"Saya dapat laporan, flare ditaruh di tempat terlarang suporter wanita. Banyak yang laporan, flare ditaruh di sekitar perut dan dada," ujar Abdul Haris.
"Kalau petugas jaga satu-satu menggerayangi, kita khawatir kena pelecehan," sambungnya.
Sebelumnya, insiden penyalaan flare dan bom asap kembali terjadi usai laga antara Arema Cronus dan Bhayangkara Surabaya United. Setelah wasit Thoriq Alkatiri meniup peluit panjang pada laga yang dihelat di Stadion Kanjuruhan Malang, Minggu (15/04) malam, beberapa flare menyala di tribun selatan. Selain itu, di tribun timur juga nampak bom asap berwarna jingga dan biru.
Arema sendiri sempat terkena sanksi dari Komdis ISC sebesar Rp 10 juta akibat insiden flare. Kejadian ini berlangsung kala mereka menjamu Persiba Balikpapan beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Haris menyesalkan masih adanya insiden flare ini. Menurutnya, jika Aremania benar-benar cinta Arema, mereka tidak akan melakukan hal seperti ini.
"Kita kembalikan saja ke Aremania. Kalau ada oknum yang mau merusak nama besar Arema dan Aremania, seharusnya hukum adat itu dilakukan," tandasnya. (den/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Blunder Ibnu Grahan Biang Kekalahan Bhayangkara SU
Bola Indonesia 16 Mei 2016, 12:48
-
Cetak Gol Perdana di Arema Cronus, Gustavo Giron Lega
Bola Indonesia 16 Mei 2016, 12:22
-
Kalahkan Bhayangkara SU, Pelatih Arema Cronus Puji Wasit
Bola Indonesia 16 Mei 2016, 11:37
-
Milo: Inilah Arema Sesungguhnya
Bola Indonesia 15 Mei 2016, 23:41
LATEST UPDATE
-
Azzedine Ounahi, Bocah Casablanca yang Kini Jadi Harapan Maroko
Piala Dunia 7 Juli 2026, 17:29
-
Bagaimana Didier Deschamps Mengubah Wajah Prancis
Piala Dunia 7 Juli 2026, 17:23
-
Portugal Kini Menatap Masa Depan
Piala Dunia 7 Juli 2026, 16:23
-
Kekuatan Belgia Memang di Atas Amerika Serikat
Piala Dunia 7 Juli 2026, 15:37
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55




















KOMENTAR