Musim Depan! Klub Wajib Bermain di Stadion yang Didaftarkan di Super League atau Diancam Pengurangan Poin

Musim Depan! Klub Wajib Bermain di Stadion yang Didaftarkan di Super League atau Diancam Pengurangan Poin
Aksi para suporter Persija Jakarta, The Jakmania, dalam laga BRI Super League kontra PSIM Yogyakarta di SUGBK, Jumat (28/11/2025) malam (c) Bola.net/M Iqbal Ichsan

Bola.net - Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, menyatakan bahwa penggunaan stadion oleh klub Super League musim depan akan mengacu penuh pada data yang tercantum dalam proses lisensi klub. Klub tidak lagi diperbolehkan menggunakan stadion yang sebelumnya hanya dipakai untuk memenuhi syarat administrasi lisensi.

Pada musim-musim sebelumnya, masih ada klub yang memperoleh lisensi dengan stadion tertentu meski venue tersebut tidak dipakai secara stabil saat kompetisi berjalan. Situasi itu dinilai sudah tidak bisa diterapkan lagi mulai musim depan.

Asep menjelaskan bahwa stadion yang didaftarkan dalam lisensi klub akan menjadi acuan utama selama kompetisi berlangsung. Oleh karena itu, setiap klub wajib memainkan laga kandangnya di arena yang memang telah tercantum dalam dokumen resmi lisensi.

"Ada beberapa klub yang mendapatkan stadion yang mereka tidak memainkan, tapi karena memenuhi standar, didapatkanlah," ujar Asep kepada wartawan.

"Nah, kita tidak bisa lagi seperti itu di musim ini sehingga klub-klub yang mendapatkan secara reguler di musim ini, di stadionnya, itu adalah yang akan digunakan di musim yang akan datang," katanya menambahkan.

1 dari 2 halaman

Sesuai Domisili Klub

Starting XI PSM Makassar pada laga BRI Super League 2025/2026 (c) Dok. ILeague

Starting XI PSM Makassar pada laga BRI Super League 2025/2026 (c) Dok. ILeague

Ketentuan tersebut juga berkaitan dengan domisili klub yang sudah terdaftar secara administratif di masing-masing wilayah. Klub diwajibkan melapor kepada Asprov setempat dan menjadikan domisili itu sebagai dasar penggunaan stadion.

"Iya, ada kan dalam domisilinya itu, ada proses administrasi secara regional didaftarkan, ada domisili, ada kaitannya juga dengan lapor dengan Asprov setempat, maka itu menjadi landasan kita untuk klub memainkan stadion sesuai dengan yang didaftarkan di klub lisensi. Itu saja," tegas Asep.

Penjelasan itu kemudian memunculkan pertanyaan terkait kondisi beberapa klub yang selama ini bermarkas di luar kota asalnya. Salah satunya adalah PSM Makassar yang beberapa musim terakhir kerap menggunakan stadion di luar Makassar untuk laga kandang.

"Iya, dia harus pulang. Kalau pun tidak bisa, pasti kan ada sanksi. Memulai kompetisi dengan poin minus, bisa jadi. Potensi ya, saya bilang sekali lagi kalau soal ini kan potensi poin karena bicara regulasi sudah menyampaikan seperti itu, maka kalau tidak memenuhi yang A, ya ada potensi pengurangan," bebernya.

2 dari 2 halaman

Kasus Persija vs Persib di Samarinda

Duel Persija Jakarta vs Persib Bandung di pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026, Minggu (10/5/2026) (c) Dok. Persib Bandung

Duel Persija Jakarta vs Persib Bandung di pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026, Minggu (10/5/2026) (c) Dok. Persib Bandung

Di sisi lain, Asep juga menyinggung kasus pemindahan lokasi pertandingan Persija Jakarta melawan Persib Bandung yang sempat digelar di Samarinda. Menurutnya, perpindahan lokasi itu masuk dalam kategori keadaan darurat atau force majeure.

Ia menilai bahwa perpindahan venue dalam waktu yang sangat mepet membuat operator kompetisi tidak memiliki banyak pilihan lain. Karena itu, keputusan tersebut diambil berdasarkan situasi yang terjadi di lapangan.

"Yang mana? Yang di Samarinda? Ya karena kalau enggak force majeure atau situasi memang tak terhindarkan kan tidak mungkin juga di sisa empat hari kita baru pindah. Jadi itu juga salah satu yang juga fakta di lapangan yang kita hadapi seperti itu," imbuh Asep.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL