Haruna menceritakan tentang fenomena peserta seleksi Madura United U-21 yang jumlahnya sangat besar, lebih dari 600 orang. Mereka tak hanya datang dari Pulau Garam, ada pula dari sejumlah kota di Jawa Timur (Jatim) seperti Kediri hingga Malang.
"Mungkin di satu sisi ini berkah bagi Madura United karena kita bisa menyeleksi banyak pemain.Tapi ada fenomena tidak sederhana. Itulah fakta bahwa perjalanan pembinaan sepakbola di Jawa Timur ini mandek," kritik Haruna.
Mantan manajer Persebaya ini menilai, para pesepakbola muda kekurangan wahana atau wadah untuk menampung talenta-talenta yang waktunya berkembang itu. Padahal, ini seharusnya menjadi tugas dari Asprov PSSI Jatim.
"Pemain banyak atau hasil pembinaan banyak, tapi tidak terserap ke klub, perkumpulan atau turnamen. Sehingga begitu ada seleksi di sebuah tim, datang dia dengan berbondong-bondong. Ini seperti fenomena gunung es. Ini baru U-21 lho, bagaimana yang usia di bawahnya," tutupnya. (faw/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Manajer Madura United Sentil Mitra Kukar
Bola Indonesia 1 Juli 2016, 13:45
-
Manajer Madura United Serang Balik Umuh Muchtar
Bola Indonesia 1 Juli 2016, 13:17
-
Haruna Tolak Turun Gunung Benahi Sepakbola Jatim
Bola Indonesia 1 Juli 2016, 11:15
-
Mengenaskan, Pembinaan Sepakbola di Jatim Mandek
Bola Indonesia 1 Juli 2016, 10:45
LATEST UPDATE
-
Prancis di Piala Dunia 2026: Terbaik, Skilful, dan Paling Berbahaya
Piala Dunia 10 Juli 2026, 17:53
-
Herdman Ingin Bawa Timnas Indonesia Angkat Trofi Piala AFF 2026
Bola Indonesia 10 Juli 2026, 17:37
-
Hadapi Musim yang Padat, Persib Kelola Fisik dan Mental
Bola Indonesia 10 Juli 2026, 16:58
-
Luis De La Fuente: Belgia Dulu, Baru Prancis!
Piala Dunia 10 Juli 2026, 15:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55




















KOMENTAR