Bola.net - Mantan pemain Arema dan Persib Bandung, Marcio Souza dilarang bermain di semua klub Indonesia Super League (ISL). Hal itu sesuai hasil keputusan PT Liga Indonesia dan klub-klub kontestan ISL.
"Dari hasil pembahasan bersama antara PT Liga dan klub-klub ISL, diputuskan Marcio Souza tak bisa bermain di semua klub ISL," ujar CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono kepada wartawan di Jakarta, Jumat (28/9).
Joko mengatakan, keputusan tersebut diambil karena Marcio Souza dinilai berperilaku buruk baik di dalam maupun di luar lapangan. Meski demikian, Joko mengatakan pihaknya tak terlalu mempermasalahkan perilaku di luar lapangan. Tetapi berdasarkan catatan, Souza sering tampil buruk dari sisi teknis dan sering menjadi pemicu keributan di tengah lapangan baik antar pemain maupun dengan wasit.
"Dia tidak boleh bermain di ISL musim depan dengan baju klub apapun. Ia memiliki trek rekor yang buruk, kerap mencederai semangat sportivitas dan fair play dalam pertandingan," ujarnya.
Mengenai kemungkinan Souza masuk ke salah satu klub di Indonesia, Joko menandaskan hal itu merupakan haknya untuk bermain di mana pun. "Itu merupakan hak dia. Tetapi seluruh klub harus mematuhi regulasi yang ada," kata Joko Driyono menambahkan.
Sebelumnya, Souza yang merupakan pemain kelahiran Brasil, 14 Januari 1980 pernah memperkuat Arema pada putaran I dan Persib Bandung di putaran II kompetisi ISL musim 2011-2012. Sebagai penyerang, pemain bertinggi badan 180 centimeter itu telah menyumbangkan tujuh gol bagi Singo Edan di putaran I dan tujuh gol saat memperkuat Maung Bandung di putaran II. (ant/row)
"Dari hasil pembahasan bersama antara PT Liga dan klub-klub ISL, diputuskan Marcio Souza tak bisa bermain di semua klub ISL," ujar CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono kepada wartawan di Jakarta, Jumat (28/9).
Joko mengatakan, keputusan tersebut diambil karena Marcio Souza dinilai berperilaku buruk baik di dalam maupun di luar lapangan. Meski demikian, Joko mengatakan pihaknya tak terlalu mempermasalahkan perilaku di luar lapangan. Tetapi berdasarkan catatan, Souza sering tampil buruk dari sisi teknis dan sering menjadi pemicu keributan di tengah lapangan baik antar pemain maupun dengan wasit.
"Dia tidak boleh bermain di ISL musim depan dengan baju klub apapun. Ia memiliki trek rekor yang buruk, kerap mencederai semangat sportivitas dan fair play dalam pertandingan," ujarnya.
Mengenai kemungkinan Souza masuk ke salah satu klub di Indonesia, Joko menandaskan hal itu merupakan haknya untuk bermain di mana pun. "Itu merupakan hak dia. Tetapi seluruh klub harus mematuhi regulasi yang ada," kata Joko Driyono menambahkan.
Sebelumnya, Souza yang merupakan pemain kelahiran Brasil, 14 Januari 1980 pernah memperkuat Arema pada putaran I dan Persib Bandung di putaran II kompetisi ISL musim 2011-2012. Sebagai penyerang, pemain bertinggi badan 180 centimeter itu telah menyumbangkan tujuh gol bagi Singo Edan di putaran I dan tujuh gol saat memperkuat Maung Bandung di putaran II. (ant/row)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Marcio Souza Dilarang Membela Klub-Klub ISL
Bola Indonesia 29 September 2012, 14:14
-
Jajang Nurjaman Berharap Messi Turunkan Berat Badan
Bola Indonesia 28 September 2012, 19:00
-
Messi Gemilang di Uji Coba Perdana Persib
Bola Indonesia 27 September 2012, 19:00
-
Bola Indonesia 26 September 2012, 20:00

-
Pelita dan Persib Dekati Oktovianus Maniani
Bola Indonesia 26 September 2012, 15:33
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Sporting CP vs Arsenal: David Raya
Liga Champions 8 April 2026, 06:26
-
Kekalahan Pertama Real Madrid dari Bayern Munchen dalam 14 Tahun
Liga Champions 8 April 2026, 04:31
-
Man of the Match Real Madrid vs Bayern Munchen: Michael Olise
Liga Champions 8 April 2026, 04:06
LATEST EDITORIAL
-
9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid dan Bayern Munchen
Editorial 7 April 2026, 15:34
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25
-
5 Klub Tujuan Bernardo Silva Setelah Tinggalkan Man City
Editorial 6 April 2026, 21:05
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32























KOMENTAR