
Bola.net - Jelang persiapan tampil di kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2013-2014, Persegres Gresik berhasil mendatangkan stopper Otavio Dutra.
Kontrak senilai Rp 2 miliar selama satu musim, membuat Dutra menyetujui ajakan gabung yang diajukan manajemen Persegres. Pada kompetisi ISL musim 2012-2013, pemain asal Brasil tersebut memperkuat Persipura Jayapura dan berhasil mencetak 12 gol. Tak ayal, hal tersebut menjadi alasan utama Persegres kepincut memboyongnya.
"Kontrak Otavio Dutra, memang mahal. Namun, melihat kualitas yang dimiliki Dutra, rasanya hal yang seimbang. Karena itu, wajar jika dia dikontrak mahal," kata Pembina Persegres yang juga Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto.
Asroin Widiana, CEO Persegres, menambahkan jika nyaris gagal mendapatkan Dutra. Pasalnya, Dutra sempat ingin bergabung dengan salah satu klub Malaysia.
Bergabungnya Dutra, dipastikan membuat lini belakang Persegres tambah solid. Dutra akan bekerja sama mengawal lini belakang Persegres dengan Ejol Iba (adik dari Erol Iba), David Faristian dan Deddy Indra.
Dalam upaya mendatangkan Dutra, Persegres memang bersaing ketat dengan Persipura, Persib Bandung dan Persebaya Surabaya. Hanya saja, akhirnya Otavio Dutra memutuskan bergabung dengan Persegres.
"Bukan hanya materi, di sini (Gresik) lebih nyaman. Sebab, berada di sekitar Surabaya. Jarak Surabaya-Gresik tidak terlalu jauh," tuntas mantan pemain Persebaya 1927 tersebut. (esa/row)
Kontrak senilai Rp 2 miliar selama satu musim, membuat Dutra menyetujui ajakan gabung yang diajukan manajemen Persegres. Pada kompetisi ISL musim 2012-2013, pemain asal Brasil tersebut memperkuat Persipura Jayapura dan berhasil mencetak 12 gol. Tak ayal, hal tersebut menjadi alasan utama Persegres kepincut memboyongnya.
"Kontrak Otavio Dutra, memang mahal. Namun, melihat kualitas yang dimiliki Dutra, rasanya hal yang seimbang. Karena itu, wajar jika dia dikontrak mahal," kata Pembina Persegres yang juga Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto.
Asroin Widiana, CEO Persegres, menambahkan jika nyaris gagal mendapatkan Dutra. Pasalnya, Dutra sempat ingin bergabung dengan salah satu klub Malaysia.
Bergabungnya Dutra, dipastikan membuat lini belakang Persegres tambah solid. Dutra akan bekerja sama mengawal lini belakang Persegres dengan Ejol Iba (adik dari Erol Iba), David Faristian dan Deddy Indra.
Dalam upaya mendatangkan Dutra, Persegres memang bersaing ketat dengan Persipura, Persib Bandung dan Persebaya Surabaya. Hanya saja, akhirnya Otavio Dutra memutuskan bergabung dengan Persegres.
"Bukan hanya materi, di sini (Gresik) lebih nyaman. Sebab, berada di sekitar Surabaya. Jarak Surabaya-Gresik tidak terlalu jauh," tuntas mantan pemain Persebaya 1927 tersebut. (esa/row)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Persegres Merasa Otavio Dutra Pantas Dikontrak Mahal
Bola Indonesia 1 Januari 2014, 10:10
-
Bola Indonesia 31 Desember 2013, 15:37

-
Ribuan Bonek Beri Penghormatan Terakhir untuk Wastomi
Bola Indonesia 31 Desember 2013, 13:56
-
Jadi Kiper Pelapis di PBR, Alfonsius Tak Risau
Bola Indonesia 21 Desember 2013, 15:51
-
Delapan Pemain Berebut Sisa Tiga Tempat di PBR
Bola Indonesia 21 Desember 2013, 15:14
LATEST UPDATE
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2026/2027
Liga Italia 28 Oktober 2026, 07:56
-
Mikel Arteta Sebut Arsenal Alami Hari Menyedihkan Usai Disingkirkan Tim Divisi Empat
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 06:27
-
Hasil Liga Italia: Lazio Pesta Gol 6-2, AS Roma Menang, Como Comeback
Liga Italia 28 Oktober 2026, 04:51
-
Sikap Lamine Yamal Gagal Raih Ballon d'Or 2026 Jadi Sorotan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 23:56
-
Ezri Konsa Bikin Arsenal Tetap Kokoh Walau Tanpa William Saliba
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 22:25
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




















KOMENTAR