Penjelasan Panjang Lebar Mengapa Persija Bisa Menjadi Wakil Indonesia di ASEAN Club Championship Musim Depan

Penjelasan Panjang Lebar Mengapa Persija Bisa Menjadi Wakil Indonesia di ASEAN Club Championship Musim Depan
Selebrasi pemain Persija Jakarta usai mencetak gol ke gawang Persebaya Surabaya di laga BRI Super League 2025-2026, pada 11 April 2026 lalu. (c) Bola.net/M Iqbal Ichsan

Bola.net - Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra membuka peluang klub peringkat ketiga BRI Super League 2025/26 bermain di ASEAN Club Championship musim depan. Hal itu disampaikan menyusul pembahasan mengenai distribusi slot wakil Indonesia untuk turnamen level Asia Tenggara tersebut.

Saat ini, Indonesia dipastikan tetap memiliki wakil di kompetisi AFC musim depan. Juara BRI Super League bakal lolos ke babak play-off AFC Champions League (ACL) 2 dan runner-up ke play-off AFC Challenge League (ACGL).

Di sisi lain, I.League juga mulai menghitung potensi jadwal padat yang akan dihadapi oleh klub-klub. Sebab, ada kemungkinan klub yang tampil di Asia juga harus menjalani ASEAN Club Championship.

Asep menjelaskan regulasi ASEAN Club Championship saat ini masih mengacu kepada juara dan runner-up kompetisi domestik. Namun, I.League sedang berupaya mencari kemungkinan tambahan slot untuk Indonesia.

"Satu lagi ya, harapan kita mudah-mudahan bisa diberikan slot tambahan. Tapi sekali lagi saya agak berhati-hati menyampaikan ini karena ini bukan sebuah janji, ini kan upaya," ujar Asep kepada wartawan.

"Kalau memang bisa diberikan kepada peringkat tiga. Tapi kalau berdasarkan regulasinya memang harus satu dan dua. Tapi sekali lagi kita menunggu saja karena AFF nanti akan merilis, jadi mohon juga jangan disalahartikan pernyataan saya menyampaikan, 'Oh sudah...', belum," katanya menambahkan.

1 dari 2 halaman

Persija Kunci Peringkat Ketiga

Di sisa dua pertandingan, klasemen tiga besar BRI Super League tidak akan banyak berubah. Juara dan runner-up tinggal diperebutkan Persib Bandung dan Borneo FC. Untuk peringkat ketiga telah dikunci Persija Jakarta.

Menurut Asep, penambahan peserta ASEAN Club Championship menjadi salah satu alasan munculnya peluang tambahan slot. Ia menyebut jumlah peserta turnamen Asia Tenggara itu dikabarkan akan bertambah menjadi 14 tim.

Kondisi tersebut membuat I.League mulai memetakan berbagai kemungkinan pembagian wakil Indonesia. Pihaknya juga harus memperhitungkan jadwal klub yang berlaga di Asia.

"Jadi kita berupaya karena memang kita sangat ketat sekali. Karena kita dengar juga ASEAN Club Championship pesertanya nambah jadi 14 kan," tegas Asep.

"Kalau bisa berhitung misalnya kita Super League, lalu ada yang main ACL, pasti mereka akan isi yang kosong-kosong. Nah jadwalnya pasti kita akan terima nanti," sambungnya.

2 dari 2 halaman

Mengirim Wakil Kembali

Asep juga menyinggung padatnya agenda musim depan. Selain AFC dan ASEAN Club Championship, pihaknya juga harus mempertimbangkan rencana turnamen lain seperti turnamen pendamping kompetisi.

"Belum kan ada aspirasi soal turnamen Liga Cup dan lain-lain kan juga harus naruh juga. Jadi memang itu bagaimana kita memastikan jadwal ini bisa dipakai," imbuh Asep.

Pada ASEAN Club Championship musim 2025/26, I.League tidak mengirim wakil Indonesia. Pasalnya, panitia meminta perwakilan dari juara dan runner-up BRI Super League 2024/2025, yang tidak bisa ikut serta karena telah mengarungi dua kompetisi sekaligus.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL