Pelatih Persib Bandung Sebut PSSI Lucu dan Tidak Profesional: Sanksi Diubah Jelang Tanding, Ini Bukan PlayStation!

Bola.net - Di mata Bojan Hodak, ada dua sifat yang bisa mewakili Komdis PSSI yakni lucu dan tidak profesional. Label tersebut diberikan pelatih Persib Bandung usai Komdis PSSI mengubah sanksi pemain pada hari pertandingan.
Persib Bandung harusnya tidak bisa memainkan Alberto Rodriguez pada laga pekan ke-26 BRI Liga 1 lawan PSIS Semarang, Selasa (27/2/2024) malam WIB. Sebab, Alberto mendapat kartu merah pada laga pekan ke-25 lawan Barito Putera.
Pemain asal Spanyol itu harusnya absen satu laga karena sanksi kartu merah. Akan tetapi, nama Alberto mendadak muncul dalam daftar susunan pemain Persib. Bahkan, dia bermain sejak menit awal.
Nah, apa yang terjadi di balik bermainnya Alberto adalah hal lucu bagi Bojan Hodak. Dia tidak habis pikir dengan keputusan Komdis PSSI yang menganulir sanksi pemain 31 tahun itu. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini ya Bolaneters.
Persib Bermain Malam, Sore Komdis PSSI Ubah Sanksi

Alberto Rodriguez memang tidak layak dapat kartu merah pada duel lawan Barito Putera. Sebab, dari tayangan ulang, Nick Kuipers yang melakukan pelanggaran. Harusnya, bek asal Belanda itu yang mendapat kartu merah dari wasit.
Nah, Komdis PSSI melihat insiden itu dan mengubah sanksi. Alberto boleh bermain dan Kuipers dapat sanksi larangan bermain. Komdis PSSI mengirim surat untuk keputusan itu pada Selasa (27/2/2024) sore, beberapa jam sebelum Persib bermain.
"Saya mau mengatakan bahwa ada hal sangat lucu terjadi. Dalam 30 tahun karier saya di sepakbola profesional, saya belum pernah merasakan situasi seperti ini. Keputusan Komdis itu di hari pertandingan beberapa jam sebelum kick-off," kata Bojan Hodak.
Surat Komdis PSSI memaksa Bojan Hodak untuk mengubah taktik. Kuipers yang sudah disiapkan bermain harus absen. Alberto yang harusnya duduk di tribune, mendadak dipanggil untuk mengawal lini belakang Persib.
Persib Bandung Anggap Komdis PSSI Lucu

Menurut Bojan Hodak, surat Komdis PSSI datang terlambat. Harusnya, Komdis PSSI segera membuat keputusan ralat kartu merah Alberto sehari setelah laga Persib lawan Barito Putera. Dengan begitu, Persiapan Persib untuk lawan PSIS tidak terdampak.
"Dalam beberapa hari terakhir, kami berlatih bersama Nick dan tiba-tiba Nick tidak bisa bermain dan Alberto bisa. Ini hal yang lucu dan tidak profesional," kata Bojan.
"Jadi ini tentunya hal yang perlu diubah karena mungkin orang-orang tidak mengerti apa yang berpengaruh dari keputusan ini."
"Kami berlatih untuk pertandingan dan ini bukan PlayStation yang bisa dengan mudah mengeluarkan pemain dan memasukan pemain lainnya, ini tidak bisa terjadi di kehidupan nyata," tegasnya.
Klasemen BRI Liga 1 2023/2024
Baca ini juga ya Bolaneters:
- Rahasia Persib Kalahkan PSIS dan Sukses Akhiri 5 Laga Tanpa Kemenangan
- Prediksi BRI Liga 1: PSM Makassar vs Persebaya Surabaya 28 Februari 2024
- Jadwal Lengkap BRI Liga 1 2023/2024
- Prediksi BRI Liga 1: Persik Kediri vs Barito Putera 28 Februari 2024
- Persik Kediri Pincang Tanpa Dua Pilar, Barito Putera Pantang Lengah
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Rahasia Persib Kalahkan PSIS dan Sukses Akhiri 5 Laga Tanpa Kemenangan
Bola Indonesia 28 Februari 2024, 09:22
-
Hasil BRI Liga 1 Persib Bandung vs PSIS Semarang: Skor 3-0
Bola Indonesia 27 Februari 2024, 20:53
-
Jelang Lawan Persib Bandung, PSIS Semarang Kehilangan Vitinho
Bola Indonesia 27 Februari 2024, 03:19
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: Bali United vs PSBS 6 April 2026
Bola Indonesia 5 April 2026, 22:43
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persijap 6 April 2026
Bola Indonesia 5 April 2026, 22:38
-
Jadwal Lengkap Timnas Futsal Indonesia di Piala AFF 2026
Tim Nasional 5 April 2026, 17:46
LATEST EDITORIAL
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32
-
Italia Cari Pelatih Baru: 7 Kandidat Pengganti Gennaro Gattuso
Editorial 3 April 2026, 14:14
-
3 Bintang Manchester United yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:41
-
Starting XI Pemain Termahal yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:13
























KOMENTAR