Bola.net - - Pelatih Persegres Gresik United, Hanafi mengungkap penyebab kekalahan yang diderita timnya di tiga laga terakhir Liga 1, terutama saat mereka dipermalukan Persib Bandung di depan pendukungnya.
Menurut Hanafi, sebenarnya Arsyad Yusgiantoro dan kolega sudah bermain bagus, bahkan banyak peluang yang berhasil diciptakan. Hanya saja eksekusi menjadi titik lemah mereka sehingga gagal mencetak gol.
"Kemarin anak-anak sudah bermain luar biasa, tapi kita susah lagi bikin gol. Sama seperti waktu bermain dengan Persipura dan Borneo FC," ungkap Hanafi, Kamis (04/5).
Hanafi menilai anak asuhnya masih kurang jam terbang sehingga tidak bisa mengambil keputusan yang tepat saat mendapat peluang. Seperti saat mendapatkan kesempatan melakukan shooting selalu diarahkan ke sisi yang salah.
"Kita ini kurang jam terbang. Kasusnya di Persegres memang seperti itu. Anak-anak yang berpengalaman di kompetisi juga cuma beberapa orang," imbuh Hanafi.
Meski demikian, Hanafi cukup puas dengan perkembangan pemainnya, mereka dianggap sudah bagus dalam penguasaan bola, bagus dalam menyerang maupun bertahan,"Mudah-mudahan ke depan terus meningkat," pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Persegres Ingin Pinjam Arsyad dan Satria Tama dari Timnas
Bola Indonesia 4 Mei 2017, 20:52
-
Pemain Persegres Masih Kurang Jam Terbang
Bola Indonesia 4 Mei 2017, 17:32
-
Persegres Butuh Tambahan Penyerang Berpengalaman
Bola Indonesia 4 Mei 2017, 16:36
-
M. Natshir Dianggap Sebagai Kunci Kemenangan Persib
Bola Indonesia 4 Mei 2017, 02:20
-
Hanafi Minta Goran Gancev Diadili
Bola Indonesia 4 Mei 2017, 01:21
LATEST UPDATE
-
Kasihan! Impian Marcus Rashford Bersama Barcelona Bakal Kandas
Liga Inggris 4 April 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32
-
Italia Cari Pelatih Baru: 7 Kandidat Pengganti Gennaro Gattuso
Editorial 3 April 2026, 14:14
-
3 Bintang Manchester United yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:41
-
Starting XI Pemain Termahal yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:13
























KOMENTAR