun ke bawah. Selain itu, ada pula pembekalan bagi guru olahraga dari berbagai sekolah sekitar Jakarta. Pada kegiatan ini, Kemenpora menggandeng pelatih yang memiliki lisensi grassroots AFC, Maman Suryaman.
"Kegiatan ini menjadi pondasi anak-anak usia muda. Mulai pengenalan cara bermain bola yang baik dan benar, serta menyenangkan, itu dimulai sejak usia dini," ujar Maman.
Menurut asisten deputi Sentra Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta, tahapan yang dilakukan dalam kegiatan grassroots ini bisa memunculkan bakat-bakat potensial untuk sepakbola Indonesia di masa depan. "Pencarian pemain juga akan mudah didapat kalau usia muda berjenjang dengan baik," ucapnya.
Selain itu, ditambahkan asisten deputi Bidang Olahraga Pendidikan, Sukarno MM. "Mereka adalah aset pemain muda yang nantinya akan membawa sepakbola tampil di kancah dunia. Sehingga perlu diperhatikan dan didukung perkembangannya," tambah Sukarno.[initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kemenpora Siapkan Jaminan Kesejahteraan Bagi Peraih Medali Olimpiade
Olahraga Lain-Lain 9 September 2015, 18:32
-
Haornas 2015, Momentum Mengingatkan Pentingnya Budaya Olahraga
Olahraga Lain-Lain 9 September 2015, 14:36
-
Iran Sambut Hangat Rencana Kerjasama Dengan Indonesia
Bola Indonesia 9 September 2015, 14:27
-
Menpora Sebut Akan Belajar Olahraga dan Sepakbola ke Iran
Bola Indonesia 9 September 2015, 14:21
-
Lima Provinsi Jadi Tempat Kemenpora Gelar Program Grassroots
Bola Indonesia 9 September 2015, 11:22
LATEST UPDATE
-
Kasihan! Impian Marcus Rashford Bersama Barcelona Bakal Kandas
Liga Inggris 4 April 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32
-
Italia Cari Pelatih Baru: 7 Kandidat Pengganti Gennaro Gattuso
Editorial 3 April 2026, 14:14
-
3 Bintang Manchester United yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:41
-
Starting XI Pemain Termahal yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:13

























KOMENTAR