Bola.net - Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu (17/3) lalu tidak saja memutuskan untuk menyatukan kompetisi. Tapi juga menghilangkan dualisme Pengprov PSSI, termasuk di Pengprov PSSI Sulawesi Selatan.
Memang ada dua kubu yang mengklaim sebagai Pengrpov Sulsel yang sah. Kubu Abadi Srajuddin yang dilantik Djohar Arifin tahun lalu dan kubu Kadir Halid yang dilantik Nurdin Halid tahun 2010 lalu.
Munculnya kubu Abadi setelah ada gerakan mosi tidak percaya pada Kadir Halid ditambah dengan dukungan dari Djohar Arifin yang membubarkan kepengurusan Kadir pada akhir 2011. Karena itu digelar Musyawarah Luar Biasa PSSI Sulsel pada 9 Juni 2012 lalu. Dalam Muslub tersebut secara aklamasi menunjuk Abadi Sirajuddin sebagai ketua dan dilantik Djohar di Gedung Wisma Kalla, 9 Juli 2012.
Dari hasil verifikasi KLB Sulsel, kubu Kadir Halid yang diakui sesuai dengan Kongres Solo 2011. Dalam KLB tersebut, Kadir mengatakan bahwa 33 Pengprov Sulsel meminta kepada Djohar Arifin untuk mencabut surat keputusan (SK) 18 Pengrov caretaker, termasuk PSSI versi Abadi Sirajuddin.
"Bisa saya katakan bahwa kepengurusan Abadi Sirajuddin sebagai ketua PSSI sudah tamat. Jadi, sebaiknya mereka mengurus yang lain saja," kata Kadir kepada wartawan di Makassar.
"Voter Solo yang hadir di KLB, itu juga yang akan hadir saat Kongres Biasa bulan Juni nanti. Jadi, 18 pengprov sudah tidak akomodir lagi," lanjut Kadir.
Adik kandung Nurdin Halid ini menambahkan bahwa dari semula Musyawarah Luar Biasa tidak sah dan terkesan dipaksakan. Karena yang hadir bukan pengurus cabang (ketua dan sekretaris), melainkan wasit-wasit di daerah yang diundang.
"Itulah yang dilaporkan ke Djohar atas nama pengcab. Padahal itu tidak benar," katanya. (nda/mac)
Memang ada dua kubu yang mengklaim sebagai Pengrpov Sulsel yang sah. Kubu Abadi Srajuddin yang dilantik Djohar Arifin tahun lalu dan kubu Kadir Halid yang dilantik Nurdin Halid tahun 2010 lalu.
Munculnya kubu Abadi setelah ada gerakan mosi tidak percaya pada Kadir Halid ditambah dengan dukungan dari Djohar Arifin yang membubarkan kepengurusan Kadir pada akhir 2011. Karena itu digelar Musyawarah Luar Biasa PSSI Sulsel pada 9 Juni 2012 lalu. Dalam Muslub tersebut secara aklamasi menunjuk Abadi Sirajuddin sebagai ketua dan dilantik Djohar di Gedung Wisma Kalla, 9 Juli 2012.
Dari hasil verifikasi KLB Sulsel, kubu Kadir Halid yang diakui sesuai dengan Kongres Solo 2011. Dalam KLB tersebut, Kadir mengatakan bahwa 33 Pengprov Sulsel meminta kepada Djohar Arifin untuk mencabut surat keputusan (SK) 18 Pengrov caretaker, termasuk PSSI versi Abadi Sirajuddin.
"Bisa saya katakan bahwa kepengurusan Abadi Sirajuddin sebagai ketua PSSI sudah tamat. Jadi, sebaiknya mereka mengurus yang lain saja," kata Kadir kepada wartawan di Makassar.
"Voter Solo yang hadir di KLB, itu juga yang akan hadir saat Kongres Biasa bulan Juni nanti. Jadi, 18 pengprov sudah tidak akomodir lagi," lanjut Kadir.
Adik kandung Nurdin Halid ini menambahkan bahwa dari semula Musyawarah Luar Biasa tidak sah dan terkesan dipaksakan. Karena yang hadir bukan pengurus cabang (ketua dan sekretaris), melainkan wasit-wasit di daerah yang diundang.
"Itulah yang dilaporkan ke Djohar atas nama pengcab. Padahal itu tidak benar," katanya. (nda/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
"Tidak Ada Yang Dilanggar Dalam KLB 17 Maret"
Bola Indonesia 26 Maret 2013, 16:48
-
Menpora Dukung Keputusan FIFA Terkait Hasil KLB
Bola Indonesia 26 Maret 2013, 16:30
-
La Nyalla: Secara De Facto Saya Waketum PSSI
Bola Indonesia 26 Maret 2013, 15:37
-
Pasca KLB, Kadir Halid Klaim Sebagai Pengprov PSSI Yang Sah
Bola Indonesia 26 Maret 2013, 10:35
-
Manajer Timnas: Ada Yang Coba Menelikung
Tim Nasional 23 Maret 2013, 06:42
LATEST UPDATE
LATEST EDITORIAL
-
5 Kandidat Pelatih Baru Real Madrid Jika Alvaro Arbeloa Pergi
Editorial 9 April 2026, 17:45
-
9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid dan Bayern Munchen
Editorial 7 April 2026, 15:34
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25





















KOMENTAR